Atasi Masalah Karies pada Gigi Anak, Mahasiswa Baru FKG Laksanakan Sosialisasi di Tiga Negara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
POTRET Para siswa SD São Carlos Pasca Kegiatan FKG-Peduli di Timor Leste. (Foto: Dok. Pribadi)
POTRET Para siswa SD São Carlos Pasca Kegiatan FKG-Peduli di Timor Leste. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Sebanyak 183 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program bakti sosial FKG Peduli 2020 (FKG-P) di tiga negara pada Sabtu (21/11/2020). Mereka terbagi menjadi 36 kelompok dan setiap kelompok melaksanakan kegiatan di satu sekolah.

Menurut Annisa Fitria Sari, kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan dalam rangka penerapan salah satu Tri Dharma Perguruan tinggi, yakni Pengabdian Kepada Masyarakat. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKG melalui Denteam, dalam hal ini bertanggung jawab dalam mengarahkan dan memberikan bimbingan pada setiap kelompok baksos.

“Para mahasiswa baru melaksanakan baksos dengan cara sosialisasi. Permasalahan yang dihadapi ialah tingkat karies gigi anak SD yang masih sangat tinggi,” ungkap Annisa yang menjabat sebagai kepala Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FKG itu.

Annisa menjelaskan bahwa usia 8-12 tahun sangat penting karena akan mempengaruhi kondisi gigi pengganti. Situasi tersebut diperkeruh dengan minimnya pengetahuan orangtua terkait perkembangan gigi anak. Karena itu, ajang baksos tersebut juga melibatkan orangtua siswa.

Kegiatan itu, sambung Annisa, sekaligus menjadi jembatan penting bagi mahasiswa baru. Utamanya dalam hal komunikasi dengan pasien seperti anamnesis. FKG-P juga sebagai salah satu bentuk upaya untuk mengurangi tingkat karies gigi anak agar tidak menghambat perkembangannya.

“Tahun ini terlaksana di tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste. Para siswa dan orangtua siswa sangat aktif dan senang saat mengikuti kegiatan,” ungkapnya.

Di Timor Leste, kegiatan FKG Peduli berlangsung secara luring karena sekolahnya sudah berjalan tatap muka. Mahasiswa yang bertugas bernama Alfredo dan melangsungkan kegiatan di Sekolah Dasar São Carlos yang diikuti para siswa dan guru.

Sementara itu, mewakili tim dari Malaysia, Shafy Shariz menceritakan bahwa peserta dari Malaysia berasal dari Sekolah Kebangsaan Putrajaya Presint 18 (1) dan berjumlah 25 siswa. Dia tidak menyangka jika para peserta ternyata sangat aktif dan berani bertanya dengan penuh gairah.

“Meskipun dilakukan secara daring, nyatanya tak menghalangi semangat peserta saat menerima materi sosialisasi dari kami. Mereka juga sangat sigap dan memberikan pertanyaan yang menarik,” ujar Shafy.

Shafy menjelaskan bahwa selain terkait karies pada gigi anak, sosialisasi menekankan pada hak terkait menjaga kesehatan di tengah pandemi. Hal itu mengingat situasi pandemi yang juga masih berlangsung di dunia.

“Semoga yang kami sampaikan dapat bermanfaat dan senantiasa diterapkan dalam keseharian. Masalah kesehatan sangat banyak, contohnya kesehatan gigi dan pandemi, semua harus hati-hati dan waspada dalam menghadapinya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu