Tim Dosen FEB UNAIR Bentuk Pelatihan Meramban dan Budidaya Tanaman Pangan untuk Hadapi Dampak Covid-19

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Desain kebun tanaman pangan liar untuk rumah tangga oleh Heri Santoso.

UNAIR NEWS – Terganggunya aktivitas ekonomi akibat virus Corona berpotensi menyebabkan kelangkaan pasokan dan kenaikan harga bahan pangan, terutama di daerah perkotaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Rumayya, SE., MRegDev., PhD, Shochrul Rohmatul Ajija, SE,. M.Ec, dan M. Khoerul Mubin, SE., MSc. selaku dosen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga mengusulkan program pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan meramban dan budidaya tanaman pangan alternatif untuk menghadapi dampak virus Corona.

Kegiatan pelatihan ini merupakan realisasi program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Dana Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2020. Program pelatihan ini dilaksanakan di RT.01/RW.01 Kelurahan Dukuh Pakis, Kota Surabaya. Kawasan ini dipilih karena memiliki keunikan, yaitu terdapat keberadaan lahan tidur besar seluas kurang lebih 50 persen dari luas total kawasan RT.01 yang ditumbuhi beraneka ragam tanaman liar.

Kegiatan pelatihan meramban dan budidaya tanaman pangan ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan. Tahap pertama dan penting yang harus dilakukan adalah tahap koordinasi. Koordinasi awal dilakukan oleh tim internal secara daring dengan membahas rencana kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Koordinasi yang dilakukan oleh tim mulai dari awal pelaksanaan hingga akhir dilakukan dengan cara daring mengingat keterbatasan mobilitas saat ini masih menjadi persoalan akibat adanya Covid-19, namun kegiatan tetap berjalan dengan baik dan sesuai capaian.

Pada tahap kedua, pengadaan bibit dan sarana prasarana pembudidayaan, tim Pengmas UNAIR mendapatkan bantuan dari Heri Santoso, pakar botani yang berspesialisasi pada tanaman pangan liar dari Yayasan Generasi Biologi Indonesia. Pak Heri memilih 15 varietas tanaman pangan liar untuk dibibitkan di Green House Yayasan Generasi Biologi di daerah Pacet. Tiap varietas dibibitkan hingga 50 set. Pak Heri juga membantu penyusunan desain penanaman tanaman pangan liar untuk level rumah tangga maupun untuk lahan tidur dengan estimasi ukuran 1m x 2m untuk level rumah tangga.

Proses pembibitan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkan bibit tanaman agar siap dibudidayakan. Sambil menunggu proses pembibitan, tim bersama warga dengan bimbingan pakar botani mempersiapkan lahan tidur di pemukiman untuk dijadikan kebun tanaman pangan liar. Proses pengkondisian lahan dilakukan dalam beberapa tahapan.

Pertama, dilakukan pemagaran untuk mencegah lahan dari gangguan hewan dan penentuan batas tanah yang akan dikelola. Kedua, membentuk petak-petak kebun dengan menggunakan bambu dan kayu sebagaimana untuk mengalokasikan lahan sesuai dengan jenis/varietas tanaman. Ketiga, mempersiapkan unsur hara tanah dengan mencampur tanah pada lahan dengan sekam, kompos, pupuk dan pestisida alami, serta tanah taman.

Setelah lahan selesai dikondisikan diadakan pemberian materi secara online tentang cara mengenali dan memanfaatkan tanaman pangan liar oleh Ibu Dyah Kartika pakar tanaman liar dari SHINE. Pelatihan dilakukan di grup WhatsApp (WAG) warga dengan mengundang Ibu Dyah masuk ke WAG warga untuk memberikan materi dan tanya jawab. Pelatihan berjalan dengan lancar diikuti oleh lebih dari 40 KK yang tergabung dalam WAG warga RT01/RW01, Dukuh Pakis, Surabaya.

Setelah mengikuti pelatihan online, pengmas memasuki tahapan selanjutnya yaitu pemanfaatan lahan tidur di pemukiman untuk budidaya tanaman pangan liar. Proses ini dilakukan dengan menanam bibit tiap varietas tanaman pangan pada petak kebun yang sudah ditentukan  Pada proses penanaman ini alat yang harus tersedia antara lain cangkul, keranjang, dan cetok. Penanaman benih harus memperhitungkan jarak tanam agar tiap bibit tumbuh optimal. Tanah juga harus dipastikan memiliki kelembaban dan kandungan air yang cukup sehingga harus cukup disiram sebelum memulai penanaman.

Lokasi penanaman bibit juga mempertimbangkan jenis tanaman. Tanaman merambat ditanam di sepanjang pagar agar mendapat tempat rambatan yang cukup. Tanaman yang butuh air lebih banyak ditanam dekat dengan kolam agar mendapat asupan air yang dibutuhkan. Setelah penanaman benih selesai selanjutnya disusun jadwal piket perawatan tanaman untuk menjaga keberlangsungan kebun tanaman pangan liar di lahan tidur pemukiman RT01/RW01, Kelurahan Dukuh Pakis, Surabaya. Setelah perawatan berjalan selama kurang lebih sebulan dari masa penanaman, tanaman-tanaman dalam kebun tanaman pangan liar tumbuh semakin sehat. (*)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu