Kanker Mulut dengan Metastasis Blok Atrioventrikular Total pada Jantung : Sebuah Kasus Jarang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi kanker mulut. (Sumber: halodoc)

Metastasis tumor ke jantung berupa hambatan total konduksi listrik jantung atau blok atrioventrikular (AV) total merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Beberapa studi melaporkan insiden terjadinya metastasis jantung sebesar 2,3% hingga 18,3%. Hingga saat ini belum ada pedoman khusus mengenai penanganan kasus blok jantung yang terjadi pada pasien kanker stadium terminal. Pemasangan pacu jantung permanen menjadi pilihan yang sulit karena harus  mempertimbangkan antara manfaat klinis dan perawatan paliatif yang diberikan pada pasien.

Kami melaporkan satu kasus pasien laki-laki berusia 24 tahun yang didiagnosis kanker lidah tipe karsinoma sel skuamosa sejak  6 bulan. Seminggu dalam perawatan di rumah sakit pasien mengeluh dada terasa tidak nyaman dan tubuh lemah. Tekanan darah menjadi hipotensi  yaitu 80/40 mmHg, denyut jantung melambat hanya  44 kali per menit, frekuensi napas dan saturasi oksigen normal.  Hasil EKG  menunjukkan blok AV total dengan irama lolos penghubung 44 kali per menit. Dari pemeriksaan ekokardiografi ditemukan massa intrakardiak berukuran 2,1 x 0,9 cm dan 1,8 x 0,8 cm di atrium kanan dan katup trikuspid dan dicurigai massa tersebut  berasal dari sel kanker mulut yang bermetastasis ke jantung. Ditemukan pula cairan (efusi) di rongga perikardium derajat sedang namun  berkembang menjadi derajat berat setelah 2 minggu bahkan diperlukan tindakan mengevakuasi cairan perikardium (perikardiosentesis) dan didapatkan  cairan hemoragis  yang tipikal dari  penyakit keganasan.

Karena pasien mengalami  bradikardia disertai gejala  bahkan  mengalami syok , segera dipasang pacu jantung sementara sebagai upaya menyelamatkan jiwa. Pasien mengalami perbaikan dan perawatan dilanjutkan dengan mengkoreksi berbagai faktor lain penyebab gangguan konduksi jantung  seperti anemia, infeksi serta gangguan elektrolit. Seiring dengan perbaikan kondisi, pasien tidak lagi menunjukkan gangguan hemodinamik ketika  pacu jantung sementara dicoba dimatikan  tetapi gangguan konduksi jantung  (blok AV total) tetap muncul. Namun demikian, kami memutuskan pacu jantung permanen tidak dipasang berdasar pertimbangan adanya komorbiditas yang serius dengan survival pasien yang rendah serta risiko infeksi . Pasien meninggal pada perawatan hari ke-20 yang disebabkan gagal napas dan syok sepsis.

Dari literasi  mengenai blok jantung akibat metastasis keganasan  ditemukan bahwa dari  10 kasus yang dilakukan pemasangan pacu jantung permanen, hanya 1 pasien menunjukkan durasi hidup yang bermakna. Kanker yang paling sering bermetastasis ke jantung berasal dari rongga mulut, uterus, dan tiroid. Tipe histologi sel kanker yang paling sering adalah karsinoma sel skuamosa. Manifestasi klinis metastasis jantung beragam, dapat tidak menunjukkan gejala hingga menunjukkan gejala batuk darah dan sinkop. Lokasi metastasis kebanyakan adalah ventrikel kanan.

Adanya gangguan konduksi jantung berupa blok AV total  pada pasien kanker mulut harus diwaspadai oleh dokter sebagai suatu kejadian metastasis. Keganasan yang berasal dari mulut dilaporkan jarang hingga menimbulkan blok AV total. Keputusan untuk memasang pacu jantung permanen sangat bergantung pada pertimbangan untung dan rugi pada masing-masing pasien. Pertimbangan tersebut haruslah mencakup status fungsional pasien, komorbid, prognosis, dan respon  terhadap terapi konservatif.

Penulis : Andrianto

Artikel lengkapnya dapat dilihat pada link berikut ini: https://f1000research.com/articles/9-1243

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).