Perbandingan Keampuhan Obat Antijamur pada Penyebab Infeksi Jamur Rongga Mulut

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Alodokter.com

Keluhan bercak putih pada rongga mulut muncul ketika ada jamur pada mulut atau lidah, artinya ada infeksi jamur  golongan spesies Candida. Penyebab utamanya Candida albicans, dan golongan Candida non-albicans seperti Candida glabrata, Candida krusei dan Candida tropicalis. Infeksi jamur pada mulut merupakan infeksi oportunistik yang paling banyaj ditemui pada pasien HIV/AIDS. Masalah pasien dengan kondisi imun yang rendah dengan jamur di mulut umumnya bisa teratasi dengan pengobatan tertentu. Namun, belum tentu pengobatan yang diterapkan sudah tepat. Flukonazol merupakan yang direkomendasikan pada keadaan tersebut. Flukonazol merupakan pilihan antijamur yang aman, murah, efektif, dan tersedia di Indonesia. Penggunaan flukonazol secara luas pada kasus jamur pada mulut dilaporkan berhubungan dengan penurunan kepekaan flukonazol terhadap  spesies Candida.  Akhir-akhir ini dilakukan penelitian mengenai minyak atsiri herbal yang ternyata memiliki efek antijamur. Hasil penelitian diharapkan didapat digunakan sebagai terapi alternatif menggantikan obat antijamur yang telah resisten. Sifat farmakologis dari tanaman obat tersebut telah banyak diteliti dalam fitoterapi.  Beberapa penelitian melaporkan adanya efek antijamur dari tanaman aromatik rosemary. Pemeriksaan uji potensi antijamur spesies Candida terhadap obat antijamur dan minyak atsiri dapat digunakan dengan disk difusi.

Telah dilakukan penelitian ini uji klinis laboratoris di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dengan subjek penelitian adalah 40 isolat tersimpan spesies Candida diambil dari cryo tube di Laboratorium Departemen Mikrobiologi Kedokteran RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Isolat tersimpan tersebut dipisah menjadi dua kelompok yaitu kelompok spesies 20 Candida albicans dan kelompok non-albicans. Besar sampel yang digunakan sebanyak 40 spesies Candida, diambil secara simpel random sampling. Empat puluh isolat tersimpan spesies Candida tersebut, diaktifkan kembali pada media SDA untuk mendapatkan spesies aktif. Setelah aktif spesies tersebut diberikan minyak atsiri rosemary dan flukonazol untuk dilakukan uji aktifitas antijamur dengan menggunakan metode disk difusi. Uji kerentanan ragi dengan difusi radial membandingkan kedua bahan aktif diinkubasi pada 37°/C selama 24 jam, dan halo penghambatan diukur dalam milimeter.

Hasil analilsis metode uji difusi didapatkan rerata zona hambat minyak atsiri rosemary pada Candida albicans 1,75±3,64 mm dan Candida non-albicans 1,5±3,08 mm, sedangkan rerata zona hambat flukonazol pada Candida albicans 17,9±8,62 mm dan Candida non-albicans 4,85±7,9 mm. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna secara statistik (p<0,001) antara zona hambat yang dibentuk oleh flukonazol dan zona hambat yang dibentuk oleh minyak atsiri rosemary pada peertumbuhan Candida albicans, sedangkan tidak didapatkan perbedaan bermakna secara statistik (p>0,05) antara zona hambat yang dibentuk oleh flukonazol dan zona hambat yang dibentuk oleh minyak atsiri rosemary pada pertumbuhan Candida non-albicans

Simpulan pada penelitian ini didapatkan hasil potensi antijamur dari flukonazol lebih baik jika dibandingkan dengan minyak atsiri rosemary pada pertumbahan jamur Candida albicans. Potensi antijamur dari flukonazol dan minyak atsiri rosemary adalah rendah pada pertumbuhan jamur Candida non-albicans. Penelitian mengenai potensi antijamur dari bahan herbal seperti minyak atsiri rosemary sangat bervariasi. Hal itu disebabkan adanya beberapa faktor seperti sifat minyak atsiri yang mudah menguap dan daya kelarutannya yang lemah. Hingga saat ini belum ada metode baku untuk aktivitas antijamur pada bahan herbal seperti minyak atsiri.

Penulis: dr. Evy Ervianty, Sp.KK(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/19482

(Comparison of in Vitro Testing Antifungal Activity Between Rosemary Essentials Oil and Fluconazol on Candida Species Isolate from HIV/AIDS Patients with Candidiasis Oral)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu