Motivasi Dan Pencapaian Berwirausaha Serta Pentingnya Self-Efficacy

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Glints.com

Dalam memulai dan menjalankan wirausaha, mahasiswa Universitas Airlangga yang berwirausaha membutuhkan beberapa aspek yang memengaruhi pencapaian usahanya, antara lain self efficacy dan motivasi. Banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan berwirausaha untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan entrepreneur dalam menjalankan usaha. Apabila seorang entrepreneur menjalankan usahanya dengan optimis dan penuh keyakinan diri maka akan mencapai keberhasilannya dalam berwirausaha. Salah satu sifat yang dapat memengaruhi keyakinan seseorang adalah self efficacy, karena individu tersebut akan merasa percaya diri dalam pengetahuan dan keterampilan mereka untuk menghasilkan ide dan mengimplementasikan ide-ide itu di tempat kerja.  Self efficacy merupakan keyakinan pada diri seseorang mengenai peluangnya untuk berhasil mencapai suatu tugas tertentu, dengan keyakinan dan motivasi yang kuat akan berpengaruh terhadap pencapaian berwirausaha. Dalam berwirausaha juga diperlukan dorongan, semangat kerja, minat dan motivasi yang tinggi pada seseorang untuk mau mencapai kesuksesan usaha tersebut.

Pada penelitian ini diketahui mahasiswa Universitas Airlangga yang berwirausaha memiliki tingkat Self Efficacy, Motivasi, dan Pencapaian Wirausaha yang termasuk kategori tinggi. Sehingga variabel tersebut dapat mempengaruhi satu sama lain dalam menciptakan atau meningkatkan Pencapaian Wirausaha. Pencapaian Wirausaha merupakan apa yang telah diraih mahasiswa Universitas Airlangga yang berwirausaha dalam menjalankan usahanya.

Menurut Hsu et al., (2019), individu yang memiliki self efficacy akan percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berhasil memulai wirausaha dan akan memiliki niat untuk melakukannya. Menanamkan sifat niat bagi seorang wirausaha perlu diterapkan  karena perilaku kewirausahaan mengarah seperti keputusan startup dan tindakan aktual yang tidak dapat terjadi dalam semalam, sehingga wirausaha  pertama-tama harus memiliki niat untuk memulai wirausaha.  Niat wirausaha harus menjadi hasil yang tepat untuk studi tentang wirausaha yang baru memulai, yang mengarah pada perilaku memulai suatu wirausaha (Hsu et al., 2019). Dengan tujuan niat awal dari seorang wirausaha tersebut akan menghasilkan pencapaian kewirausahaan yang berfungsi untuk melakukan bisnis baru dalam jangka panjang.

Keyakinan self efficacy berfokus pada kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu dengan baik. Dengan kata lain, individu yang menunjukkan kurangnya kepercayaan pada kemampuan mereka dan yang secara aktif menghindari kegiatan yang menantang dianggap memiliki self efficacy dan informasi yang rendah, dan sebaliknya (Amit-Aharon, Melnikov, & Warshawski, 2020). Sehingga individu perlu memiliki self efficacy pada dirinya untuk membangun motivasi yang dapat memengaruhi perilakunya. Motivasi sangat penting untuk sebuah hasil yang ingin dicapai. Motivasi yang tinggi menyebabkan rasa ingin tahu, kualitas yang tinggi, ketekunan dalam mengelola sesuatu, dan kinerja yang lebih baik (Amit-Aharon et al., 2020). Kemampuan/kualitas ini juga penting untuk pengembangan keterampilan bagi seorang wirausaha dalam menjalankan suatu bisnisnya.

Motif awal mengarah pada tindakan kewirausahaan yang melampaui untuk dapat bertahan pada hidup bisnis. Ini berkontribusi pada pemahaman tentang berapa banyak motivasi kewirausahaan, yang menyumbang perbedaan dalam kinerja bisnis baru (Debrulle et al., 2020). Menurut (Debrulle et al., 2020) mendefinisikan motivasi kewirausahaan sebagai dorongan untuk terlibat dalam penciptaan dan pengembangan bisnis baru karena hasil material yang dapat diberikan, terutama imbalan finansial. Sementara itu, motivasi kewirausahaan juga dapat berkaitan dengan dorongan untuk mematuhi tugas penciptaan dan pengembangan perusahaan karena hal itu dapat dilakukan dengan menyenangkan. Karena peran penting wirausaha dalam bisnis, motivasi dan ambisi mereka dapat memengaruhi perusahaan melalui artikulasi strategi, alokasi sumber daya, dan pengelolaan tanggung jawab secara keseluruhan (Debrulle et al., 2020). Sehingga wirausaha yang ingin mencapai tujuan kewirausahaannya dengan tepat dapat lebih termotivasi dan diasumsikan lebih berorientasi pada kesinambungan bisnis untuk hasil perusahaan jangka panjang.

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Self Efficacy terhadap Motivasi dan Pencapaian Wirausaha pada Mahasiswa Universitas Airlangga yang Berwirausaha” yang telah dilakukan memiliki kesimpulan yakni Self efficacy tidak dapat memengaruhi secara signifikan terhadap pencapaian wirausaha tetapi dapat memengaruhi secara signifikan terhadap motivasi seseorang wirausaha. Sehingga penelitian ini dipengaruhi tidak secara langsung oleh variabel motivasi dalam mempengaruhi pengaruh variabel self efficacy terhadap variabel pencapaian wirausaha. Dengan demikian dikatan variabel motivasi memiliki peran sebagai full mediation. Didukung penelitian dari Hsu, Burmeister-Lamp, Simmons, Foo, Hong, & Pipes (2019) mengenai pentingnya atribut individu seperti self-efficacy, karena pemenuhan kebutuhan atribut individu adalah pendorong motivasi untuk kewirausahaan. Semakin dekat kesesuaian kepribadian seseorang, semakin besar kemungkinan atau besarnya kesuksesan kewirausahaan yang akan dicapai oleh wirausaha.

Hasil dari penelitian tersebut bisa dijadikan rekomendasi oleh jajaran manajemen perusahaan mengenai pengaruh self efficacy, motivasi terhadap pencapaian wirausaha mahasiswa Universitas Airlangga yang berwirausaha. Hal tersebut dapat mempengaruhi karyawan untuk selalu berusaha dalam mengatasi permasalahan yang ada dengan berbagai solusi yang telah dipertimbangkan, dalam menjalankan usaha mahasiswa Universitas Airlangga yang berwirausaha masih perlu untuk meningkatkan kemauannya untuk melakukan pekerjaan yang beresiko karena apabila kurang adanya dorongan untuk melakukan pekerjaan yang beresiko maka tidak ada tantangan dalam berwirausaha dan untuk mencapai kesuksesan usaha akan sangat minim, dan terakhir mahasiswa Universitas Airlangga yang berwirausaha diharapkan lebih sering untuk mengikuti aktivitas kewirausahaan dan lebih mampu untuk membangun hubungan yang baik dengan wirausaha lainnya, agar memperoleh pengalaman baru serta memperoleh berbagai informasi yang berguna untuk usaha yang sedang dijalankan.

Penulis: Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Artikel selengkapnya dapat diunduh pada: http://www.sysrevpharm.org/index.php?fulltxt=136319&fulltxtj=196&fulltxtp=196-1600510558.pdf

(Linking Self Efficacy on Motivation and Entrepreneurial Achievements)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu