Fungsi Ginjal dan Kaitannya Dengan Pemberian Obat Imatinib pada Leukemia Granulositik Kronik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Beaconhospital.com.my

Leukemia granulositik kronik (LGK) adalah salah satu keganasan darah yang sering ditemukan dan merupakan keganasan tersering nomer 6 di dunia. Pasien tersering berusia 45-55 tahun dan jarang ditemukan pada anak. Leukemia kronik ini disebabkan adanya kromosom abnormal yang dikenal dengan Philadelphia kromosom. Tanda dan gejala yang sering ditemukan pada penderita LGK adalah peningkatan leukosit dan pembesaran limpa. Pengobatan pada LGK telah mengalami kemajuan pada dekade terakhir dengan tersedianya obat imatinib yang termasuk golongan tyrosine kinase inhibitor. Obat ini memberikan angka harapan hidup yang cukup panjang sehingga diperlukan pemahaman dan peningkatan kemampuan tatalaksana dan observasi efek samping pengobatan pada pasien LGK.

Pengobatan imatinib pada LGK diduga dapat menurunkan fungsi ginjal yang dihitung dengan pemeriksaan Laju Filtrasi Ginjal. Beberapa penelitian di luar negri menyebutkan lama pemberian imatinib memberikan pengaruh pada penurunan fungsi ginjal. Karena itu perlu diteliti pengaruh imatinib pada fungsi ginjal pada pemberian jangka panjang pada pasien di Indonesia. Beberapa faktor lain yang dapat  menurunkan fungsi ginjal adalah diabetes, hipertensi, riwayat batu ginjal dan sebab lain. Pengetahuan akan adanya berbagai faktor yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal pada pasien LGK dapat memberikan kewaspadaan pada dokter yang merawat dalam melakukan observasi dalam perawatan.

Data dari 64 pasien LGK di Surabaya, Indonesia, yang mendapat pengobatan Imatinib jangka panjang didapatkan adanya hubungan lama pengobatan dengan penurunan laju filtrasi glomerulus. Rerata pasien sudah mendapat imatinib 30 bulan, sebagian besar laki-laki dengan rerata usia 46 tahun. Hail penelitian menunjukkan Laju Filtrasi Ginjal menurun  perlahan. Hal ini menunjukkan perlunya memonitor fungsi ginjal pada pasien LGK yang mendapat Imatinib.

Penulis: Dr. S. Ugroseno Yudho Bintoro, dr. SpPD KHOM.

Informasi lebih detail riset dari tulisan ini dapat dilihat di: http://repository.unair.ac.id/96220/

S. Ugroseno Yudho Bintoro, Agus Prabowo , Made Putra Sedana , Ami Ashariati , Artaria Tjempakasari. The correlation of Imatinib Therapy Duration and Estimated glomerular Filtration Rate in Chronic Myelogenous Leukemia Sys Rev Pharm 2020; 11(3): 657 660 A multifaceted review journal in the field of pharmacy E-ISSN 0976-2779 P-ISSN 0975-8453.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu