Menyelidiki Perilaku Berbagi Pengetahuan Para Peneliti dari Faktor Individual dan Faktor Organisasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh KalderaNews.com

Puslitbang merupakan sebuah entitas khusus dengan karakteristik manajemen sumber daya manusia yang berbeda, ini karena karakteristik sumber daya manusia di lembaga penelitian sangat berbeda dengan sumber daya manusia di lembaga non penelitian. Selain itu, pusat penelitian juga memiliki kekhususan dalam fungsinya sebagai manajemen pengetahuan yaitu wadah untuk mengelola pengetahuan yang ada dan yang akan datang. Puslitbang adalah lembaga penelitian dan pengembangan (R&D) yang memiliki manajemen, dan visi misi yang sistemik. Fungsi utama organisasionalini adalah untuk memastikan adanya pengumpulan dan pertukaran informasi dalam proses penciptaan pengetahuan yang berkelanjutan.

Praktisi memiliki beberapa pertanyaan tentang bagaimana menegakkan knowledge sharing dalam organisasional, dan faktor apa yang dapat mendorong dan menghambat implementasinya. Salah satu temuan pembahasan disampaikan oleh Pedersen (2017) yang menyatakan bahwa faktor manusia, faktor organisasional dan faktor teknis berpengaruh terhadap knowledge sharing antar individu.

Faktor individu terdiri dari kepercayaan interpersonal, sikap individu, manfaat / biaya yang dirasakan, dan self-efficacy individu. Sedangkan faktor organisasional meliputi dukungan manajemen, insentif / penghargaan, kepemimpinan serta budaya organisasional. Knowledge sharing dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari knowledge management. Hal ini konsisten dengan pandangan bahwa sistem knowledge management bergantung pada keberhasilan knowledge sharing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi faktor individu (kepercayaan interpersonal, sikap individu, persepsi manfaat / biaya, dan efikasi diri) mempengaruhi knowledge sharing behaviour melalui knowledge sharing intention. Kepercayaan interpersonal adalah salah satu dimensi terkuat dari faktor individu. Selain itu, hasil penelitian tentang dimensi faktor organisasional (dukungan manajemen, insentif / reward, kepemimpinan, dan budaya organisasional) juga menunjukkan hasil yang mempengaruhi knowledge sharing behaviour. Salah satu dimensi yang sangat berpengaruh adalah budaya organisasional.

Penelitiantelah dilakukan pada peneliti dan staf di pusat penelitian kanker C-Tech Labs Edwar Technology yang secara khusus bertujuan untuk menguji hubungan antara faktor individu dan faktor organisasional dengan tujuan knowledge sharing yang pada akhirnya akan meningkatkan knowledge sharing behaviour. Faktor individu seperti kepercayaan interpersonal, sikap individu, manfaat / biaya yang dirasakan dan self-efficacy perlu menjadi pertimbangan utama. Selain itu, faktor organisasional seperti dukungan manajemen, insentif / penghargaan, kepemimpinan, dan budaya organisasional juga menjadi pendukung yang kuat untuk memajukan organisasional.

Penulis: Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Artikel selengkapnya dapat diunduh pada: https://jssidoi.org/jesi/article/download/603

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu