Personal Higiene dan Albumin Urine Pekerja Home Industry Pelapisan Logam

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Jayakarta News

Pelapisan logam adalah suatu kegiatan untuk memberikan perlakuan pada suatu permukaan bahan, agar bahan tersebut akan mengalami peningkatan kualitas dalam hal struktur, ketahanan bahan dan sifat fisiknya.  Proses pelapisan logam melibatkan beberapa bahan kimia salah satunya  kromium. Pekerja pelapisan kromium mempunyai risiko pajanan kromium yang tinggi. Dampak kromium pada kesehatan antara lain mengakibatkan karsinogenesitas, gangguan sistem imun, gangguan susunan syaraf, gangguan dan kerusakan ginjal, efek terhadap pernafasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan personal higiene dengan kadar chromium (cr) dan albumin pada urine pekerja home industry pelapisan logam  di Sidoarjo, East Java Indonesia.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancang bangun cross sectional. Besar sampel pekerja pelapisan logam sebanyak 15 orang. Kadar kromium di urine pekerja dianalisis oleh laboratorium dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Kadar Albumin dalam Urine menggunakan metode immunotur bidimetric assay. Informasi perilaku personal higiene menggunakan lembar kuesioner. Analisis data deskriptif analisis menggunakan coefficient contingency untuk mengetahui kuat hubungan antar variabel.

Pelapisan logam dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya korosi, dan memperhalus permukaan benda. Benda yang membutuhan proses pelapisan logam diantara peralatan rumah tangga dari logam seperti tungku kompor, gagang pintu, perhiasan dan bagian dari sepeda motor serta pelapisan ornamen kursI. Sehingga dalam hal ini jasa industri pelapisan logam diperlukan. Salah satu bahan yang digunakan dalam proses pelapisan logam adalah kromium. Kromium merupakan logam berwarna putih yang keras dan sifatnya yang tidak stabil. Kromium (Cr) dikelompokkan dalam unsur logam berat yang beracun bagi manusia. Tingkat keracunan krom pada manusia diukur melalui kadar atau kandungan krom dalam urine. Efeknya dapat menyebabkan peningkatan kadar kromium dalam darah dan urine. Pemeriksaan kadar kromium dalam urine dapat merefleksikan kontaminasi kromium selama 1–2 hari. Meningkatnya kromium dalam urine dapat digunakan untuk mengkonfirmasi terpaparnya fungsi ginjal. Hal tersebut terbukti dalam penelitiannya juga menunjukkan bahwa kandungan kromium pada urine lebih tinggi dibandingkan kandungan kromium pada darah. 

Hasil penelitian Responden 47% cuci tangan sebelum bekerja masuk kategori buruk, kadar albumin positif 43%. Responden 27% cuci tangan sesudah bekerja masuk kategori buruk, kadar krom urine diatas normal 75% dan kadar albumin positif 25%. Responden 47% cuci baju setelah bekerja masuk kategori buruk, kadar krom urine diatas normal 43% dan kadar albumin positif 57%. Responden 42% cuci sepatu setelah bekerja masuk kategori buruk, kadar krom urine diatas normal 60% dan kadar albumin positif 20%. Responden 20% konsumsi air masuk kategori buruk, kadar krom urine diatas normal 30%   dan kadar albumin positif 33%. Hubungan yang paling kuat personal hygiene dengan kadar kromium urine pada variable mencuci tangan sebelum bekerja dengan Coefficient Contingency 0,421 (hubungan moderat). Hubungan yang paling kuat personal hygiene dengan kadar albumin di urine pada variable mencuci baju setelah pulang kerja dengan Coefficient Contingency 0,471 (hubungan moderat). 

Hasil wawancara menunjukkan masih terdapat pekerja yang tidak mencuci pakaiannya setiap hari yang berarti frekuensi mengganti pakaian tidak dilakukan setiap hari. Seharusnya ada pakaian khusus yang dipakai saat bekerja. Jika menggunakan pakaian sehari-hari maka pakaian tersebut harus berganti setiap harinya. Kromium juga dapat menempel pada pakaian melalui paparan udara maupun percikan limbah cairnya.

Pekerja masih ada  yang tidak menerapkan personal higiene dengan baik. Sub variabel yang memiliki hubungan paling kuat adalah kebiasaan mencuci tangan sebelum kerja dan  mencuci baju setelah pulang kerja. Disarankan perlunya menerapkan personal hygiene yang baik pada pekerja

Perlu adanya upaya untuk mengendalikan kadar kromium di lingkungan baik dari limbah cair maupun udara. Upaya untuk menekan logam berat Cr bisa dilakukan dengan metode pengolahan limbah yang mudah dan ramah lingkungan dengan berbagai cara, salah satunya yakni dengan adsorben alami seperti kitosan. Pemilik home industri dan pemerintah setempat dapat melakukan pemantauan secara berkala dalam pengendalian limbah yang dihasilkan, agar tidak berdampak pada pekerja. 

Penulis: R. Azizah

Link jurnal terkait tulisan di atas: CORRELATION BETWEEN PERSONAL HYGIENE WITH CHROMIUM (Cr) AND ALBUMIN LEVEL IN URINE OF METAL COATING WORKERS IN SIDOARJO EAST JAVA INDONESIA https://www.psychosocial.com/article/PR260508/15891/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu