Usung Smart City, Dosen UNAIR Berdayakan Masyarakat Desa Pacar Kembang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Hasil pelatihan pembuatan mural yang diaplikasikan langsung oleh karang taruna. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Masalah kebersihan menjadi salah satu problem yang hingga kini belum bisa diatasi dengan maksimal. Begitu juga dengan penghijauan di area perkampungan, seperti halnya di desa Pacar Kembang, Surabaya Timur.

Dari permasalahan tersebut, Dr. Junairiah, S.Si., M.Kes., salah satu dosen UNAIR bersama tim mengadakan pengabdian masyarakat terhitung mulai bulan Agustus hingga Desember 2020. Kegiatan yang dilakukan secara daring tersebut memberdayakan pemuda karang taruna dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Junairiah menuturkan bahwa permasalahan yang ada harus ditangani dengan aspek lingkungan dan aspek budidaya. Aspek lingkungan meliputi pembenahan kawasan kumuh dan pemanfaatan lingkungan hidup secara produktif.

“Aspek budidaya meliputi penanaman dan pemeliharaan tanaman lidah buaya. Luaran yang dihasilkan adalah publikasi ilmiah yaitu prosiding dan buku saku ber ISBN,” tuturnya dosen Biologi tersebut.

Dalam aspek lingkungan, pembuatan mural menjadi pilihan. Hal tersebut karena diketahui desa Pacar Kembang menjadi salah satu kawasan kumuh yang memiliki area tembok tidak terawat. Proses pelatihan meliputi pembuatan sketsa, pewarnaan, pendetailan gambar, dan finishing.

“Para peserta pelatihan juga praktek membuat berbagai sketsa berupa Tari Remo merupakan tanda ucapan selamat datang, produk kuliner makanan dan minuman yang menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan oleh warga kampung, Jembatan Suramadu merupakan lambang Kota Surabaya, ikon bonek, pemandangan, gunungan wayang dan lain-lain,” jelasnya.

Sedangkan dalam aspek lingkungan, budidaya lidah buaya dilakukan dengan persiapan pot dan media tanam, pembibitan lidah buaya, cara penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen.

“Untuk teknis pelaksanaannya masing-masing peserta mendapat satu buah pot lidah buaya, kemudian dipelihara dan ditunjukkan hasilnya setelah penanaman selama dua bulan,” tambahnya.

Junairiah menambahkan kegiatan tersebut tidk hanya mewujudkan kampung yang bersih, asri, aman melainkan juga kampung yang memiliki produk unggulan sehingga dapat meningkatkan tambahan penghasilan.

Selain itu, pengabdian ini juga ikut serta dalam Conference PKM CSR 2020 dengan mendapatkan sertifikasi di kategori Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalm Memberdayakan Masyarakat pada Era Tatanan Baru. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu