Perbandingan Koefisien Gesekan dan Kekasaran Permukaan antara Tiga Bracket Self-ligating Aktif yang Berbeda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh SehatQ

Perawatan ortodontik menggunakan peralatan cekat didasarkan pada gaya khusus yang diterapkan pada gigi melalui pemasangan braket. Gaya gesekan yang ekstrim akan menghalangi pergerakan gigi dan mengurangi keefektifan peralatan. Gesekan dipengaruhi oleh faktor biologis — seperti saliva serpihan, dan biodegradasi komponen alat yang telah digunakan — serta faktor fisik seperti penggunaan braket, archwires, dan ligasi. Bentuk, ukuran, dan struktur komponen peranti cekat juga akan mempengaruhi hasil perawatan.

Gaya yang dihasilkan dari interaksi braket dan archwire dapat diukur dari kekasaran permukaannya. Kekasaran permukaan adalah tekstur suatu daerah dangkal yang berdampak pada suatu benda terhadap lingkungannya. Kekasaran permukaan yang meningkat dapat meningkatkan gaya gesek karena meningkatkan area kontak antara braket dan archwire. Seiring dengan perkembangan ortodontik, banyak percobaan telah dilakukan untuk mengurangi gesekan antara braket dan archwire, khususnya pada mekanika geser seperti penemuan braket self-ligating ortodontik. Mekanisme braket self-ligating membantu gigi bergerak bebas ke posisi normal karena rendahnya gesekan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tiga perbedaan braket ortodontik self-ligating aktif dalam koefisien gesek dan kekasaran permukaan.

Penelitian ini merupakan laboratorium eksperimen sejati dengan desain kelompok post-tes untuk mengumpulkan data koefisien gesekan dari tiga braket self-ligating aktif yang berbeda dari # 14 premolar. Uji gesekan dilakukan pada tiga braket self-ligating aktif yang berbeda — In-Ovation R (GAC-Dentsply, USA), Empower (American Orthodontics, Sheboygan, Wisconsin, United State), dan BioQuick (Forestaden, Pforzheim, Jerman). Tiga braket pengikat otomatis ortodontik yang berbeda diperiksa dengan menggunakan archwire persegi panjang baja tahan karat 016 × 0,022 inci (American Orthodontics, Sheboygan, Wisconsin, United State).

Braket In-Ovation R menghasilkan koefisien gesekan yang lebih tinggi daripada Empower dan BioQuick. BioQuick menunjukkan koefisien gesekan paling kecil. Berdasarkan analisis statistik, tidak terdapat perbedaan signifikan koefisien gesekan antara Empower dan BioQuick. Terdapat perbedaan koefisien gesekan yang signifikan antar kelompok (P <0,05). Uji Scheffe menunjukkan perbedaan rata-rata nilai gesekan yang signifikan antara In-Ovation R dan BioQuick brackets, serta In-Ovation R dan Empower (P <0,05) sedangkan, Empower dan BioQuick tidak menunjukkan perbedaan koefisien gesek.

Data kuantitatif dari pengujian kekasaran permukaan yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa permukaan braket In-Ovation R menghasilkan kekasaran yang maksimal, diikuti oleh Empower dan BioQuick. Uji Kruskal-Wallis digunakan untuk membandingkan rata-rata antar kelompok dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk membandingkan rata-rata masing-masing kelompok. Ada perbedaan yang signifikan dari kekasaran permukaan antara tiga kelompok kelompok eksperimen. Data kualitatif menunjukkan hasil yang sama dengan hasil statistik. Permukaan klip In-Ovation R didominasi oleh area coklat tua hingga hitam, sedangkan permukaan klip Empower memiliki area yang lebih gelap dibandingkan dengan klip In-Ovation R. Permukaan BioQuickclip lebih stabil dengan dominasi area yang lebih kuning. Permukaan klip In-Ovation menunjukkan permukaan yang tidak rata, dengan sebagian besar area bergerigi. Di bagian tengah terdapat cekungan yang ditunjukkan dengan warna coklat tua. Kekasaran permukaan klip Empower, yang didominasi oleh area seperti cekungan. Permukaan klip BioQuick tampak lebih rata dibandingkan dengan permukaan In-Ovation dan Empower. AFM menunjukkan bahwa klip braket In-Ovation R memiliki kekasaran permukaan tertinggi, diikuti oleh Empower dan BioQuick.

Braket In-Ovation R menawarkan lebih banyak koefisien gesekan dan kekasaran permukaan daripada braket Empower dan BioQuick, sedangkan braket BioQuick menawarkan koefisien gesekan dan kekasaran permukaan paling sedikit di antara semua braket yang dipelajari.

Penulis: Meralda R.S., Lucky Lucynda, Ari Triwardhani., Thalca Hamid

Naskah dapat diakses pada:https://www.jioh.org/article.asp?issn=0976-7428;year=2020;volume=12;issue=6;spage=551;epage=555;aulast=Syahdinda

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu