Profil Pengetahuan dan Angka Kepatuhan Minum Obat Pasien Stroke Penyumbatan di Indonesia: Studi Multicenter

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hearth.org

Kepatuhan minum obat pada berbagai penyakit kronis merupakan salah satu kunci keberhasilan terapi. Pada kasus stroke penyumbatan, pasien diminta untuk mengkonsumsi beberapa obat secara rutin dengan tujuan untuk mengontrol faktor risiko dan mencegah terjadinya serangan ulangan. Pada pasien stroke, obat yang dikonsumsi seringkali dalam jumlah banyak dan harus dikonsumsi jangka lama. Hal ini seringkali menyebabkan pasien bosan dan menjadi tidak patuh dalam mengkonsumsinya. Salah satu faktor yang menentukan kepatuhan pasien adalah pengetahuan pasien terhadap penyakit yang diderita dan fungsi dari tiap obat yang dikonsumsinya.

Penelitian yang dilakukan di RSUD dr. Soetomo dan RS Universitas Airlangga ini ditujukan untuk mengetahui profil pengetahuan pasien pascastroke terhadap penyakit yang diderita dan tingkat kepatuhannya mengkonsumsi obat. Profil pengetahuan diukur dengan menggunakan Stroke Knowledge Test, sedangkan angka kepatuhan dinilai dengan menggunakan kuisioner Morisky Green Levine Adherence Scale. Dari 215 pasien pasca stroke; 76,7% memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Sedangkan angka kepatuhannya; 52,1% memiliki tingkat kepatuhan rendah sampai sedang. Tingkat pendidikan dan lama mengalami stroke ternyata berhubungan dengan tingkat pengetahuan stroke. Usia dan derajat berat kecacaran juga mempengaruhi kepatuhan minum obat. Tingkat pengetahuan stroke merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat.

Dari penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tiga dari empat pasien pascastroke di Indonesia memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terutama tentang tanda dan gejala stroke, pentingnya segera datang ke rumah sakit dan fungsi obat yang dikonsumsi. Kurang dari setengah pasien pascastroke di Indonesia yang memiliki tingkat kepatuhan optimal. Hal ini menjadi dasar kuat untuk meningkatkan penyuluhan pada masyarakat terutama pasien pascastroke tentang penyakit stroke dan manfaat obat yang dikonsumsi. Sehingga kepatuhan minum obat lebih baik dan serangan ulang bisa dicegah.

Penulis: Wardah Rahmatul Islamiyah, Karina Kumaladewi Widjaja,  Suvatna Chulavatnatol, Thanarat Suansanae, Yosi Irawati Wibowo, Achmad Firdaus Sani, Surakit Nathisuwan

Artikel lengkapnya dapat dilihat pada link berikut ini: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33124676/

(Knowledge of stroke and medication adherence among patients with recurrent stroke or transient ischemic attack in Indonesia: a multi-center, cross-sectional study)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu