Dimana Ada Keterlibatan Disitulah Ada Kepuasan Kerja

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh linovhr.com

Menciptakan manajemen yang tepat dapat salah satunya dapat dicapai dengan semboyan the right man on the right place. Karyawan juga diperlukan menghasilkan suatu tingkat kepuasan kerja yang tinggi. Kepuasan kerja diketahui dapat diperoleh ketika karyawan terlibat dalam pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan. Keterlibatan kerja yang dimaksud, merupakan ukuran individu secara psikologis terhadap pekerjaannya dan telah menganggap kinerja yang dimiliki sebagai ukuran harga diri mereka. Selain itu, diketahui tingkat keterlibatan kerja yang tinggi dapat membentuk suatu kinerja, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerja, dan dapat memunculkan kepuasan kerja bagi karyawan. Keterlibatan kerja pada seorang karyawan PT. Exelcomindo Pratama menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan sifat tugas yang mereka jalankan, hubungan karyawan dengan kelompok kerjanya, dan sifat proses pengambilan keputusan, yang diidentifikasi sebagai interdependensi tugas (task interdependence), dukungan kelompok kerja (group support), dan partisipasi dalam pengambilan keputusan (participation in decision-making).

Menurut Scott et al., (2003), keterlibatan pekerjaan karyawan berkaitan dengan sifat pekerjaan yang dilakukan karyawan, hubungan karyawan dengan kelompok kerjanya, dan sifat proses pengambilan keputusan. Faktor-faktor tersebut diidentifikasi oleh Scott et al., (2003) sebagai interdependensi tugas (task interdependence), dukungan kelompok kerja (group support), dan partisipasi dalam pengambilan keputusan (participation in decision-making).

Menurut the role theory  dari Griffin yang dikutip oleh Bouwmans et al., (2017), menyatakan bahwa dalam meningkatkan task interdependence akan berkaitan dengan keadaan individu ketika mereka telah merasa menjadi bagian dari sebuah tim, dan mereka akan bertindak dengan sebuah cara yang mendukung tim mereka dengan melakukan kegiatan yang dapat meningkat kinerja tim tersebut dan dapat secara bersamaan meningkatkan kepuasan kerja karyawan karena dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam bekerja secara tepat.

Pohl & Galletta (2017) juga menyatakan bahwa group support dapat secara positif mempengaruhi hubungan kepuasan kerja dan keterlibatan kerja di atas dan di luar persepsi individu tentang dukungan pengawas emosional (di tingkat individu). Oleh karena itu, disarankan bahwa hubungan antara keterlibatan kerja dan kepuasan kerja akan lebih kuat dalam konteks tingkat yang lebih tinggi dari dukungan pengawas emosional karena ketersediaan sumber daya yang bertambah dan dengan peningkatan dukungan sosial-emosional.

Diketahui bahwa keuntungan terbesar participation in decision-making dalam kelompok adalah, ia dapat mengendalikan banyak masalah mengenai keragaman dalam kelompok kerja dan dapat ditekankan bahwa variasi tugas serta upaya kerja, dapat mempengaruhi karyawan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Dan akhirnya participation in decision-making memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja (Shahzad et al., 2018).

Penelitian Fernández-Salinero et al., (2020) menyatakan bahwa keterlibatan kerja secara positif mempengaruhi kepuasan kerja. Dengan pernyataan tersebut akan dibutuhkan untuk dapat mengeksplorasi interaksi antara keterlibatan kerja serta pengaruhnya terhadap kepuasan kerja. Selain itu, diketahui bahwa interdependensi tugas (task interdependence), dukungan kelompok kerja (group support), dan partisipasi dalam pengambilan keputusan (participation in decision-making) merupakan faktor yang mempengaruhi keterlibatan kerja.

Penelitian telah dilakukan di PT. Excelcomindo Pratama Tbk. dan menemukan  bahwa Keterlibatan Kerja (Group Support, Participation In Decision-Making, Task Interdependence) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan bagian operasi dan pemeliharaan PT. Excelcomindo Pratama Tbk. Sehingga dalam meningkatkan kepuasan kerja, karyawan bagian operasi dan pemeliharaan PT. Excelcomindo Pratama Tbk. harus terlibat dalam pekerjaan mereka yang akan juga membuat mereka terlibat dalam kondisi group support, participation in decision-making, task interdependence secara baik. Selanjutnya, diketahui pada hasil analisis bahwa variabel participation in decision-making merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja. Hal tersebut diketahui melalui nilai original sample yang tertinggi yang berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan kerja diperoleh 0,479 oleh variabel  participation in decision-making. Pada penelitian Ding & Shen (2017) menunjukkan bahwa participation in decision-making umumnya berhubungan positif dengan kepuasan kerja. Oleh karena itu, ketika suatu organisasi membiarkan karyawan bagian operasi dan pemeliharaan PT. Excelcomindo Pratama Tbk terlibat dalam participation in decision-making, menandakan pentingnya dirinya bagi perusahaan yang menunjukkan karyawan tersebut merasa bahwa dia diakui serta dapat meningkatkan rasa kepemilikan dalam organisasi. Sehingga mereka dapat meningkatkan kepuasan kerja mereka.

Hasil dari penelitian ini bisa dijadikan rekomendasi oleh jajaran manajemen perusahaan dalam meningkatkan kepuasan kerja melalui keterlibakan karyawan dalam bekerja di PT. Excelcomindo Pratama Tbk. Karyawan bagian operasi dan pemeliharaan memang sangat membutuhkan dukungan kelompok kerjanya dalam melakukan tugas pekerjaan mereka, dan dikarenakan keterkaitan tugas kerja yang sangat tinggi maka koordinasi harus selalu dilakukan dan partisipasi aktif karyawan sangat dibutuhkan dalam memecahkan persoalan kerja. Apabila keterlibatan karyawan dapat aktif terhadap pekerjaannya maka kepuasan terhadap pekerjaannya semakin meningkat. Selanjutnya, dinyatakan bahwa participation in decision-making berpengaruh dominan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Excelcomindo Pratama Tbk. Hal ini didukung telaah atas hasil penelitian bahwa partisipasi aktif karyawan benar-benar sangat dibutuhkan dalam pekerjaan operasi dan pemeliharaan, karena solusi permasalahan kerja dapat cepat terselesaikan, apalagi jika terjadi kondisi gangguan teknis di lapangan, sehingga membutuhkan penanganan dengan cepat.

Penulis: Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Artikel selengkapnya dapat diunduh pada: http://www.sysrevpharm.org/index.php?fulltxt=129422&fulltxtj=196&fulltxtp=196-1598603012.pdf

(The Effect of Employee Involvement on Job Satisfaction)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu