Review Infeksi Parasit Oprtunistik pada Penderita HIV/AIDS: Gejala Klinis, Faktor Resiko dan Diagnosis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi HIV/AIDS. (Sumber: Lifestyle Okezone.com)

Beberapa infeksi parasit tidak menunjukan gejala, gejala baru muncul setelah bersama dengan penyakit yang menertainya.  Maka sering disebut penyakit oportunistik (Oportunistic disese).  Infeksi parasit oportunistik adalah infeksi spesies parasit yang ringan atau asimtomatik pada orang yang imunokompeten; namun, pada orang yang mengalami gangguan sistem imun, hal itu menjadi fatal.  

Salah satu penyakit yang menyebabkan gangguan system imun adalah infeksi virus Human immunodeficiency virus (HIV) yang menyebabkan penyakit yang disebut  acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Adanya infeksi parasit oportunistik pada penderita HIV menunjukkan bahwa mereka berada dalam fase AIDS. Sebagian besar dari infeksi ini parah, dan seringkali berkontribusi pada kematian orang yang terinfeksi.

Beberapa parasit yang paling sering menyebabkan infeksi oportunistik antara lain Toxoplasma gondii, Cryptosporidium parvum, Isospora belli, Cyclospora cayetanensis, Microsporidia, Cryptococcus neoformans, Pneumocystis carinii, P jiroveci, dan Entamoeba (Entamoeba histolytica, Iodamoeba butschlii). Parasit lain yang juga diketemukan memperberat penderita HIV/AIDS yaitu:  Taenia, Blastocystis hominis, Strongyloides stercoralis, Opisthorchis viverrini, Cryptosporidium parvum, Enterocytozoon bieneusi, Giardia lamblia, Sarcocystis.

Sebagian besar parasit yang bersifat oportunistik ini habitatnya dalam saluran pencernakan kecuali Toxoplasma gondii. Karena menyangkut saluran pencernakan maka gejala klinis yang sering menyertai penderita HIV/AIDS adalah diare. Toxoplasma gondii menginfeksi semua tipe sel termasuk sel otak, maka pada penderita HIV/AIDS  yang terinfeksi T. gondii akan menunjukan gejala encephalitis yang fatal.

Beberapa peneliti menuliskan faktor risiko seseorang  terinfeksi HIV / AIDS adalah faktor jenis kelamin laki-laki lebih tinggi, pengangguran, tinggal di perkotaan, dan perkawinan. Namun, penelitian lain menemukan bahwa wanita, ibu rumah tangga, dan perdagangan juga beresiko terkena  HIV / AIDS.

Faktor resiko pasien HIV / AIDS, terinfeksi parasit usus tertentu tergantung pada endemisitas parasit di komunitas. Rendahnya tingkat kebersihan lingkungan, kebersihan pribadi, kontaminasi tinja pada makanan dan air minum, serta fasilitas perumahan yang buruk merupakan faktor resiko terinfeksi parasit.

Rendahnya jumlah CD4 pada pasien HIV juga faktor risiko yang terkait dengan prevalensi infeksi parasit oportunistik yang lebih tinggi. Jumlah CD4 + <200 sel / μL menimbulkan risiko terbesar untuk infeksi oportunistik pada pasien HIV / AIDS.  Diare persisten, kondisi hidup yang buruk, dan gizi buruk juga menyumbang sebagai faktor resiko. Faktor lain juga ditunjukan oleh beberapa peneliti untuk setiap parasit yang menginfeksi.

Diagnosis infeksi parasit usus pada pasien HIV untuk menentukan organism pada sampel feses dengan metode teknik konsentrasi formalin-etil untuk protozoa dan cacing, modifikasi pewarnaan tahan asam untuk koksidia (C. parvum, I. belli, C. cayetanensis, dan S. hominis), sedangkan pemeriksaan mikrospora dilakukan dengan Pewarnaan Trichrome.. Pemeriksaan molekuler baik secara serologis maupun pendeteksian DNA juga sudah banyak dikembangkan. Telah banya perangkat (Kit diagnostic) untuk mendeteksi parasit.

Penulis: Lucia Tri Suwanti dkk

Review lengkap dapat dibaca pada artikel kami yang berjudul:

Opportunistic parasitic infections in patients with human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome: A review . Vet World. 2020 Apr; 13(4): 716–725. Published online 2020 Apr 17. doi: 10.14202/vetworld.2020.716-725 Available at www.veterinaryworld.org/Vol.13/April-2020/15.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu