Studi Pendahuluan Tentang Serotipe Virus Dengue pada Nyamuk Aedes di Surabaya pada Januari 2020

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh nationalgeographic.grid.id

Aedes sp. merupakan nyamuk yang dapat berperan sebagai vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Nyamuk ini mengandung virus dengue (DENV) yang berasal dari darah penderita demam berdarah. Virus dengue terdiri dari empat jenis serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab DBD sedangkan Aedes albopictus adalah vektor sekunder penyebab DBD. Nyamuk Aedes albopictus dewasa memiliki ciri-ciri berwarna hitam dasar dengan bercak putih pada badan dan kaki. Bintik putih ini sebenarnya adalah sisik menempel di bagian luar tubuh nyamuk. Di dada punggung (mesonotum) Aedes aegypti terdapat garis lengkung putih kiri dan kanan, serta di ditengahnya ada dua garis putih memanjang yang menyerupai instrumen harpa sedangkan Aedes albopictus hanya memiliki satu garis putih.

Dalam laporan ini, kami mengamati keberadaannya virus Dengue di Aedes albopictus dari area Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga. Pengamatan kami dimulai dari identifikasi nyamuk, preparasi dan ekstraksi RNA, uji kemurnian RNA dengan Nanodrop Spektrofotometer, mengubah RNA menjadi cDNA dengan enzim Reverse Transcriptase, Amplifikasi DNA dengan metode Polymerase Chain Reaction menggunakan primer Lanciotti dkk 1992, elektroforesis, dan visualisasi DNA dengan UV transilluminator.

Nyamuk yang berhasil dikumpulkan diidentifikasi sebagai nyamuk Aedes albopictus betina berdasarkan pengamatan dengan mikroskop terdapat satu garis putih tebal pada mesonotumnya tanpa dua garis lengkung dan antenanya seperti benang dengan rambut pendek.

Visualisasi DNA hasil amplifikasi oleh transilluminator UV menunjukkan bahwa terdapat pita mengandung virus dengue serotipe 2 (DENV-2). Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya pada 2013, DENV-3 muncul ketika DENV-1 menjadi kasus terbanyak selama 2008-2013. Sudah diprediksi bahwa DENV-3 akan berjangkit tahun depan. Nyatanya, ternyata DENV-3 benar-benar menjadi sebuah wabah di 2013-2016. Ini menunjukkan kemungkinan bahwa DENV-2 yang baru kami temukan bisa menjadi wabah di masa depan. Sehingga penelitian ini dapat digunakan sebagai upaya membantu petugas kesehatan untuk memantau dan bersiap-siap untuk pemberantasan wabah tersebut di masayang akan datang.

Penulis: Teguh Hari Sucipto, Shifa Fauziyah, Aulia Azzahra, Lucky Vera Oktavia, Muhammad Fariz Naviyanto,  dkk.

Artikel selengkapnya dapat dilihat pada link berikut: http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=10885&iid=320&jid=3

(Preliminary Study of Dengue Virus Serotype on Aedes Mosquitoes in Endemic Area, Surabaya, Indonesia, January 2020)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu