Efek Genotoksik dari Paparan Polutan Udara Terkait Lalu Lintas Perkotaan pada Anak-anak di Lembah Klang, Malaysia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh pelajaran.co.id

Paparan polutan udara terkait lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat karena menyebabkan banyak penyakit setiap tahun di Malaysia. Peningkatan jumlah kendaraan tetap menjadi sumber pencemaran udara yang paling signifikan di banyak daerah perkotaan, khususnya di Lembah Klang. Lembah Klang telah diidentifikasi sebagai daerah sumber utama emisi polutan sejak mulai menjadi kawasan pusat pengembangan di Malaysia. Sumber utama emisi gas jejak berasal dari kendaraan bermotor, industri manufaktur, dan kota-kota padat penduduk. Di daerah perkotaan seperti wilayah Lembah Klang, konsentrasi CO, NO 2, sehingga dua gas terutama dipengaruhi oleh lalu lintas jalan raya yang padat. Chen dkk. menyatakan bahwa gangguan kesehatan pernafasan Dampak yang mempengaruhi anak-anak yang tinggal di perkotaan dapat dipengaruhi oleh paparan polutan udara yang dihasilkan oleh emisi kendaraan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara TRAP dan kerusakan DNA serta gejala kesehatan pernapasan di antara anak-anak yang bersekolah di tempat tinggi dan kepadatan lalu lintas yang rendah di wilayah Lembah Klang.

Penelitian ini merupakan studi komparatif cross-sectional pada 188 responden. Responden tersebut terdiri dari kelompok terpapar yaitu anak sekolah dasar yang bersekolah di daerah dengan kepadatan lalu lintas tinggi berjumlah 94 anak dan kelompok pembanding yaitu nak sekolah dasar yang berada di daerah dengan kepadatan lalu lintas rendah berjumlah 94 anak. Pengambilan responden dilakukan dengan metode stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Penelitian ini ini telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan Malaysia dan di-review oleh Komite Etik untuk Penelitian yang Melibatkan Subjek Manusia Universiti Putra Malaysia (UPM) dengan nomor referensi JKEUPM-2018-324 dan JKEUPM-2018-376.

Pengukuran TRAP dilakukan menggunakan DustTrakTM DRX Aerosol Monitor 8534, n Q-TrakTM Quality Monitor 7575, TSI VelocicalC Plus Model 8386 dan Model BD LaMotte Air Sampling Pump. Survei penghitungan lalu lintas dilakukan dengan interval dua kali sehari yaitu dari jam 07.00-07.30 pagi dan dari jam 13.00-13.30 siang saat anak sekolah tiba dan meninggalkan sekolah. Instrumen kuesioner dalam penelitian ini memodifikasi dan mengadopsi dari penelitain sebelumnya. Modofikasi dilakukan pada kuesioner internasional standar ATS-DLD-78-C oleh ATS. Adopsi seutuhnya dilakukan pada kuesioner tentang asma, alergi dan gejala pernapasan dari International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC).

Penelitian ini menemukan bahwa paparan TRAP secara signifikan terkait (p< 0,001) dengan gejala pernapasan dahak dan frekuensi MN. Temuan, setelah mengontrol faktor perancu (area perumahan, jarak rumah dari jalan raya, paparan ETS, penggunaan obat nyamuk, bahan bakar untuk memasak), sangat menunjukkan paparan tersebut mungkin meningkatkan risiko kerusakan kromosom pada anak-anak yang tinggal di dekat area lalu lintas padat. Sehingga penelitian ini menyatakan ada kebutuhan untuk menerapkan strategi yang dapat mengurangi paparan polutan pada anak-anak dari emisi kendaraan. Karenanya, penerapan kebijakan anti-idling dan idle reduction di sekolah sangat dianjurkan. Selain itu, pihak manajemen sekolah disarankan untuk merelokasi tempat singgah dan tempat menunggu orang tua murid ke daerah yang jauh dari kompleks sekolah. Vegetasi juga dapat membantu mengurangi konsentrasi TRAP dengan menggunakan berbagai tipe vegetasi seperti kombinasi semak dan pepohonan.

Namun, penelitian di masa mendatang harus dilakukan untuk mengukur polutan karsinogenik lain seperti PAH dan gas beracun (benzena, toluena, etilbenzena, xilena) untuk mengevaluasi secara komprehensif efek gabungan dari paparan polutan udara lalu lintas perkotaan pada efek genotoksik pada anak-anak. Batasan lain harus diperhatikan, termasuk ketergantungan pada informasi yang dilaporkan sendiri untuk gejala dan paparan yang dapat menyebabkan validitas informasi yang diperoleh dalam survei dilaporkan berlebihan atau tidak akurat. Selain penilaian keterpaparan di sekolah, penelitian masa depan harus fokus pada pengumpulan data berdasarkan penilaian keterpaparan di rumah, karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah.

Penulis: Nur Hazirah Hisamuddin, Juliana Jalaludin, Aina Nadirah Yusof, Abdul Rohim Tualeka

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://aaqr.org/articles/aaqr-20-03-baq-0114

(Genotoxic Effects of Exposure to Urban Traffic Related Air Pollutants on Children in Klang Valley, Malaysia)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu