Penerapan Program Intervensi Proaktif untuk Meningkatkan Deteksi Ibu Hamil Risiko Tinggi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Smarthealth.id

Kematian ibu masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Perlu ada upaya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu. Ada konsep tiga terlambat yang menyebabkan kematian ibu, yaitu terlambat memutuskan merujuk, terlambat merujuk dan terlambat mendapat penanganan yang adekuat di tempat rujukan. Beberapa faktor tidak langsung yang menyebabkan tiga terlambat/three delay antara lain faktor sosial ekonomi,  budaya, dan geografi. Untuk mengatasi faktor tidak langsung ini, perlu meningkatan upaya deteksi kehamilan risiko dini sejak awal kehamilan dan pada saat mendekati persalinan. Upaya pendekatan risiko dan penangan kasus gawat darurat perlu ditingkatkan secara simultan dan berkesinambungan. Dengan diketahui faktor risiko ibu hamil, dapat dilakukan upaya penanganan secara terencana dan diharapkan mendapatkan luaran yang baik, yaitu ibu dan bayi sehat. Salah satu upaya untuk meningkatkan deteksi ibu hamil risiko tinggi, di lakukan program intervensi proaktif.

Program proaktif ini meliputi: 1). Pendampingan ibu hamil oleh mahasiswi kesehatan untuk meningkatan kewaspadaan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin (ANC: antenatal care) di tenaga kesehatan dan memastikan setiap ibu hamil mendapat pelayanan ANC yang berkualitas, memastikan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang terampil, dan memastikan klien mendapat pelayanan kontrasepsi setelah persalinan. 2). Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama  untuk deteksi kehamilan risiko tinggi dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR).

Budi Prasetyo et al., 2020, melaporkan bahwa dengan penerapan program intervensi proaktif yang di lakukan di kecamatan Burneh, kabupatan Bangkalan, maka: 1). Terjadi peningkatan deteksi kehamilan risiko tinggi oleh tenaga kesehatan dari 81,9% (sebelum program) menjadi 97,9% (setelah program) (p< 0,01). 2). Kasus komplikasi kehamilan turun dari 52,5% menjadi 32,4% (p <0,01)

Data ini menunjukkan intervensi proaktif berperan dalam beberapa indikator pelayanan kesehatan maternal. Dengan program ini, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pemeriksaan antenatal di tenaga Kesehatan. Dampaknya, terjadi peningkatan deteksi kasus ibu hamil risiko tinggi di puskesmas. Hal ini menyebabkan dilakukannya rujukan berencana pada kasus ibu hamil risiko tinggi. Sehingga, penanganan kasus komplikasi kehamilan di puskesmas berkurang. Akhirnya diharapkan dapat berperan dalam penurunan kematian ibu di daerah tersebut.

Peningkatan kesadaran ibu, keluarga dan masyarakat tentang pemeriksaan antenatal sangat penting untuk diperhatikan.  Terutama karena adanya perbedaan persepsi/anggapan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan antenatal.  Hal ini, mungkin dipengaruhi faktor geografi, ekonomi dan sosial-budaya.

Dengan intervensi proaktif, terbukti dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan antenatal ke tenaga kesehatan, sehingga meningkatkan deteksi kehamilan risiko tinggi dan menurunkan kasus komplikasi kehamilan dan diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk percepatan penurunan kematian ibu di Indonesia.

Penulis: Budi Prasetyo, Baksono Winardi, Rizki Pranadyan, Hanifa Erlin, M. Ardian, M yusuf, Erni Rosita Dewi.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85090607890&origin=inward&txGid=654bc8bb6c2da0678e2a210b05569f3f

(Increasing of early high-risk pregnancy detection with proactive intervention in Bangkalan District, Madura Indonesia)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu