Berat Badan dan Ukuran Lingkar Lengan Atas Sebelum Hamil Penting untuk Kesuksesan ASI Eksklusif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Halodoc

Praktek pemberian ASI eksklusif, yaitu pemberian hanya Air Susu Ibu kepada bayi setelah lahir hingga bayi usia 6 bulan, tanpa diberikan minuman atau makanan lainnya, hanya ASI saja. Pemberian ASI eksklusif merupakan dalah satu faktor penting dalam tumbug kembang anak, serta dalam pencegahan stunting. Capaian ASI Eksklusif di Inodnesia masih tergolong rendah. Riskesdas tahun 2018 menyatakan angka cakupan nasional hanya 37,3%, sedangkan angka cakupan di Jawa Timur sebesar 38%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan  target nasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar 50%. Rendahnya cakupan ASI eksklusif akan berpengaruh terhadap kejadian sakit pada bayi, meningkatnya resiko kesakitan dan kematian bayi akibat diare serta  pneumonia. 

Sumber kegagalan capaian ASI Eksklusif diantaranya adalah rendahnya status gizi ibu sebelum hamil. Untuk mengetahui apakah seseorang sudah meiliki status gizi yang baik sebelum hamil, dapat dinilai dengan indeks masa tubuh (IMT) dan ukuran lingkar lengan atas (LILA).  Indeks Masa Tubuh dapat dihitung dari berat badan (kg) dibandingkan dengan kuadrat berat badan (dalam meter). Apabila nilai IMT sebelum hamil kurang dari 18,5 dan ukuran lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm maka menjadi faktor kegagalan ASI eksklusif. Lingkar lengan atas  dan Indeks massa tubuh  merupakan cerminan dari status gizi masa lampau yang kemungkinan terjadi sejak masa remaja atau masa prakonsepsi. LILA yang normal (≥ 23,5 cm) memberikan gambaran bahwa cadangan energi di dalam tubuh memadai. Demikian juga dengan nilai IMT ≥18,5, mencerminkan cadangan lemak tubuh yang cukup. Cadangan lemak ibu dapat digunakan sebagai tambahan kebutuhan untuk memproduksi ASI. 

Calon pengantin merupakan  calon ibu merupakan kelompok yang sangat penting untuk diberikan pemahaman  yang baik tentang  pentingnya mempersiapkan status gizi sebelum hamil. Karena status gizi yang buruk saat sebelum hamil maka cadangan lemak yang dihasilkan hanya digunakan untuk menutupi kekurangan, sehingga energi yang ditransfer kepada janin menjadi kurang mencukupi kebutuhan tumbuh kembang janin. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan status gizi yang buruk maka pertumbuhan terutama setelah 6 bulan menjadi tidak maksimal. Beberapa penelitian membuktikan bahwa ibu hamil KEK seringkali mengalami kegagalan dalam memberikan ASI eksklusif. 

Faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan ASI eksklusif adalah adanya kontak kulit antara kulit ibu dan bayi (skin to skin cantact) serta kontak mata (eye contact) antara bayi dan ibu akan memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dimasa yang akan datang.  Pemberian ASI Eksklusif yang optimal akan tercipta generasi platinum. Untuk mewujudkan generasi platinum tersebut, maka Pemerintah Kota Surabaya menciptakan Program pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Program pendampingan dimulai dari pasangan calon pengantin sampai bayi yang dilahirkan berusia 2 tahun. 

Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ASI Eksklusif adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu permulaan kegiatan menyusu dalam satu jam pertama setelah bayi lahir. Satu jam pertama kelahiran bayi adalah saat paling penting, karena di masa satu jam pertama ini terjadi fase kehidupan yang mempengaruhi proses menyusui. Inisiasi menyusu dini dapat memberikan rangsangan terhadap produksi oksitosin dan prolactin, yaitu hormaon yang berperan dalam produksi ASI. Produksi oksitosin dapat dirangsang diantaranya dengan adanya kontak kulit ibu dan bayi serta adanya hisapan puting susu ibu pada satu jam pertama setelah persalinan. Produksi hormone prolactin perlahan – lahan akan meningkat seiring dengan menurunnya hormon estrogen dan hormon progesterone. Meningkatnya roduksi hormon prolactin dan hormon oksitosin akan meningkatkan produksi ASI dan reflek keluarnya ASI dari kelenjar mamae. Selain itu dengan bayi merangkak mencari putting susu ibunya, menimbulkan rasa percaya diri ibu. Rasa percaya diri ibu dapat meningkatkan hormon prolactin dan hormon oksitosin. 

Penulis: Sri Sumarmi dan Dian Shofiya 

Tulisan ini dapat diakses di:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7376458/

Shofiya, D., Sumarmi, S. and Ahmed, F. (2020) ‘Nutritional status, family income and early breastfeeding initiation as determinants to successful exclusive breastfeeding’, Journal of Public Health Research. Page Press Publications, 9(2), pp. 110–112. doi: 10.4081/jphr.2020.1814.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu