Analisis Angka Lempeng Total Kuman pada Dinding dan Lantai Ruang Perawatan Berdasarkan Tipe Rumah Sakit di Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh RS Syarif Hidayatullah

Rumah sakit merupakan bagian yang paling penting pada organisasi pelayanan medik yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara kuratif kepada masyarakat sekitar. Kegiatan di rumah sakit tentu saja dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Ditempat ini pasien mendapatkan terapi dan perawatan untuk dapat sembuh. Tetapi, rumah sakit selain untuk mencari kesembuhan, juga merupakan tempat bagi berbagai macam penyakit yang berasal dari penderita maupun dari pengunjung. Kuman penyakit ini dapat hidup dan berkembang di lingkungan rumah sakit, seperti udara, air, lantai, makanan dan benda-benda medis maupun non medis.

Infeksi yang terjadi di rumah sakit disebut juga infeksi nosokomial atau Hospital Acquired Infections (HAI’s) merupakan problem yang serius bagi kesehatan masyarakat. HAI’s merupakan infeksi yang didapat pasien selama menjalani prosedur perawatan dan tindakan medis di pelayanan kesehatan setelah ≥ 48 jam dan setelah ≤ 30 hari setelah keluar dari fasilitas kesehatan. Berdasarkan sumber infeksi, maka infeksi dapat berasal dari masyarakat atau dari rumah sakit. Penularan penyakit infeksi rumah sakit dengan pengertian yang lebih luas, yaitu kejadian infeksi tidak hanya berasal dari rumah sakit, tetapi juga dapat dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. 

Rumah sakit selain sebagai sarana pelayanan kesehatan, juga dapat menjadi tempat penularan penyakit infeksi yang berdampak pada gangguan kesehatan. Salah satu tanda penularan infeksi nosokomial yaitu tingginya angka lempeng total (ALT) kuman pada dinding dan lantai di ruang perawatan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis angka lempeng (ALT) kuman pada dinding dan lantai di ruang perawatan berdasarkan  tipe rumah sakit di Jawa Timur dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan tahun 2019. 

Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancang bangun cross sectional, menggunakan data hasil pemeriksaan angka lempeng total (ALT) kuman pada dinding dan lantai ruang perawatan rumah sakit oleh BBTKLPP Surabaya. Data diolah dengan teknik statistik serta dianalisis secara deskriptif dan tabulasi silang (crosstab). Hasil Penelitian : Batas syarat ALT kuman dinding dan lantai menurut peraturan sebesar 5 – 10 CFU/cm2

Hasil penelitian menunjukan angka lempeng total (ALT) kuman pada dinding dan lantai pada ruang perawatan, sebanyak 83,3% rumah sakit memenuhi batas syarat baku mutu dan sebanyak 16,7% rumah sakit tidak memenuhi batas syarat. Rumah sakit tipe B dan C yang tidak memenuhi batas syarat,  16,67% tipe B dan 28,57% tipe C. ALT kuman pada dinding dan lantai ruang perawatan yang tidak memenuhi syarat tertinggi terdapat pada rumah sakit dengan tipe C. Setelah dilakukan analisis, terdapat hubungan lemah antara ALT kuman pada dinding dan lantai terhadap tipe rumah sakit (coefficient contingency =0,258), yang artinya tipe rumah sakit yang bagus tidak menjamin ALT kuman yang kecil.

Angka Lempeng total lantai dan dinding ruang perawatan pasien di rumah sakit seluruh Jawa Timur mayoritas masih berada di bawah standar baku mutu sesuai dengan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit yaitu sebesar 5 – 10 CFU/cm2. Tetapi masih ada beberapa yang diatas baku mutu yang telah ditetapkan, oleh karena itu pengelola rumah sakit harus lebih mengawasi dalam hal hygiene dan sanitasi di ruang perawatan.

Angka Lempeng total lantai dan dinding ruang perawatan pasien di rumah sakit seluruh Jawa Timur mayoritas masih berada di bawah standar baku mutu sesuai dengan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit yaitu sebesar 5 – 10 CFU/cm2. Tetapi masih ada beberapa yang diatas baku mutu yang telah ditetapkan, oleh karena itu pengelola rumah sakit harus lebih mengawasi dalam hal hygiene dan sanitasi di ruang perawatan.

Saran perlu adanya penelitian lanjutan, terutama dalam hal identifikasi lanjutan mikrobia yang diamati hingga ke tingkat spesies dan perhitungan angka lempeng total dapat diterapkan pada peralatan medis, peralatan makan dan ruangan lain di rumah sakit. Sebaiknya pihak rumah sakit perlu untuk menjaga hygiene sanitasi, agar angka kuman yang ada pada dinding dan lantai tidak melebihi batas syarat, sehingga tidak terjadi penularan penyakit yang disebabkan oleh infeksi nosokomial.

Penulis: R. Azizah

Link jurnal terkait tulisan di atas: ANALYSIS OF TOTAL PLATE COUNT (TPC) OF GERMS ON WALLS AND FLOORS OFTREATMENT ROOM BASED ON HOSPITAL TYPE IN EAST JAVA AND ITS IMPACT ON THE ENVIRONMENT AND HEALTH IN 2019 https://www.psychosocial.com/article/PR201086/11619/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu