Efek Sitotoksik Ekstrak Daun Tithonia diversifolia (Kembang bulan) pada Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell (BMSC)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh 123rf.com

Konsumsi jamu atau obat tradisional di Indonesia terus berlanjut hingga saat ini mengacu pada data penelitian kesehatan dasar oleh Kementerian Kesehatan RI yang menunjukkan bahwa 30,4% rumah tangga di Indonesia menggunakan jasa kesehatan tradisional, termasuk 49% rumah tangga yang menggunakan jamu. Tanaman obat yang banyak dikenal oleh orang Indonesia dengan sebutan “daun insulin” adalah daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia) yang terkenal dengan khasiat antidiabetiknya, selain itu terdapat juga tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat berfungsi sebagai bahan antidiabetik. Terbukti khasiat ekstrak daun Tithonia diversifolia juga diikuti oleh temuan lain, dimana uji toksisitas ekstrak daun Tithonia diversifolia dengan pemberian ekstrak daun Tithonia diversifolia pada tikus pada konsentrasi 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB menunjukkan adanya penebalan tubular. dinding dengan adanya banyak kerusakan pada inti sel tubular dan pembuluh darah mulai terlihat, sedangkan pada dosis 1600 mg/kgBB menunjukkan nekrosis tubular luas pada ginjal, konsentrasi hati 400 mg/kgBB telah menunjukkan kerusakan hepatosit periportal yang signifikan. dengan vakuola seluler dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi 1600mg/kgBB.

Uji toksisitas dilanjutkan untuk mengetahui senyawa toksik pada ekstrak daun yang diketahui sebagai senyawa penyebab efek sitotoksisitas adalah senyawa sequiterpene lactone (STL). Sesquiterpene lactones (STLs) menyajikan berbagai aktivitas biologis, sebagian besar berdasarkan pada kemampuan alkilasi mereka. Mekanisme ini dikenal sangat nonspesifik dengan selektivitas rendah dan karenanya toksisitas non spesifik sangat tinggi. Tanaman obat yang akan dikonsumsi dan terjamin keamanannya harus dikembangkan menjadi obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Salah satu tahapan dalam pengembangan obat herbal menjadi fitofarmaka adalah tahap uji praklinis yang terdiri dari uji toksisitas yang dapat dilakukan secara in vitro dan in vivo. Uji sitotoksisitas merupakan uji toksisitas dengan menggunakan sel jaringan secara in vitro sel punca mesenkim sumsum tulang (BMSC) untuk skrining tes toksikologi in vitro terkait dengan realisasi bahwa sel punca mesenkim dapat dengan mudah diisolasi, siap untuk dikembangkan dalam kultur, dan dapat dibedakan dengan baik di bawah stimulasi yang sesuai. Sel induk mesenkim sumsum tulang (BMSC) diketahui sangat sensitif dalam pengujian sitotoksisitas obat kanker dan beberapa ekstrak tumbuhan diketahui memiliki efek sitotoksik dan beberapa obat sitotoksik diketahui menyebabkan kerusakan stroma pada sumsum tulang seperti sitosin arabinosida. Untuk itu untuk mendukung kegunaan ekstrak daun Tithonia diversifolia yang telah digunakan sebagai pengobatan antidiabetik, perlu dilakukan uji sitotoksisitas ekstrak daun tersebut. Dengan harapan hasilnya bisa dijadikan bahan referensi.

Penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Tithonia diversifolia maka semakin rendah persentase sel mesenkim mencit hidup yang artinya semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Tithonia diversifolia maka semakin tinggi pula efek sitotoksisitas sel mesenkim tikus, sehingga Konsentrasi terendah 0,0625% menghasilkan viabilitas sel tertinggi, sedangkan ekstrak bunga bulan dengan konsentrasi 0,5% menghasilkan viabilitas sel terendah.

Hasil yang diperoleh sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa toksisitas suatu bahan berbanding lurus dengan pemaparan. Determinan pemaparan tersebut berupa konsentrasi material. Faktor lain yang menyebabkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan, semakin banyak sel mesenkim yang mati karena aktivitas senyawa fenol akan menurun pada pemberian ekstrak dengan dosis yang semakin tinggi, hal ini disebabkan oleh peningkatan konsentrasi ekstrak pada dosis tinggi yang mengakibatkan senyawa fenolik sulit untuk diolah. diserap, sehingga aktivitas antioksidan menurun. Aktivitas biologi yang ditunjukkan oleh daun Tithonia diversifolia dikaitkan dengan keberadaan lakton seskuiterpenen, lebih dari 2% berat kering daun Tithonia diversifolia mengandung senyawa sesquiter-lactone (STL).

Sesquiterpene lactones (STLs) menyajikan berbagai aktivitas biologis, sebagian besar berdasarkan pada kemampuan alkilasi mereka. Alkilasi adalah mekanisme utama lakton Sesquiterpene, dengan pembentukan ikatan kovalen dengan makromolekul biologis. Mekanisme alkilasi Sesquiterpene lactones (STLs) selain memberikan banyak manfaat, mekanisme ini dikenal sangat nonspesifik dengan selektivitas yang rendah dan karenanya toksisitas non-spesifik sangat tinggi.

Mekanisme non-alkilasi seskuiterpen lakton diketahui menghambat kelas enzim transpor Ca2+ (pompa serca). Kalsium kemudian dilepaskan dari retikulum endoplasma (ER) yang meningkatkan kadar kalsium sitosol. Peningkatan kadar Ca2+ (pompa serca) menyebabkan perubahan banyak fungsi seluler, yang dapat menyebabkan stres mitokondria dan peningkatan pelepasan ROS dari mitokondria yang juga menyebabkan kerusakan DNA oksidatif. Kadar kalsium sitosol yang meningkat mengakibatkan pelepasan beberapa enzim (ATPase, fosfolipase, protease, dan endonuklease yang dapat merusak membran sel (fosfolipase, dan protease). Endonuklease diketahui menyebabkan kematian inti sel kromatin. Kerusakan membran sel dan sel inti sel menyebabkan kematian sel. Parameter yang menunjukkan sitotoksisitas adalah LC50 dimana konsentrasi zat tertentu mematikan hingga 50% sel Jumlah ini tergantung pada lama inkubasi dengan zat tersebut.

Sel hidup terbanyak pada pemberian ekstrak daun Tithonia diversifolia 0,00625%, sehingga ekstrak daun Tithonia diversifolia menunjukkan persentase viabilitas sel tertinggi yang berarti konsentrasi 0,0625% aman digunakan. Nilai Lethal Concentration (LC50) pada pemberian ekstrak daun Tithonia diversifolia berada pada konsentrasi 0,167%.

Penulis: Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH

Informasi detail dari kajian ini dapat dilihat pada tulisan kami di: http://www.sysrevpharm.org//fulltext/196-1604438925.pdf?1605766282

Hani Plumeriastuti, Agesti Veva Kalista, Budiastuti and Mustofa Helmi Effendi, Cytotoxicity Test of Tithonia diversifolia Leaf Extract on Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell (BMSC) of Rats Using MTT Assay MethodSys Rev Pharm 2020;  11(9):1008-1013.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu