Konsentrasi Aman Toluena pada Pintu Tol Kebon Jeruk Jakarta

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tribunnews.com

Toluena adalah salah satu senyawa BTX yang memiliki aroma kuat dan khas. Ketika dihirup, ini dapat mempengaruhi sistem saraf dan tubuh koordinasi dan menyebabkan sakit kepala. Di konstan paparan, senyawa toluena dapat menyebabkan lebih banyak risiko kesehatan serius yang dapat menyebabkan kematian.

Konsentrasi toluena yang aman bukanlah referensi dalam menentukan nilai ambang toluene bahwa itu sering memiliki efek pada pekerja sekalipun konsentrasinya di bawah Ambang Batas Nilai. Berdasarkan penelitian sebelumnya, pemaparan terhadap Toluena 50 ppm dapat meningkat secara signifikan lipopolisakardik (diinduksi LPS) dari tikus proliferasi sel (Fujimaki, 2010), penurunan aktivitas enzim antioksidan secara signifikan, dan meningkatkan peroksidasi lemak dan kerusakan protein keduanya in vivo dan in vitro (Karabulut, 2009). Sebelumnya Studi menemukan bahwa konsentrasi toluena di bawah NAB berdampak pada pekerja. Demikianlah revisi dari Nilai Ambang Batas diperlukan untuk batas aman konsentrasi toluena dalam pekerjaan lingkungan Hidup.

Penelitian analisis risiko Toluene pada aktivitas manusia sebagian besar telah dilakukan dipompa bensin (Tunsaringkarn, 2012) dan di perkotaan daerah (Singh, 2012). Penelitian sebagian besar dilakukan untuk peneliti yang bertujuan untuk menguji efek bahan kimia toluena dalam kesehatan manusia melalui inhalasi. Tingkat polusi di jalan raya, terutama di jalan tol kota besar seperti di Jakarta dan lamanya paparan yang dialami oleh jalan tol Petugas menjadikan petugas jalan tol memiliki yang lebih besar risiko terpapar bahan kimia, terutama toluena. Pada Eko Handoyo (2015) studi, hasil pengukuran konsentrasi toluena di gerbang tol 1 dan 2 Kebun Jeruk Jakarta adalah 0,00121mg/m3 dan 0,00128 mg/m3, masing-masing Studi dilakukan pada 20 penjaga gerbang tol. Dalam penelitian sebelumnya, para peneliti tidak menghitung konsentrasi toluena yang aman.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toluena nilai ambang-diprakarsai oleh penentuan Toluena NOAEL pada tikus putih dan RfC. Perhitungan konsentrasi aman adalah penting untuk memastikan kesehatan pekerja. Penelitian ini adalah bermanfaat sebagai referensi dalam menentukan toluena batas aman (NAB) di lingkungan kerja diIndonesia dan peningkatan yang ada Nilai Ambang. Konsentrasi aman dihitung menggunakan rumus Referensi Konsentrasi (RfC) tanpa Tingkat Efek yang Tidak Teramati (NOAEL) yang disesuaikan dengan data penelitian.

Konsentrasi toluena di Kebon Jeruk gerbang tol dibagi menjadi 2 poin, yaitu gerbang tol 1 di 0,00121 mg/m3 dan titik tol 2 di 0,00128mg/m3. Menurut Menteri Tenaga Kerjaaan Nomor Peraturan Transmigrasi Jurnal Penelitian & Pengembangan Kesehatan Masyarakat India, September 2019, Vol.10 No.9 1244Per.13 / Men / X / 2011 tahun 2011 tentang Nilai Ambang Nilai Faktor Fisik dan KimiaFaktor di Tempat Kerja, Nilai ambang toluena konsentrasi adalah 188 mg/m3. Ini menunjukkan bahwa konsentrasi toluena di tol Kebon Jeruk Jakarta Gerbang masih jauh di bawah Nilai Ambang. Perhitungan konsentrasi aman di Kebon Gerbang tol Jeruk Jakarta didasarkan pada perhitungan Refrence Concentration (RfC), dan No ObservedLevel Efek Merugikan (NOAEL). Tes untuk hewan percobaan digunakan untuk menghitung No Level Dampak Teramati (NOAEL) atau tertinggidosis toksin tanpa menimbulkan efek. Tidak Level Efek yang Diamati Diamati (NOAEL) adalah 0,0281 mg/kg. Menurut Badan Beracun dan Zat, NOAEL untuk pemaparan melalui inhalasi adalah 3 ppm. Oleh karena itu, nilaitoluene NOAEL aman untuk pekerja.

Referensi Konsentrasi (RfC) toluene melalui inhalasi dapat dihitung melalui Nilai-nilai NOAEL, Animal Km, dan Human Km. Itu hasil perhitungan Konsentrasi Referensi(RfC) nilai melalui inhalasi pada tol Kebon Jeruk penjaga pintu adalah 0,00417 mg/kg. Referensi Toluene Batas nilai konsentrasi (RfC) melalui penghirupan berdasarkan Badan Perlindungan Lingkungan A.S. Pusat Penilaian Lingkungan Nasional (2003) adalah 0,03 mg/m3. Ini menunjukkan bahwa nilai RfC untuk penjaga tol Kebon Jeruk lebih rendah dari itu Kimia Sistem Informasi Risiko Terintegrasi Ringkasan Penilaian (2003).

Konsentrasi petugas toluene amandari tol Kebon Jeruk adalah 0,0922 mg/m3 (0,0245ppm). Menurut Menteri Tenaga Kerja danPeraturan Transmigrasi No. Per.13/Men/X/2011tahun 2011 tentang Nilai Ambang NilaiFaktor Fisik dan Faktor Kimia di PT. Tempat kerja, NAB dari konsentrasi toluene adalah 188mg / m3.9 Ini menunjukkan bahwa konsentrasi aman masihdi bawah NAB dan aman. Sebagai kesimpulan,nilai konsentrasi aman toluena di JakartaPemelihara pintu tol Kebun Jeruk dianggap amandan bisa dipertahankan.

Pengukuran konsentrasi toluene memasuki tubuh melalui inhalasi di gerbang to lpenjaga di Kebun Jeruk adalah 0,00125 mg/m3 (0,00033ppm).  Level ini aman dan jauh dari Ambang Nilai yang ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja danNomor Peraturan Transmigrasi Per.13/Men/X / 2011 pada 2011 sebesar 188 mg/m3.

Konsentrasi toluena yang aman pekerja adalah 0,0922 mg/m3 (0,0245 ppm), artinya bahwa kondisi udara gerbang tol Kebon Jeruk Jakarta adalah dalam kategori aman. Kondisi ini harus menyatakan bahwa tingkat toluena di udara di sekitar tempat kerja tidak meningkat upaya pengendalian yang harus dilakukan selain menjaga lingkungan adalah dengan menggunakan Personal Alat Pelindung (APD) pada penjaga gerbang tol bahwa pekerja tidak secara langsung terpapar pada bahaya zat toluena.

Penulis: Nur Vita Widianingrum, Abdul Rohim Tualeka

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: http://www.medicopublication.com/index.php/ijphrd/article/download/5369/4965

(Safe Toluene Concentration at Kebon Jeruk Jakarta Toll Gate)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu