Kenalkan Jamu pada Generasi Milenial melalui Bincang Suwe Ora Jamu

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI jamu. (Foto:Istimewa)
ILUSTRASI jamu. (Foto:Istimewa)

UNAIR NEWS – Budaya minum jamu saat ini sudah mulai luntur, khususnya di kalangan anak muda yang terkenal sebagai generasi milenial. Kebanyakan dari mereka menganggap jamu hanya sebagai minuman kuno. Karenanya, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng PT. Intiland Development Tbk. dan Taman Husada Graha Famili menyelenggarakan Bincang Santai ‘Suwe Ora Jamu’ bertajuk Indonesia Sehat dengan Tanaman Obat dan Resep Herbal Nusantara.

Turut hadir Prof. Hery Purnobasuki. Ph.D., Prof. Dr. Mangestuti Agil, M.S., Apt., dan Nova Dewi Setiabudi, sebagai narasumber dalam webinar yang dilaksanakan pada Sabtu (28/11/2020).

Sebagai pemateri pertama, Prof. Hery Purnobasuki. Ph.D., memaparkan bahwa pengenalan jamu harus dilakukan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Dengan begitu, mereka akan semakin yakin bahwa manfaat jamu sebagai minuman tradisional itu jelas.

SUASANA saat Bincang Santai ‘Suwe Ora Jamu’ pada Sabtu (28/11/2020) berlangsung. (FOTO: Istimewa)

Untuk anak muda sendiri, sambung Prof. Hery, pendekatan tentang jamu harus dilakukan sesuai dengan gaya mereka yang kekinian, bukan secara kolonial. Salah satu cara yang bisa digunakan yakni dengan memberikan sentuhan packaging atau kemasan menarik dan instagramable.

“Jangankan anak muda, orang tua saja sekarang sudah mulai beralih ke obat-obatan yang dianggap lebih simpel dan berkhasiat. Untuk itu, harus punya cara untuk edukasi dan berinteraksi yang menarik bagi anak milenial,” terang profesor dalam bidang botani itu.

Sementara itu, Nova Dewi Setiabudi menceritakan pengalamannya dimana dirinya memulai gerakan minum jamu di Jakarta, tempat dimana orang-orang sudah mulai meninggalkan tradisi jamu melalui komunitas bernama Suwe Ora Jamu. Melalui komunitas tersebut, Nova menyerukan bahwa jamu sebenarnya bukan hanya sebuah minuman saat sakit saja, tetapi dia ingin menjadikan jamu sebagai lifestyle dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

“Dalam menyerukan gerakan minum jamu, kita juga harus mengenalkan bahan-bahan dan khasiat yang ada di dalamnya sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” jelasnya.

Penulis: Nikmatus Sholikhah

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu