Peningkatan Kepatuhan Kebersihan Tangan di Rumah Sakit melalui Multimodal Hand Hygiene

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh sanitation.kleenoptima.com

Healthcare Associated Infection adalah Infeksi yang didapatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dari proses pelaksanaan pemberian pelayanan medis dan keperawatan terhadap pasien.  Healthcare associated Infection adalah masalah utama bagi keselamatan pasien dan pelaksanan pencegahannya harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan program keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.

Penularan patogen terkait perawatan kesehatan terjadi dengan melalui kontak langsung dan tidak langsung, droplet dan airborne. Penularan patogen melalui tangan petugas kesehatan yang terkontaminasi melalui proses lima langkah berurutan yaitu:   (i) Ada organisme di kulit pasien, atau disekitar zona pasien; (2) Organisme dipindahkan dari tangan petugas ke petugas kesehatan lain; (3) Organisme dapat bertahan setidaknya selama beberapa menit di tangan petugas kesehatan; (4) Pelaksanaan kebersihan tangan yang tidak sesuai standar atau produk cairan/sabun antisepsis tangan tidak tepat, dan (5) Tangan petugas kesehatan yang terkontaminasi dari pasien atau kontak dengan benda terkontaminasi.

Kebersihan tangan adalah ukuran utama yang terbukti efektif dalam mencegah penularan infeksi dan penyebaran resistensi antimikroba. Kebersihan tangan merupakan bagian dari sasaran keselamatan pasien yang wajib harus dilaksanakan di rumah sakit. Namun, telah terbukti bahwa petugas kesehatan mengalami kesulitan pada pelaksanaan indikasi kebersihan tangan di berbagai tingkat. Ketidakpatuhan terhadap pelaksanaan kebersihan tangan dipengaruhi oleh faktor individu petugas kesehatan terkait pengetahuan, perilaku dan kesadaran petugas kesehatan dalam melaksanakan program kebersihan tangan. Faktor lain yang sangat berperan adalah keterbatasan fasilitas sarana dan prasarna kebersihan tangan serta dukungan dan komitmen dari pimpinan rumah sakit terhadap program kebersihan tangan.

WHO telah membuat starategi untuk meningkatkan kebersihan tangan yang di susun berdasarkan hasil studi dan uji coba di beberapa negara yang telah menerapkan strategi kebersihan tangan. Strategi WHO untuk meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan di fasilitas pelayanan kesehatan adalah dengan Multimodal Hand hygiene yang terdisi dari: (1) System change; (2) Training&Eduation; (3) Evaluation & feedback; (4) Reminders in the workplace; (5) Institutional Safety Climate. Penerapan strategi kebersihan tangan dengan menggunakan WHO Multimodal Hand Hygiene dapat meningkatakan kepatuhan kebersihan tangan di rumah sakit. Hal ini dapat dibuktikan pada penerapan di sebuah rumah sakit, bahwa menggunakan WHO Multimodal Hand hygiene telah terbukti dapat meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan dan menurunkan HAIs . Data kepatuhan kebersihan tangan 73.34% (2010) menjadi  91.86% (2014). Angka  HAIs menurun dari 3,12 (2010) menjadi  0,10 (2014). Dengan terbuktinya dampak pelaksanaan program kebersihan tangan menggunakan multimodal hand hygiene telah membawa perubahan yang baik bagi mutu dan keselamatan pasien  maka pimpinan rumah sakit terus melaksanakan program kebersihan tangan dan menjadikan sebagai budaya keselamatan pasien di rumah sakit.

Penulis: Djazuly Chalidyanto

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://jummec.um.edu.my/article/view/25857

(Improving hand hygiene compliance through who’s multimodal hand hygiene improvement strategy)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu