Analisis Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Perawat dalam Menerapkan Resusitasi pada Serangan Jantung Pasien

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh avitaliahealth.com

Salah satu kasus gawat darurat yang dapat mengancam jiwa jika tidak mendapat penanganan yang baik dari petugas kesehatan adalah serangan jantung. Studi pendahuluan perawat IGD RSUD Dr. Koesma Tuban dari hasil penelitian didapatkan bahwa sekitar 90% perawat memiliki sertifikat BLS dan PPGD yang berasal dari pelatihan di luar Rumah Sakit dan pelatihan in house yang diselenggarakan oleh RSUD Tuban. Resusitasi berkualitas tinggi dan kepercayaan diri yang efektif sangat penting bagi perawat yang biasanya menjadi responden pertama di klinik gawat darurat rumah sakit. Ini membutuhkan serangkaian tindakan terkoordinasi dalam Survival Chain, dan termasuk pengenalan awal dan aktivasi segera, CPR dini, defibrilasi cepat, bantuan hidup tingkat lanjut yang efektif dan perawatan pasca-jantung terintegrasi. 

Kurangnya kesiapan dan kepercayaan perawat dalam merespon kejadian resusitasi dapat mengakibatkan waktu yang lama untuk intervensi dan akibatnya menurunkan kesempatan pasien untuk bertahan hidup. Penelitian lain yang dilakukan Swenson terhadap 284 responden perawat bahwa perawat yang memiliki self-efficacy dan karakter yang kuat akan meningkatkan kualitas pelayanan di klinik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri perawat dalam melakukan resusitasi jantung di IGD RSUD Dr. Koesma Tuban.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan studi cross-sectional kepada 30 orang perawat di IGD RSUD Dr. Koesma Tuban Tipe B. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2016. Variabel penelitian ini antara lain penguasaan faktor pengalaman, Faktor pengalaman atau modeling, faktor verbal dan faktor persuasif keadaan fisiologis dan afektif terhadap variabel terikat yaitu efikasi diri perawat. Instrumen penelitian ini menggunakan angket dengan skala penilaian Guttman dan Likert. Pada penelitian ini dilakukan tiga analisis yaitu, uji univariat, uji bivariat dan uji multivariat.

Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki yaitu 66,7% dan perempuan 33,3%, dengan rerata umur 32,93 tahun dan median 33, mayoritas berpendidikan D-III Keperawatan (80%). Sebagian besar responden memiliki pengalaman penguasaan yang standar (60%), memiliki Pengalaman Perwakilan dalam kategori baik (60%), memiliki Persuasi Verbal dalam kategori kuat (73,3%), memiliki Keadaan Fisiologis dan Afektif dalam kategori ringan (66,7%), dan memiliki efikasi diri dalam kategori positif dengan (80%). Perawat dengan penguasaan Standar Pengalaman memiliki kecenderungan memiliki kemandirian positif sebesar 0,076 kali lebih besar dari pada perawat yang tidak menguasai pengalaman standar. Sedangkan perawat dengan persuasi verbal kuat memiliki kecenderungan memiliki self-positive efficacy sebesar 0,068 kali lebih besar dibandingkan dengan perawat dengan persuasif verbal lemah.

Penelitian ini menyatakan bahwa ada keterkaitan antara mastery experience, verbal persuasion dengan self-efficacy perawat dalam melakukan resusitasi pada pasien henti jantung di IGD RSUD Dr. Koesma Tuban dan. Tidak ada hubungan antara Vicarious Experience atau Modeling dan Physiological and Affective State dengan self-efficacy perawat dalam melakukan resusitasi pada pasien henti jantung di RSUD Dr. Koesma Tuban. Pengalaman penguasaan merupakan aktor yang paling dominan mempengaruhi efikasi diri perawat gawat darurat dalam melakukan resusitasi pada pasien henti jantung di IGD RSUD Dr. Koesma Tuban namun tidak menutup kemungkinan faktor lain seperti eksploitasi verbal.

Penulis: Ahsan Ahsan, Abdul Rohim Tualeka, Pudji Rahmawati, Syamsiar S Russeng, Indri H Susilowati, Julia Jalaluddin

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://dialnet.unirioja.es/servlet/articulo?codigo=7667370

(Factors analysis affecting nurse efficacy in implementing resuscitation in cardiac arrest patients)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu