Kadar Vitamin D darah pada Pasien dengan Skizofrenia di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi kadar vitamin D. (Sumber: SehatQ)

Indonesia merupakan negara tropis dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Paparan sinar matahari yang sangat banyak di negara ini sebetulnya merupakan sumber Vitamin D yang baik bagi kesehatan manusia. Penelitian mengenai kadar Vitamin D darah telah dilakukan untuk mendukung hipotesis-hipotesis penyakit. Defisiensi vitamin D diduga juga mempengaruhi kondisi kesehatan mental seperti depresi dan gangguan jiwa berat (psikosis). Pemeriksaan kadar Vitamin D darah tidak lazim digunakan sebagai pemeriksaan rutin dalam perawatan pasien penyakit fisik maupun pasien dengan gangguan kejiwaan.

Penelitian defisiensi vitamin D dilakukan di RSUD dr. Soetomo pada pasien Skizofrenia yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan di Poli Jiwa dan Ruang Rawat Inap Jiwa. Penelitian semacam ini belum pernah dilakukan di Indonesia. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur kadar vitamin D darah pada pasien Skizofrenia dan melihat hubungannya dengan derajat keparahan penyakit Skizofrenia yang diderita.

Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa rerata kadar vitamin D darah pada pasien skizofrenia sebesar 23.46±9.16 ng/mL (kadar vitamin D darah rendah) dimana kadar normal yang seharusnya dicapai adalah > 30 ng/mL. Kadar Vitamin D darah pasien laki-laki lebih tinggi daripada pasien perempuan yaitu 24.36±9.80 ng/mL vs 21.96±7.98 ng/mL, namun demikian tidak ditemukan adanya perbedaan bermakna dari kedua jenis kelamin tersebut. Hasil ini tentu saja mengejutkan untuk kita.

Dengan letak geografis Indonesia yang berada di khatulistiwa tidak membuat pasien Skizofrenia mempunyai kadar vitamin D yang normal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan seperti keengganan pasien untuk terpapar sinar matahari karena takut panas, asupan makanan yang kurang bergizi sehingga kebutuhan Vitamin D dari makanan juga kurang, selain itu kecenderungan pasien skizofrenia yang menarik diri dari pergaulan juga menyebabkan kegiatan luar rumah (outdoor activity) juga kurang. Penggunaan tabir surya diduga juga menjadi factor yang membuat defisiensi vitamin D. tabir surya akan menghambat peneyrapan sinar UVB pada kulit. Kadar Vitamin D pasien laki-laki yang lebih tinggi kemungkinan disebabkan pasien Laki-laki lebih sering bekerja di luar rumah daripada pasien perempuan.

Analisis hubungan antara kadar vitamin D pasien skizofrenia dengan derajat keparahan penyakit tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa difisiensi vitamin D darah pada pasien skizofrenia tidak membuat gejalanya lebih parah. Tentu saja kadar vitamin D darah bukan satu-satunya penyebab keperahan penyakit. Masih banyak factor-faktor yang lain yang mempengaruhi keparahannya. Sehingga hipotesis jalur inflamasi pada pasien skizofrenia di Indonesia yang berhubungan dengan defisiensi vitamin D tidak terbukti. Penelitian serupa di negara yang lain juga menemukan ketidakkonsistenan hasil.

Meskipun penelitian ini tidak berhasil membuktikan hubungan antara defisiensi vitamin D dengan keparahan skizofrenia, penelitian ini telah berhasil mengungkap kadar vitamin D darah pasien skizofrenia di Indonesia. Hasil ini tetap akan bermanfaat untuk memberikan data awal terhadap kondisi status nutrisi pasien-pasien dengan gangguan jiwa terutama pasien skizofrenia. Selain itu, penelitian ini juga dapat dijadikan dasar untuk rekomendasi dalam perawatan pasien skizofrenia di Indonesia dengan mempertimbangkan pemberian terapi-terapi psikososial di luar ruangan lebih banyak serta memperhatikan asupan nutrisi pasien selama perawatan di rumah sakit dengan porsi makanan yang lebih kaya Vitamin D.

Penulis: Azimatul Karimah

Artikel diterjemahkan dari :Adil Dinata Simangunsong, Aryati, Azimatul Karimah, Ferdy Royland Marpaung (2019) CORRELATION BETWEEN SERUM VITAMIN D LEVELS AND SEVERITY OF SCHIZOPHRENIA PATIENTS IN THE DR. SOETOMO HOSPITAL. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 2019 July, 25 (3) : 250 – 256. Available at www.indonesianjournalofclinicalpathology.org

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu