Latihan Olahraga dapat Mempercepat Penyembuhan Luka Cabut Gigi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Alodokter.com

Bila anda termasuk orang yang gemar melakukan olahraga secara teratur, penelitian ini bisa jadi sebagai kabar gembira. Setidaknya makin terungkap manfaat tambahan dari olahraga yang kita lakukan, selain untuk kesehatan badan kita.

Olahraga sebagai suatu aktivitas fisik yang positif telah banyak dikenal manfaatnya. Dalam masa pandemic seperti ini, olahraga teratur dan terukur mampu meningkatkan sistem imun sehingga kita lebih kuat menangkal serangan virus dan bakteri. Dalam bidang kedokteran gigi-pun olahraga ternyata mempunyai banyak efek positif. Olahraga ternyata mampu meningkatkan kecepatan penyembuhan luka pencabutan gigi.

Prevalensi pencabutan gigi di dunia pada tahun 2010 mencapai 2,4% dan di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 2,9%. Beberapa kasus menunjukkan terhambatnya penyembuhan luka pascapencabutan gigi karena banyak faktor. Proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan optimal. Pada beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh dosen Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR, Aqsa Sjuhada Oki, latihan fisik terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka pada fase inflamasi. Latihan fisik yang sering dilakukan oleh masyarakat berupa latihan aerobik dan anaerobik. Penelitian kali ini berfokus pada untuk membandingkan efektivitas latihan fisik secara aerobik dan anaerobik secara kontinu, dalam penyembuhan luka pascapencabutan gigi.

Tujuan penelitian ini adalah membuktikan perbedaan efektivitas penyembuuhan luka pasca pencabutan gigi pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diberi latihan kontinu aerobik dan anaerobik berdasarkan jumlah fibroblas dan neovaskular. Untuk studi ini dipergunakan hewan coba tikus Wistar dibagi menjadi 3 kelompok, 1 kelompok kontrol (K1), kelompok perlakuan latihan kontinu aerobik (K2), dan kelompok perlakuan latihan kontinu anaerobik (K3). Tikus diberi perlakuan berupa renang setiap tiga kali dalam 1 minggu selama 6 minggu. Kelompok K2 diberi latihan renang dengan ketentuan 50% kapasitas renang maksimal (KRM) dan 3% beban, sedangkan kelompok K3 diberi latihan renang dengan ketentuan 65% KRM dan 6% beban. Jumlah fibroblas dan neovaskular diperiksa 3 hari setelah pencabutan gigi. Dengan pengecatan Hematoxilin-eosin (HE), jumlah sel fibroblast dan neovaskularisi dihitung dengan cermat. Selanjutnya data dianalisa dengan uji statistika One Way Anova.

Terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah fibroblas antara kelompok K2 dan K3. Sedangkan jumlah neovaskular pada kelompok perlakuan (K2 dan K3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari aspek peningkatan jumlah sel fibrobas, ternyata latihan anaerobik menunjukkan hasil yang lebih baik, sedangkan dalam aspek pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi), tidak ada perbedaan yang bermakna antara latihan aerobik dan anaerobik.

Hasil penelitian ini memperkuat beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti bahwa olahraga mampu memperbaiki oksigenasi jaringan yang pada akhirnya meningkatkan kecepatan penyembuhan luka. Peneliti telah meneliti hal serupa dengan berbagai variabel yang berbeda, dan hasilnya tetap konsisten.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan baik latihan aerobik dan anaerobik mampu meningkatkan kecepatan penyembuhan luka pasca pencabutan gigi di rongga mulut, baik dalam aspek jumlah fibroblast maupun pembentuka pembuluh darah baru. Penelitian ini adalah bagian dari pohon penelitian yang dikembangkan di Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR yang disebut dengan Sports Dentistry, yang berkonsentrasi untuk mengungkap manfaat olahraga terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Penulis: Aqsa Sjuhada Oki, Moch Febri Alviansyah, Christian Khoswanto, Retno Pudji Rahayu, Muhammad Luthfi.

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/21281/12756

(Acceleration of post-tooth extraction socket healing after continuous aerobic and anaerobic physical exercise in Wistar rats (Rattus norvegicus))

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu