Berbagai Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut yang Diderita Pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Dr. Soetomo

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Liputan6.com

Infeksi HIV dan AIDS adalah tantangan global paling menonjol di era masa kini. Indonesia berkontribusi secara besar terhadap kasus ini. Pasien yang terinfeksi HIV berisiko memiliki kelainan pada rongga mulut atau oral sebagai akibat infeksi yang terjadi. Namun, banyak dari mereka cenderung mengabaikan kesehatan oral mereka, karena mereka lebih peduli dengan kondisi kesehatan secara umum. Pasien yang terinfeksi HIV mengalami penurunan sistem imun sehingga sangat berisiko mengalami berbagai infeksi, contohnya infeksi jamur pada rongga mulut atau yang dikenal dengan nama oral candidiasis. Selain infeksi yang merupakan manifestasi dari infeksi HIV, orang dengan HIV/AIDS juga berisiko mengalami masalah kesehatan rongga mulut biasa yang juga bisa diderita pasien tanpa HIV/AIDS, seperti karies gigi, keradangan pada gusi (gingivitis), nekrosis pulpa gigi, dan bahkan sisa akar akibat karies yang parah.

Di Indonesia, populasi yang terinfeksi HIV berkembang secara pesat. Kedokteran gigi memegang peran penting dan harus dilengkapi dengan pengetahuan, keterampilan, dan fasilitas yang memadai ketika berhadapan dengan pasien dengan penyakit menular, khususnya HIV. Dari penjelasan di atas, kami melakukan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan manifestasi oral pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo Surabaya dan masalah terkait gigi dengan tujuan untuk menilai kesadaran dan kesediaan dokter gigi untuk memberikan manajemen holistik mengenai status kesehatan rongga mulut pasien. Penelitian ini dilakukan dari tahun 2011-2012 di fasilitas rawat jalan Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo Surabaya. Subjek adalah pasien dengan AIDS stadium 4. Sebanyak 87 pasien berpartisipasi dalam penelitian ini. Subjek diwawancarai mengenai kesehatan rongga mulut mereka dan kemudian dilakukan pemeriksaan rongga mulut oleh dua dokter gigi spesialis penyakit mulut.

Sebagian besar subjek adalah pria, dengan total 59 subjek, sementara 28 yang lain adalah wanita. Hasil pemeriksaan oral didapatkan suatu kondisi acute pseudomembranous candidiasis (47,13%), atrophic glositis (22,98%), oral hairy leukoplakia (16,09%), exfoliative cheilitis (14,94%), angular cheilitis (11,49%) dan aphthous stomatitis (11,49%). Di sisi lain, masalah gigi yang ditemukan adalah sisa akar dengan angka tertinggi sekitar 96,55%, karies gigi (79,31%), gingivitis marginalis kronis (67,81), nekrosis pulpa (50,57%), dan impaksi molar ketiga (25,28%).

Dalam penelitian ini, tidak ada satu pun peserta penelitian memiliki keadaan rongga mulut yang benar-benar sehat. Lesi mukosa oral yang paling umum ditemukan dalam penelitian ini adalah acute pseudomembranous candidiasis, atrophic glossitis, dan oral hairy leukoplakia.  

Selain infeksi candida, infeksi oportunistik dari Virus Epstein-Barr (EBV) yaitu oral hairy leukoplakia, merupakan salah satu indikator handal terhadap status penurunan jumlah CD4 pada pasien HIV. Lesi ini kira-kira ditemukan pada 20% pasien HIV-positif yang menunjukkan penurunan kekebalan tubuh secara signifikan. Ketika sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah, gangguan hematologis (darah) sering terjadi pada pasien HIV/AIDS. Studi sebelumnya menyatakan bahwa prevalensi dari anemia adalah sekitar 70% pada pasien HIV-positif dan hal ini erat kemungkinannya dengan penggunaan obat anti-retroviral.

Infeksi yang terjadi pada jaringan keras atau lunak mulut menyebabkan respons peradangan dari tubuh mereka sediri. Infeksi merangsang sitokin pro-inflamasi untuk mengaktifkan sel limfost T. Stimulasi keradangan pada sel T yang terinfeksi HIV juga akan mengaktifkan replikasi HIV dan penurunan jumlah sel CD4. Pasien yang terinfeksi HIV dan AIDS sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa semua dokter gigi harus siap dengan pengetahuan komprehensif tentang manifestasi oral terkait HIV dan pertimbangan perawatan gigi untuk memberikan manajemen kesehatan gigi dan oral yang memadai sebagai bagian dari manajemen holistik orang dengan HIV /AIDS.

Penulis: Desiana Radithia

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/1291

Desiana Radithia, Bagus Soebadi, Hening Tuti Hendarti, Meircurius Dwi Condro Surboyo, Nurina Febriyanti Ayuningtyas, Erwin Astha Triyono. 2020. Dental-related problems and oral manifestation of HIV/AIDS patients in Soetomo General Hospital Surabaya. Bali Medical Journal (Bali Med J), Volume 9, Number 2: 537-541.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu