Himakua UNAIR Banyuwangi Tetapkan Ketua Baru Melalui e-Voting

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Himakua PSDKU UNAIR Banyuwangi

UNAIR NEWS – Re-organisasi adalah agenda tahunan setiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tak kecuali Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Karena adanya Pandemi Covid-19, Pemira (Pemilihan Calon Ketua dan Wakil Ketua HIMAKUA) yang biasanya dilaksanakan layaknya pemilu harus dilaksanakan secara daring pada tahun 2020 ini.

Ridho Muhammad Fikri selaku ketua pemira mengungkapkan karena AD/ART HIMAKUA yang menyatakan bahwa masa jabatan dalam satu periode kepengurusan maksimal 14 bulan membuat pemira 2020 tetap harus dilaksanakan walau harus secara online. Namun hal tersebut tak menyurutkan antusiasme Mahasiswa Akuakultur PSDKU UNAIR Banyuwangi dalam menyambut pesta demokrasi tersebut.

“Partisipasi dan antusiasme mahasiswa bisa dibilang cukup tinggi, hampir 80% suara yang masuk dari total DPT yang terdaftar,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Ridho tersebut. “Hal itu, mungkin karena pemira online ini dinilai cukup simpel serta tidak menyita banyak waktu dan tenaga seperti pemira offline, cukup melalui ponsel sudah bisa menggunakan hak suaranya,” tambahnya.

Pemira online yang dilaksanakan hari Senin (12/12), dilakukan menggunakan Online Voting System berbasis website. Dimana semua mahasiswa yang memiliki kode akses sebagai identitas DPT dapat melakukan pemilihan. Ridho menilai melalui sistem ini pemira tahun 2020 ini dapat menjamin 6 asas pemilu (luberjurdil).

“Setiap mahasiswa akanmendapat link dan kode akses melalui email universitas masing-masing sehingga kerahasiaan pilihan mereka terjamin, setiap kode akses hanya dapat digunakan sekali sehingga tidak akan ada suara ganda dan suara tidak sah,” paparnya.

Berdasarkan hasil perhitungan suara, pasangan calon nomor 2 atas nama Gilang Septian (2018) dan Muhlis Fajaryanto (2019) ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua HIMAKUA periode 2020 – 2021 dengan perolehan 57,56 % suara. Gilang mengungkapkan bahwa terpilih ditengah pandemi adalah sebuah tantangan, perlu banyak adaptasi dan efisiensi.

“Karena memang hampir 75 persen kepengurusan yang sebelumnya juga melalui daring, jadi untuk tahun ini, akan lebih disesuaikan setiap program kerjanya supaya bisa lebih efektif dan efisien,” tutur Gilang saat ditemui tim UNAIR NEWS Rabu (16/12).

Menutup perjumpaan dengan tim UNAIR NEWS besar harapan Gilang akan partisipasi mahasiswa Akuakultur PSDKU dalam HIMAKUA supaya bisa menjalankan amanah dan membuat HIMAKUA yang lebih baik.

“Tentunya saya dan muhlis tidak bisa sendirian, butuh bantuan dan partisipasi dari teman-teman Akuakultur dalam kepengurusan untuk mewujudkan HIMAKUA yang lebih baik meski ditengah pandemi ini,” pungkasnya.

Penulis : Ivan Syahrial Abidin

Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu