Prolaps Rektum Bersamaan dengan Prolaps Uterovagina dapat Melindungi Ileum dari Nekrosis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh tribunnews.com

Pada kasus keluarnya usus kecil yang panjang melalui anus akibat jatuh terduduk waktu berjalan, usus yang keluar dari anus, menurut laporan literatur, semuanya mengalami kerusakan atau pembusukan. Tapi pada satu kasus yang dilaporkan ini, usus tidak membusuk walaupun sudah melampaui batas waktu iskemia yaitu lebih dari 7 jam. Hal ini terjadi pada wanita usia 73 tahun yang sebelumnya mengalami prolaps usus bersamaan dengan prolaps tempat anak. Peningkatan tekanan dalam perut yang tiba tiba akibat jatuh terduduk menyebabkan robekan pada kolon sigmoid dan usus kecil masuk melalui robekan ini, berjalan didalam rektum akhirnya keluar melalui anus. Prolaps rektum bersamaan dengan prolaps uteri terjadi akibat kendornya ligament uterosacral, hal ini menyebabkan kendornya jepitan ligament terhadap rectum yang lewat diantaranya. Apabila terjadi eviserasi usus halus melalui anus, maka kekendoran ligament uteroskral ini melindungi usus halus dari nekrosis.

Seorang wanita 73 tahun yang memiliki riwayat 3 tahun mengalami prolaps rektal dan vagina secara bersamaan datang ke rumah sakit dengan keluhan utama sebagian besar ususnya tiba-tiba keluar dari anusnya, usus bewarna merah muda keluar 7 jam sebelumnya. Dengan penderita batuk, usus di luar menjadi semakin lama semakin panjang hingga mencapai ukuran 200 cm. Kasus ini terjadi pada pasien yang terjatuh ke lantai dalam posisi terduduk. Tidak ada nyeri perut dan tidak ada riwayat episode nyeri kolik berulang, seperti yang biasanya terjadi pada kasus intususepsi.

Pada pemeriksaan fisik, terlihat isi usus halus keluar melalui anus bersamaan dengan uterus. Pasien memiliki keadaan umum yang lemah, tidak ada bising usus, tidak ada kekakuan otot, dan tidak ada peritonitis umum. Panjang usus yang keluar dari anus sekitar 200 cm dan tidak nekrotik. Pembedahan dilakukan melalui sayatan garis tengah, dan waktu operasi ditemukan usus kecil masuk kedalam lubang sigmoid melalui robekan pada dinding sigmoid. Sekitar 10 mL cairan peritoneum yang bercampur dengan feses ditemukan di sekitar area sigmoid. Ileum yang keluar dari anus masih hidup dan dengan hati-hati ditarik keluar dari defek pada dinding sigmoid sampai semua ileum yang masuk kedalam sigmoid kembali posisinya ke dalam rongga perut. Pecahnya dinding sigmoid dijahit menggunakan jahitan primer dan dikeluarkan sebagai sigmoidostomi loop untuk keamanan. Pasien diperbolehkan pulang pada hari ke-5 dan setelah 30 hari pasien sembuh tanpa keluhan.

Seorang wanita usia 73 tahun jatuh terduduk sehingga usus kecil keluar melalui anus sepanjang 200 cm, perut tidak mengalami sakit, perut tidak mengalami infeksi, dan tidak ada perdarahan melalui anus. Pada kasus kasus yang sama yang telah dilaporkan sebelumnya, usus kecil yang keluar dari anus semuanya mengalami pembusukan akibat pembuluh darah usus terjepit. Wanita ini sebelumnya memang menderita prolaps rectum yang bersamaan dengan prolaps uterus, hal ini sangat menguntungkan karena dengan adanya prolaps keduanya ini, usus kecil yang keluar melalui anus tidak mengalami pembusukan. Ligamentum penggantung uterus (ligament uterosacral) yang melekat pada tulang sacrum akan mengalami kekendoran pada kasus prolaps uteri, sedangkan rectum berjalan diantara otot penggantung ini. Sehingga bila terjadi prolaps usus kecil, melalui rectum dan keluar lewat anus, maka usus kecil tersebut tidak terjepit dan tidak mengalami pembusukan. Bahkan karena jepitan otot penggantung ini sangat kendor sehingga usus kecil yang keluar dari anus bertambah panjang setiap kali penderita batuk atau mengejan sampai mencapai panjang 200 cm. Operasi laparotomi dikerjakan untuk melakukan perbaikan dengan menarik usus kecil yang prolaps dengan menariknya melalui laparotomi. Kendornya otot penggantung uterus terbanyak disebabkan oleh proses kalahiran spontan yang tidak dipimpin. Pada kasus prolaps usus kecil dimana sebelumnya hanya rectum yang mengalami prolaps, apabila terjadi eviserasi usus halus melalui anus, maka usus kecil yang keluar akan terjepit sehingga membusuk. Kasus eviserasi usus halus yang dilaporkan di literatur sebelumnya, semua mengalami pembusukan, dimana sebelumnya pasien tidak pernah mengalami prolaps rectum.

Prolaps uterus bersamaan dengan prolaps rectum yang dialami penderita sebelumnya, menyebabkan kelemahan ligament uterosacral, hal ini merupakan faktor penting untuk mempertahankan usus halus tetap bertahan viable walaupun telah melampaui masa iskemia.

Penulis: Vicky Sumarki Budipramana, Deddy Aryanda Putra

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://www.researchgate.net/publication/343900522_Rectal_Prolapse_Concomitant_with_Uterovaginal_Prolapse_Protects_the_Ileum_from_Necrosis_in_Transanal_Ileum_Evisceration_through_a_Traumatic_Tear_on_the_Sigmoid_Wall

(Rectal Prolapse Concomitant with Uterovaginal Prolapse Protects the Ileum from Necrosis in Transanal Ileum Evisceration through a Traumatic Tear on the Sigmoid Wall)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu