UNAIR Jadi Institusi Terproduktif Bidang Kesehatan-Obat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
BAMBANG Brodjonegoro saat menyampaikan sambutan dalam Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Produktif dan Berkualitas Tahun 2020 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (18/11/2020). (Foto: Istimewa)
BAMBANG Brodjonegoro saat menyampaikan sambutan dalam Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Produktif dan Berkualitas Tahun 2020 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (18/11/2020). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga mencatatkan torehan prestasi dalam Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Produktif dan Berkualitas Tahun 2020 Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN). Tahun ini UNAIR meraih peringkat ketiga sebagai institusi terproduktif bidang kesehatan dan obat di atas Universitas Padjajaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengumuman penghargaan itu disampaikan pada Rabu siang (18/11/2020) secara offline di Hotel Westin, Jakarta, dan secara online melalui Zoom serta live streaming Youtube Kemenristek/Brin.

Yang menarik, sebanyak 90 penulis dari UNAIR turut mendapat penghargaan individu dalam ajang itu. Tiga akademisi meraih penghargaan penulis produktif berkualitas tinggi. Yakni, Moh. Yasin, Iman Harymawan, dan Anis Eliyana. Berikutnya, sebanyak 87 akademisi UNAIR meraih penghargaan penulis artikel terbaik.

Ketua LIPJP & HKI UNAIR Prof. Hery Purnobasuki M.Si., PhD., saat dihubungi via telepon membenarkan capaian torehan itu. Penganugerahan tersebut merupakan acara rutin Ristek/BRIN. Bagi UNAIR, prestasi itu tergolong peningkatan, mengingat UNAIR kali pertama masuk ke lima besar dibanding tahun sebelumnya.  

”Bagi UNAIR, ini (prestasi, Red) merupakan salah satu bentuk tanggung jawabnya kepada masyarakat. Bahwa kita (UNAIR) tidak diam meski masa pandemi COVID-19. Terus berinovasi, terus berprestasi,” ujarnya.

Kategori terproduktif itu, ungkap Prof Hery, ditentukan melalui penilaian dari data base web of science oleh Ristek/BRIN. Berikutnya, rekam jejak dan data keaktifan dalam bidang penelitian dari institusi serta akademisi bakal dilihat. Yang paling berpengaruh, sebut Prof Hery, adalah produk-produk inovasi dan penelitian dari institusi.

”Dari sisi publikasi, data-data penelitian kita, sehingga itu menjadi salah satu bahan pertimbangan penilaian. Termasuk beberapa aktivitas-aktivitas terkait Covid-19 UNAIR, vaksin,” ucapnya.

”Jadi, sederhananya UNAIR menghasilkan apa saja? Produk-produk inovasinya?” imbuhnya.

Prof Hery menyebutkan saat ini produk UNAIR yang memiliki hak paten mencapai lebih dari 150 produk yang tercatat. Tren tiap tahun jumlah itu terus meningkat. Untuk tahun ini, ada tambahan lebih dari 70 produk yang akan dipatenkan.

”Kami bisa membantu dalam pengurusan hak paten bagi sivitas. Ini akan terus kita dorong dan lakukan menuju hilirisasi hasil penelitian. Baik dari skala lab kita dorong sampai pada hilirisasi,” ungkapnya.

Sumber: Ristek/BRIN

Atas torehan prestasi tersebut, Prof Hery berharap iklim prestasi itu mampu terus terbangun di lingkungan UNAIR. Termasuk capaian tersebut semoga mampu menjadi inspirasi UNAIR ke depan untuk menorehkan prestasi yang lain.

”Yang terpenting dari sebuah penelitian itu nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Saat kita semua bersama-sama, semuanya bisa dikejar. Maju maju bersama. Hebat, ya hebat bersama. Semoga UNAIR Hebat dan smart university bisa segera tercapai,” katanya. (*)

Penulis: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu