AMSA FK UNAIR Edukasi Masyarakat Terkait Penyakit Metabolik Lewat Program Desa Binaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Panitia AMSA FK UNAIR ketika melakukan sesi foto bersama dengan warga desa binaan RW 10 Ketabang, Surabaya. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Asian Medical Student Association (AMSA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Desa Binaan di RW 10, Ketabang, Surabaya pada Minggu (22/11/20). Tema yang di usung dalam kegiatan tersebut adalah Managing Metabolic Disease Through Raising Awareness and Education (Metformin).

M. Wildan Nabalah Hartawan selaku ketua divisi penyelenggara kegiatan mengungkapkan alasan mengusung tema terkait penyakit metabolik dan dipilihnya RW 10 Ketabang sebagai desa binaan dikarenakan, menurut data Dinas Kesehatan Surabaya tahun 2019, persentase warga Ketabang yang menderita diabetes menunjukkan nilai yang cukup tinggi.

Lebih lanjut dalam sambutan yang dia berikan pada pembukaan kegiatan, Wildan menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya desa binaan adalah untuk menambah pengetahuan bagi warga dan bagi mahasiswa calon dokter di masa depan.

“Jadi memang benar bahwa tujuan kegiatan ini (desa binaan, Red) adalah untuk membagikan ilmu bagi warga dan mahasiswa, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ucapnya.

Kemudian, Rimbun dr., M.Si., selaku Pembina AMSA FK UNAIR mengatakan bahwa desa binaan tersebut merupakan kegiatan kontinu yang dilaksanakan mulai bulan November tahun 2020 hingga bulan April tahun 2021.

Materi yang akan disampaikan, tambah dokter Rimbun, adalah seputar penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup masyarakat. Salah satu contohnya adalah penyakit sindroma metabolik dimana beberapa penyakit yang termasuk ke dalamnya seperti penyakit kolesterol, darah tinggi, diabetes, dan lain-lain.

“Sebaiknya edukasi juga dilakukan kepada masyarakat berusia 20 tahunan, karena penyakit-penyakit tersebut (penyakit sindroma metabolik, Red) merupakan penyakit yang timbul akibat gaya hidup sejak muda,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan secara online tersebut mengundang dua pemateri yakni Andro Pramana Witarto, S.Ked., dan Rendra Dwi Putra, dr. Masing-masing dari mereka membawakan materi mengenai penyakit sindroma metabolik dan komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit metabolik.

Sebagai penutup, dokter Rimbun berharap dengan adanya kegiatan desa binaan dapat memberikan dampak positif berupa tambahan pengetahuan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak tahu mengenai penyakit sindroma metabolik menjadi tahu. Tidak hanya itu, dia juga berharap adanya perubahan kebiasaan dan perubahan gaya hidup di masyarakat setelah mengikuti kegiatan desa binaan.

“Jika sebelumnya jarang melakukan olahraga, lalu setelah mendapatkan materi dari kegiatan ini (desa binaan, Red) akhirnya menjadi rajin olahraga. Nantinya, perubahan-perubahan tersebut akan diukur dengan penyebaran kuisioner yang dilakukan oleh panitia,” tutupnya. (*)

Penulis: Dita Aulia Rahma

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu