Fibrin Glue sebagai Agen Antifibrosis Melalui Ekspresi Matriks Ekstraselular

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh klinikmatanusantara.com

Glaukoma merupakan penyebab tersering kedua yang mengakibatkan terjadinya kebutaan di dunia kelainan pada mata yang ditandai adanya glaucomatous optic neuropathy dan defect lapang pandangan yang khas, dimana peningkatan tekanan intraokular merupakan salah satu faktor resiko yang utama. Prosedur yang paling sering dilakukan untuk mengurangi tekanan intraokular adalah trabekulektomi, yang digunakan untuk membuat saluran antara bilik mata depan dan subkonjungtiva. Formasi dan fungsi penyaringan bleb adalah tanda utama dari keberhasilan operasi filtrasi glaukoma (Yamanaka et al., 2015; Stamper et al., 2009; Cioffie et al., 2013; Komaratih, 2018).

Penyebab utama kegagalan pada pascatrabekulektomi adalah adanya pembentukan fibrosis yang berlebihan pada area bleb subkonjungtiva. Keberhasilan trabekulektomi meningkat dengan penggunaan antimetabolit mitomycin C (MMC). Akan tetapi, penggunaan MMC sebagai agen antifibrosis dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang mengancam penglihatan sampai terjadi kebutaan. Sebaliknya, fibrin glue telah diidentifikasi sebagai biomaterial potensial untuk aplikasi sebagai sumber faktor pertumbuhan, serta pengatur proteolisis dan antiproteolisis dalam penyembuhan luka. Fibrin glue dikenal biocompatibel, biodegradable, tidak beracun pada permukaan bola mata, mudah dan murah diisolasi dari darah tepi, dan juga dapat diterapkan secara autologous (Garfias et al., 2012; Holan et al., 2015; Li et al., 2012; Tabele et al., 2012; Gasparroto et al., 2014).

Jalur ekstraseluler yang bertanggung jawab untuk degradasi kolagen dimediasi oleh enzim protease dan diikuti oleh degradasi lisosom intraseluler, dengan demikian, proses dimulai melalui pengenalan unit spesifik oleh enzim MMP, meliputi MMP-1, MMP-8, MMP- 13, dan MMP-14. Selanjutnya, penghambat matriks metaloproteinase yang terdiri dari TIMP-1, -2, -3, dan -4 dianggap sebagai glikoprotein dengan kemampuan untuk menjaga keseimbangan matriks ekstraseluler, yang kemudian direnovasi dan dibalik dengan MMP (Seet et al., 2017; Wang et al., 2017; Toiviaien et al., 2015; McKleroy et al., 2013).

Pada penelitian ini dilakukan analisa agen antifibrosis yang terdapat pada fibrin glue melalui analisa imunositokimia ekspresi matrix extracellular. Fibrin glue dibuat dari campuran fibrinogen dan thrombin. Biakan sel fibroblas tenon diberikan perlakukan dengan pemberian mitomycin C, fibrin glue sebagai kontrol positif; sedangkan biakan sel yang tidak diberikan perlakuan sebagai kontrol negatif (Seet et al., 2011; Yamanaka et al., 20151; Masoumpour et al., 2016; Radcliffe, 2010).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fibrin glue mampu menurunkan ekspresi collagen pada biakan sel fibroblas tenon jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Akan tetapi, pada pemberian mitomycin C memliki pengaruh lebih besar dalam menurunkan ekspresicollagen. Selain itu fibrin glue juga mampu menurunkan ekspresi tissue inhibitor of metalloproteinase-2 (TIMP-2) sejalan dengan peningkatan ekspresi matrix metalloproteinase-3 (MMP-3) pada biakan sel fibroblas tenon jika dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Meskipun  pada pemberian mitomycin C penurunan ekspresi tissue inhibitor of metalloproteinase-2 (TIMP-2) memiliki pengaruh yang sama pada pemberian fibrin glue, akan tetapi peningkatan ekspresi matrix metalloproteinase-3 (MMP-3) pada pemberian mitomycin C memiliki pengaruh sedikit lebih besar dibandingkan pemberian fibrin glue. Dari analisa ini dapat menunjukkan bahwa fibrin glue hamper memiliki efektivitas yang sama jika dibandingkan dengan mitomycin C yang memiliki banyak efek samping (Tafti A et al, 2017; Panda A et al, 2017; Ignacio TS et al, 2006; Bahar I et al, 2007).

Sebagai kesimpulan, penelitian in vitro ini dapat menjadi dasar pengembangan fibrin glue sebagai agen antifibrosis baru pada bedah trabekulektomi yang lebih aman, murah, dan mudah dibuat.

Penulis: Nurita Tri Wijayanti, Evelyn Komaratih, Yuyun Rindiastuti, Sylva Dranindi Taqryanka, Helen S, Fedik A. Rantam

Informasi detail dari riset ini dapat diakses pada laman berikut: https://www.connectjournal.com/bca/10.35124/bca.2019.19.S2.4819

(Fibrin Glue As an Antifibrotic Agent on Human Tenon Fibroblast (HTFs) Through Extracellular Matrix Expression)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu