Prediksi Perilaku Konsumen dengan Artificial Intelligence

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Medium.com

Jack Ma, pendiri Alibaba yang merupakan salah satu orang terkaya di China, ketika berkunjung ke Indonesia mengatakan bahwa ada salah satu teknologi yang akan mengubah dunia yang dinamakan artificial intelligence (kecerdasan buatan). Teknologi ini merupakan upaya otak komputer untuk meniru kecerdasan otak manusia sehingga sehingga bisa melakukan kegiatan seperti layaknya manusia dari yang pekerjaan “kasar” sampai pada strategis. Artificial intelligence sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai disiplin ilmu antara lain kesehatan, arsitektur, industri keuangan dan juga pemasaran.

Di dunia pemasaran, banyak perusahaan besar seperti Google, Facebook dan Alibaba banyak yang sudah menggunakan proses analisis big data untuk memahami data dengan tepat bagaimana perilaku target pasar mereka dengan lebih baik. Bahkan, mereka sudah memiliki divisi sendiri yang khusus untuk meneliti artificial intelligence yang terus berkembang karena sadar peran teknologi ini dimasa yang akan datang. Pasar global artificial intelligence di Amerika Serikat sendiri pada tahun 2025 akan diperkirakan mencapai USD 191,60 miliar dan ini bagian terbesar dari pasar perangkat lunak analitik prediktif sehingga tidak diragukan lagi, permintaan akan asisten virtual yang cerdas akan terus meningkat.

Di dalam era yang serba digital, strategi pemasaran  memanfaatkan teknologi untuk mengatur dan memproses kumpulan data pelanggan yang kompleks untuk menargetkan pasar tertentu untuk produk atau jasa yang mereka tawarkan. Semboyan “Pelanggan adalah raja” akan menjadi semakin nyata karena dengan artificial intelligence akan mampu “melayani” setiap konsumen secara khusus dan tepat sesuai dengan kebutuhannya. Kemampuan teknologi ini dalam dunia pemasaran adalah bagaimana dia bisa memprediksi perilaku konsumen dari kegiatan online yang mereka lakukan sehari hari.

Dengan demikian, setiap internet user akan memiliki perilaku yang unik dan berbeda antara satu dengan yang lainnya dan dari sinilah mereka akan diprediksi kebutuhan akan suatu produk tertentu. Pernahkah ketika Anda sedang mencari produk mesin cuci yang baru di search engine Google maka ketika Anda sedang surfing di website beritapun iklan yang tampak akan berhubungan dengan mesin cuci yang baru dicari.  Disaat yang lain ketika orang mencari produk gadget terbaru maka iklan yang dilihatnya juga akan seputar itu juga. Bahkan, artificial intelligence mampu juga disetting untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Tentu saja kemampuan artificial intelligence yang mampu mengolah data secara cepat dan efisien akan sangat mengurangi biaya analisis perilaku konsumen yang selama ini memiliki porsi yang sangat besar dalam promosi perusahaan. Ketika surfing di dunia maya sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat dunia, maka hal ini semakin mudah bagi perusahaan dunia dalam mengakses data konsumen dengan lebih luas. Hal ini kemudian akan memunculkan adanya isu keamanan dan privasi akibat adanya akses data yang belum ada regulasi yang mengaturnya. Meskipun demikian, teknologi akan terus dikembangkan karena manfaatnya yang sangat besar untuk umat manusia di masa yang akan datang. Bagaimana? Apakah Anda sudah siap menyambutnya?.

Penulis: Siti Zulaikha

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

http://www.worldscientific.com.unair.remotexs.co/doi/10.1142/S0217590820480021

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu