Ketahui Deteksi Dini Diabetes Mellitus dalam Kehamilan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Stem cell transparant institute

Diabetes mellitus gestasional (DMG) adalah gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan pada saat kehamilan, keadaan ini terjadi pada seorang wanita yang belum pernah didiagnosis diabetes sebelumnya, lalu pada saat hamil menunjukkan kadar glukosa yang tinggi selama kehamilan.

Diabetes mellitus yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian bagi ibu maupun bayi. Dampak buruk yang diperoleh ibu dari kondisi ini yaitu, abortus, preeclampsia, polihidramnion, trauma persalinan hingga komplikasi lain seperti retinopati diabetik dan nefropati diabetik. Pada bayi dapat terjadi kelainan jantung, kelainan susunan saraf pusat, prematur, bayi besar/makrosomia, kerusakan nervus brakhialis, sindrom gawat nafas, ikterus, hipoglikemia, hipokalsemia hingga kematian janin. Pada risiko jangka panjang yang diterima bayi adalah adalah obesitas, gangguan toleransi glukosa yang permanen (DM tipe 2) serta rendahnya tingkat intelegensia bayi yang dilahirkan.

Pencegahan kasus DMG ini mutlak dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan kualitas generasi penerus bangsa ke depan. Salah satu upaya mendasar yang dapat dilakukan adalah deteksi dini DMG pada pemeriksaan kehamilan (antenatal care). Pemeriksaan ini dapat dimulai dan terdiagnosis pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Ibu hamil dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, praktik mandiri bidan/dokter, atau di klinik untuk mendapatkan pelayanan dkrining DMG.

Diagnosis dan deteksi dini merupakan kunci keberhasilan penatalaksanan. Sehingga langkah ini diharapkan mampu menjadi upaya promotif dan preventif yang bisa mendorong masyarakat berperan aktif untuk mengenali faktor risiko penyakit, mendorong percepatan tindakan, serta pelaksanaan rujukan kasus ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Penulis:

Erni Rosita Dewi, Budi Prasetyo, Muhammad Ardian Cahya Laksana, Hermanto Tri Joewono, Ivon Diah Wittiartika

Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui link berikut:

https://medicopublication.com/index.php/ijfmt/article/view/3146

DOI: 

https://doi.org/10.37506/ijfmt.v14i2.3146

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu