Ekspresi Gen Sitokin dalam Sel Mononuklear Darah Tepi yang Terinfeksi Virus Dengue

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi infeksi virus Dengue. (Sumber: Kendari Pos)

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah serius di Indonesia, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Dengue, penyakit in tersebar diberbagai negara didunia termasuk diantaranya di Indonesia.  DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai perantara masuknya virus ke tubuh manusia. Populasi nyamuk A aegypti ini biasanya  meningkat pada musim penghujan, nyamuk A. aegypti ini berkembang biak khususnya pada air yang jernih terutama di perumahan dani perkotaan. Virus Dengue mempunyai empat serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4, ke empat serotipe ini ada di Indonesia.

Infeksi virus dengue dapat mengakibatkan penyakit dengan derajat berat yang bervariasi, mulai tanpa gejala sampai gejala yang berat dan mengancam jiwa yaitu terjadinya Dengue syok syndrome (DSS), oleh karena terjadinya penurunan tekanan darah akibat keluarnya cairan tubuh dari pembuluh darah kapiler sebagai akibat terjadinya kebocoron di pembuluh darah kapiler. Kebocoran pembuluh darah kapiler ini terjadi oleh karena adanya reaksi keradangan di dalam tubuh manusia khususnya pada dinding pembuluh darah kapiler. Infeksi virus ini mengakibatkan keluarnya sel pemicu keradangan atau sitokin dari sel radang mononuclear yang terdapat di darah manusia.

Angka kematian pada kasus DSS di Indonesia masih cukup tinggi dan bisa mencapai 5%. Masalah kematian akibat infeksi virus dengue in belum sepenuhnya bisa diatasi oleh karena timbulnya komplikasi DSS pada penderita DBD tidak bisa diprediksi dengan jelas pada awal timbulnya penyakit. Pada penelitian ini dilakukan intervensi penyuntikan virus Dengue pada sel mononuclear darah perifer untuk melihat ekspresi gen sitokin, yang merupakan penyabab terjadinya keadangan dan kebocoran plasma pada kapiler pembuluh darah. Pada penelitian ini ditemukan ekspresi 4 gen pengkode sitokin pada sel mononuclear darah perifer yang diinfeksi dengan virus Dengue-2. Diharapkan dengan adanya kemampuan mendeteksi  ekspresi gen sitokin ini maka kemungkinan terjadinya kerusakan endotel pembuluh darah kapiler bisa dicegah.

Penelitian dilakukan dengan mengambil 30 ml darah vena dari donor yang sehat, kemudian dipisahkan sel mononuclearnya dengan menggunakan alat khusus, kemudian sel tersebut diinkubasi pada suhu 370 C selama 1 malam.

Kemudian sel mononuclear tersebut di infeksi dengan virus dengue yang diambil dari penderita DBD. Selanjutnya sel yang telah terinfeksi tersebut diinkubasi, dan sel mononuclear tersebut di panen pada jam ke 0, 6, dan 18 setelah di infeksi, selanjutnya pemeriksaan ekspresi gen pengkode sitokin dilakukan dengan menggunakan alat polimerase chain reaction (PCR).

Sebagai kontrol penelitian juga dilakukan pemeriksaan PCR pada sel mononuclear yang tidak diinfeksi virus Dengue.

Peningkatan ekspresi sitokin IL-8 dan IP-10 tampak selama infeksi virus Dengue, dan peningkatan tertinggi ditemukan pada jam ke 18 setelah infeksi virus Dengue. Sebaliknya terjadi penurunan ekspresi sitokin gene IL-6 dan MIP-1ß selama perjalanan infeksi jam ke 0, 6, dan 18. Peningkatan tertinggi gen pengkode IL-8 dan IP-10 lebih dari dua kali lipat dibandingkan kontrol terjadi pada infeksi jam ke 18, juga penurunan IL-6 dan MIP-1ß lebih dari 50% terjadi pada jam yang sama.

Peningkatan IL-8 yang ditemukan pada penelitian menunjukkan bahwa pada penderita yang terinfeksi virus dengue DEN-2 akan timbul infeksi yang berat, seperti pada penelitian yang lain menunjukkan bahwa tingginya IL-8 dan IP-10 ini merupakan akibat adanya reaksi keradangan yang hebat di dalam penderita DBD berat (DSS) dibanding dengan penderita DBD yang ringan.

Penurunan IL-6 dan MIP-1ß yang ditemukan pada penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian peneliti lain yang juga ditemukan pada penderita DBD, tetapi tidak ditemukan peningkatan pada infeksi ringan /Demam Dengue. Perbedaaan hasil ini kemungkinan terjadi oleh karena waktu yang diambil untuk pemeriksaan PCR berbeda dengan penelitian ini.

Telah dilaporkan hasil penelitian yang merupakan dinamika dari 4 citokin keradangan pada infeksi virus dengue pada sel mononuclear darah perifer. Terjadinya peningkatan IL-8 dan IL-10 dapat dijadikan petanda awal adanya infeksi virus Dengue, Hasil penelitian ini mendukung bahwa IL-8 dan IL-10  dapat dipakai sebagai biomarker baru pada infeksi virus Dengue, untuk membedakan dengan penyebab infeksi lain pada penderita demam akut.

Penulis: Usman Hadi, Kuntaman, Sri Masyeni, Benecditus Yohan, Nur Ita Margyaningsih, R.Tedjo Sasmono

Artikel lengkapnya dapat diakses melalui link berikut ini:

https://www.researchgate.net/publication/331324490

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu