Peran Makrofag pada Kehamilan dengan Periodontitis Kronis sebagai Risiko Preeklamsia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hello Sehat

Periodontitis merupakan salah satu penyakit rongga mulut paling umum pada manusia, yaitu penyakit inflamasi jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme. Porphyromonas gingivalis (P. Gingivalis) merupakan bakteri anaerob gram negatif di rongga mulut yang merupakan penyebab utama penyakit peridontal. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, masalah gigi dan mulut mencapai 57,6% di Indonesia dan hanya 10,2% yang pernah mendapat pelayanan dari tenaga medis. Periodontitis tidak hanya menyebabkan disfungsi rongga mulut tetapi juga berhubungan dengan patologi sistemik dan telah dianggap sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular, penyakit arteri perifer, penyakit pernafasan, dan berat lahir rendah.

Periodontitis merupakan risiko potensial yang dapat meningkatkan komplikasi kehamilan. Penyakit periodontal terjadi pada 20% sampai 50% wanita hamil. Pada wanita hamil terjadi perubahan hormonal yang akan memicu respon tubuh terhadap infeksi. Manifestasi yang paling sering terjadi pada rongga mulut pada ibu hamil adalah gingivitis saat hamil dan telah dilaporkan hampir 100% terjadi pada ibu hamil. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan estrogen dan progesteron yang menyebabkan peningkatan vaskularisasi dan aliran vaskuler seiring dengan perubahan sistem imun.

Selama proses kehamilan akan terjadi perubahan fisiologis dan psikologis. Perubahan yang terjadi selama kehamilan dapat mempengaruhi beberapa bagian tubuh termasuk rongga mulut, yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen yang dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil gingiva, sehingga menjadi tidak permeabel. Preeklamsia diikuti oleh peningkatan mediator proinflamasi yaitu Interleukin-6 (IL-6), Tumor necrosis factor-a (TNF-a) dan C-reactive protein (CRP) dan penurunan Interleukin-10 (IL-10) . Kemudian bakteri tersebut masuk ke dalam plasenta dan akan meningkatkan respon inflamasi pada plasenta janin. Kerusakan pada plasenta akan mengganggu aliran darah dari ibu dan janin sehingga mempengaruhi tekanan darah ibu dan menyebabkan preeklamsia.

Preeklamsia merupakan kelainan yang terjadi pada ibu hamil yang disertai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg serta proteinuria lebih dari 300 mg / dl. Preeklamsia dapat menyebabkan morbiditas ibu dan janin. Preeklamsia adalah sindrom khusus kehamilan dengan penurunan perfusi organ yang menyebabkan vasospasme pembuluh darah dan aktivasi endotel. Sebanyak 3,9% dari seluruh ibu hamil di dunia mengalami preeklamsia.

Pada periodontitis, lipopolisakarida dari bakteri P. gingivalis masuk ke sistemik melalui aliran darah sehingga memicu inflamasi sistemik. Pada periodontitis kronis, monosit dan makrorag diaktivasi oleh endotoksin bakteri P. gingivalis dan diikuti dengan munculnya mediator inflamasi seperti interleukin- 1β (IL-1β). interleukin-6 (IL-6), interleukin-7 / (IL-7), interleukin-23 (IL-23), Tumor Necrosis Factor-a (TNF-a), matrix metalloproteinase (MMP-8) dan (MMP- 8) 9) dalam cairan sulkus gingiva (GCF). Kehadiran lipopolisakarida dalam aliran darah menyebabkan tubuh merespons dengan mengaktifkan sitokin proinflamasi. Pada keadaan ini produksi sitokin proinflamasi menjadi lebih banyak dan terdapat respon fase akut di hati yang menyebabkan peningkatan CRP (C-Reactive Protein).

Pada preeklamsia, terjadi peningkatan sitokin proinflamasi dan penurunan sitokin anti inflamasi seperti IL-10. IL-10 berperan dalam respon imun untuk menghambat produksi berbagai sitokin proinflamasi. Polimorfisme promotor IL-10 menyebabkan penurunan produksi IL-10, hal ini berkaitan dengan terjadinya preeklamsia. Tingginya kadar sitokin proinflamasi pada ibu hamil dengan periodontitis dapat mengakibatkan apoptosis trofoblas yang menyebabkan kegagalan invasi trofoblas dan diikuti oleh iskemia plasenta. Apoptosis trofoblas juga dapat menyebabkan kontraksi rahim sehingga dapat menyebabkan kelahiran prematur. Penelitian ini bertujuan mengetahui akselerasi makrofag pada mencit hamil dengan periodontitis kronis sebagai risiko terjadinya preeklamsia.

Penulis: Dr Pratiwi Soesilawatidrg, M.Kes.

Berikut link jurnal terkait tulisan di atas: https://connectjournals.com/toc2.php?abstract=3233202H_4865A.pdf&&bookmark=CJ-033216&&issue_id=&&yaer=2020

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu