Granuloma Gigi dan Ekspresi NFkβ

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Kumparan.com

Karies gigi yang tidak dirawat akan menjalar secara bertahap mencapai ruang pulpa (saraf gigi) dan menyebabkan peradangan. Proses peradangan pulpa dapat menyebabkan kelainan  jaringan di dalam saluran akar gigi hingga mencapai ujung saluran akar, seperti granuloma gigi. Granuloma gigi adalah salah satu karakteristik kerusakan jaringan di ujung akar gigi dan sekitarnya berupa peradangan kronis yang disebabkan oleh mikroorganisme yang berada di dalam saluran akar gigi sebagai akibat adanya karies gigi. Granuloma gigi tidak tampak secara klinis namun tampak pada pemeriksaan radiografi.

Proses terjadinya granuloma melibatkan beberapa sel-sel kekebalan  tubuh seperti monosit, makrofag, jaringan ikat, dan sel-sel lain dalam sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan sitokin pro-inflamasi yang bertanggung jawab atas perusakan jaringan dan penurunan komponen extra cellular matrix (ECM), yang mengakibatkan resorpsi tulang alveolar. Bakteri yang masuk hingga ujung saluran akar gigi akan difagosit dan dihancurkan oleh histiosit, kehadiran bakteri dan pertahanan tubuh yang persisten akan memicu perkembangan histiosit menjadi makrofag dan antigen-presenting cell (APC) sehingga mendorong pembentukan granuloma gigi. Di sisi lain, respon histiosit akan berkembang menjadi fagosit, sehingga akan terbentuk non-granuloma (abses). Untuk mengetahui diagnosis yang tepat dari granuloma gigi, diperlukan pemeriksaan histopatologis.

Pada peneltian yang dilakukan di poli gigi RSU Dr Moewardi Surakarta-Jawa Tengah pada Juni 2008 hingga Juli 2009 didapatkan subjek penelitian laki-laki dan wanita dengan rentang usia 17-57 tahun. Sebagian besar pasien dengan granuloma gigi adalah perempuan (66,67%) antara usia 36–45 (61,11%). Non-granuloma sebagian besar ditemukan pada laki-laki (61,11%) antara usia 36–45 (77,77%).

Infeksi bakteri pada ruang pulpa gigi biasanya menyebabkan keradangan saraf gigi yang bersifat irreversible dan kematian pulpa gigi. Interaksi antara infeksi bakteri dan sistem kekebalan tubuh dalam ruang pulpa gigi menghasilkan pelepasan banyak mediator pro-inflamasi melalui sistem saluran akar sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan didalam saluran akar gigi. Kondisi tersebut membutuhkan perawatan saluran akar. Apabila terjadi kegagalan perawatan saluran akar (endodontik) pada beberapa kasus yang disebabkan karena infeksi bakteri pada saluran akar akan memicu terjadinya granuloma ditandai dengan aktivasi makrofag dalam memproduksi sitokin proinflamaai melalui ekspresi NFkβ secara histologi dan imunohistokimia.

Makrofag adalah sel radang yang berperan penting dalam pembentukan granuloma gigi dan granuloma akut. Kehadiran bakteri memicu perkembangan histiosit menjadi makrofag. Sebagai komponen utama dalam pembentukan granuloma dengan sel darah putih, makrofag diaktifkan oleh bakteri dalam sistem saluran akar. Sel-sel lain yang ditemukan dalam granuloma gigi adalah sel mast, yang terkait dengan perusakan jaringan tulang dan pertumbuhan granuloma.

Penelitian ini menggunakan sampel yang berasal dari gigi permanen pasien (17-57 tahun) yang didiagnosa lesi periapikal granuloma dan non-granuloma yang diindikasi pencabutan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa granuloma gigi memiliki ekspresi NFkB yang tinggi dan komponen utamanya adalah makrofag, limfosit, dan sel mast sehingga kemungkinan kambuh setelah terapi perawatan saluran akar juga sangat tinggi. Dari perspektif ini diperlukan perawatan saluran akar yang adekuat pada kasus pulpitis irreversible atau kematian saraf gigi dengan granuloma gigi agar tidak mengaktivasi NFkB untuk memproduksi sitokin proinflamasi seperti IL-1ß, IL-6, dan TNF-a sehingga tidak memicu proses keradangan dan rasa nyeri.

Penulis: Nirawati Pribadi

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7425096/

R. CilmiatyN.Pribadi, M.Rukmo,and  M.D.C.Surboyo. The NFκB Expression on Apical Dental Granuloma: An Immunohistochemistry Analysis. Clin Cosmet Investig Dent. 2020; 12: 313–318.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu