Konsumsi Daun Kelor Selama Masa Kehamilan Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Bayi yang Dilahirkan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi daun kelor. (Sumber: GridID)

Tumbuhan kelor (Moringa Oleifera) merupakan tanaman tropis yang sejak lama telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini dapat dikenali dari bentuk daunnya yang berukuran kecil. Pohon kelor juga mudah tumbuh dan bisa hidup di tanah yang tidak terlalu subur.   Saat ini daun kelor mulai banyak di kenal oleh masayarakat sebagai tanaman yang sangat bermanfaat bagi Kesehatan.  Masyarakat di berbagai wilayah Indonesaia seperti Jawa, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, maupun daerah lainnya, memanfaatkan daun kelor untuk sayur.  Selain dikenal sebagai sayur. Masayarakat Sulawesi banyak yang mengkonsumsi daun kelor sebagai sayur, diolah sebagai sayur bening, maupun dengan santan dalam kehidupan sehari-hari.

Daun kelor semakin popular di masyarakat, karena World Health Organization (WHO), atau  Organisasi Kesehatan Dunia menobatkan tanaman kelor ini sebagai tanaman yang ajaib (miracle tree), karena kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif seperti antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Berbagai zat gizi yang terkandung di dalam daun kelor antara lain protein, berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D dan E, serta mineral seperti kalsium (Ca), kalium (K), magnesium (mg), zat besi (Fe), seng (Zn) serta mineral lainnya. Menurut data dalam Tabel Kandungan Pangan Indonesia (TKPI) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI, kandungan zat gizi per 100 gram “daun kelor, segar”, mengandung 5,1 gram protein, 1,6 gram lemak, dan 8,2 gram serat.

Kebutuhan gizi selama masa kehamilan mengalami peningkatan sebagai respon adanya perubahan fisiologi serta untuk menunjang perkembangan janin. Berbagai vitamin dan mineral sangat dibutuhkan pada masa kehamilan, terutama pada awal kehamilan, yaitu sejak masa konsepsi hingga pada minggu kedelapan, untuk menunjang proses diferensiasi sel, pembentukan plasenta serta organ janin.  Untuk meningkatkan asupan vitamin mineral yang berasal dari daun kelor, tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk sayur, akan tetapi dapat pula dikonsumsi dalam bentuk tepung ataupun ekstrak. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi tepung daun kealor maupun ekstrak daun kelor selama masa kehamilan dapat mencegah anemia pada ibu hamil, serta dapat menunjang pekembangan janin, sehingga bayi lahir dengan barat badan optimal (> 2500 gram).

Efek konsumsi daun kelor selama masa kehamilan dapat berlanjut kepada bayi yang dilahirkan. Penelitian yang dilakukan di Jeneponto, Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa konsumsi protein dan lemak dari bayi usia 6-11 bulan yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi tepung atau ekstrak daun kelor selama masa kehamilan lebih tinggi dari bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengkonsumsi tablet tambah darah. Asupan protein dan lemak dari ASI kemungkinan memberikan kontribusi bermakna terhadap asupan zat gizi pada bayi.  Asupan tertinggi ditemukan pada kelompok yang mengkonsumsi ekstrak daun kelor. Dalam bentuk ekstrak, maka kandungan vitamin dan mineral per gram lebih tinggi daripada dalam bentuk tepung.

Belum banyak hasil penelitian yang membuktikan konsumsi daun kelor mempengaruhi produksi ASI, namun asupan zat gizi pada ibu hamil mempengaruhi kandungan zat gizi mikro pada ASI. Oleh karena kandungan zat gizi pada daun kelor, maka kemungkinan pada bayi yang masih memperoleh asupan zat gizi dari ASI maka kontribusi zat gizi Sebagian diperoleh dari ASI. Oleh karena itu asupan zat gizi bada bayi usia 6-11 bulan dari ibu yang mengkonsumsi ekstrak daun kelor labih baik dibandingkan kelompok bayo yang lahri dari ibu yang mengkonsumsi tablet tambah darah.

Melihat manfaat daun kelor dalam Kesehatan bagi ibu hamil dan bayi yang dilahirkan maka perlu adanya edukasi kepada masyarakat, terutama pda ibu hamil tentang pentingnya konsumsi daun kelor untuk menambah asupan zat gizi pada ibu hamil.

Penulis: Sri Sumarmi

Detail tulisan ini dapat diakses di:

http://ijop.net/index.php/mlu/article/view/1517

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu