Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tangkapan Ikan Melalui Pemberdayaan Istri Nelayan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Strategi peningkatan kesejahteraan nelayan tidak terlepas dari peran strategis para istri nelayan itu sendiri. Oleh karena itu, Dr. Wasiaturrahma, Dina Heriyati, SE, M.For.Accy, dan Chorry Sulistyowati, SE.,M.Sc selaku dosen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga mengusulkan program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendampingan manajemen pengolahan dan pengawetan ikan kepada para istri nelayan dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan tradisional.

Kegiatan itu merupakan realisasi program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Dana Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2020. Kegiatan itu juga bekerja sama dengan BMT Mandiri Ukhuwah Persada (MUDA) Jawa Timur yang bertempat tak jauh dari lokasi kelompok nelayan.

BMT MUDA berperan sebagai mitra yang menghubungkan dengan kelompok nelayan yang juga merupakan anggota BMT MUDA. Selain itu, BMT MUDA juga berperan dalam penyedia modal untuk mengambangkan usaha para nelayan.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan selama lima bulan penuh dimulai dari Juni hingga Oktober 2020 bertempat di Kelurahan Kedungcowek, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Permasalahan yang dihadapi kelompok nelayan di daerah tersebut yaitu minimnya pendapatan yang mereka peroleh karena sebagian besar hasil tangkapan ikan diborong oleh para tengkulak dengan harga yang ditentukan oleh tengkulak itu sendiri.

“Nelayan tidak memiliki kemampuan dalam mengendalikan harga. Mereka hanya sebagai price taker karena sistem pasar lebih dikendalikan oleh para tengkulak. Akibatnya, para nelayan seringkali mendapatkan harga yang sangat jauh dari harga pasar,” ujar Rahma.

Ia menambahkan, para nelayan tersebut seharusnya mendapatkan penghasilan yang lebih banyak dengan cara memberdayakan istri nelayan untuk dapat mengelola hasil tangkapan ikan menjadi lebih baik kualitasnya serta memasarkannya dengan baik. Sehingga, mereka tidak menggantungkan para tengkulak, tapi mampu menjual langsung kepada konsumen dengan harga yang bersaing.

Kegiatan ini, dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama, dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak serta sosialisasi kegiatan kepada para kelompok nelayan setempat. Selanjutnya dilaksanakan pelatihan sesi pertama. Pada sesi ini, para istri nelayan diberikan pelatihan dalam mengelolah dan mengawetkan ikan, serta meningkatkan keterampilan pengemasan produk menjadi lebih menarik sehingga dapat meningkatkan nilai jual ikan.

Penyampaikan materi dilakukan oleh tim ahli dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Tak hanya pelatihan, para istri nelayan juga diberikan mesin vacum sealer, sehingga dapat langsung mempraktekkan materi yang didapatkan untuk mengemas hasil tangkapan ikan menjadi lebih menarik. Pelatihan ini berjalan dengan baik dan dihadiri oleh para isti nelayan dengan sangat antusias.

“Kami merasa senang dan bersyukur dengan adanya pelatihan ini. Kami menjadi lebih mengerti tentang pengelolaan dan pengemasan produk ikan menjadi lebih baik,” ungkap salah satu istri nelayan di Keluarahan Kedungcowek.

Selanjutnya, akan diadakan pelatihan sesi kedua. Pada sesi ini, tim pengabdian masyarakat mengkoordinir kelompok nelayan dan melatih strategi pemasaran produk baik secara offline maupun online, serta melatih manajemen usaha yang baik. Selain itu, tim pengabdian masyarakat juga membantu repackaging produk yang sudah mereka punya seperti ikan asin dan kerupuk kerang.

“Harapannya, usaha ini tidak hanya berhenti pada periode pendampingan saja, melainkan bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian pendukung bagi nelayan secara berkesinambungan,” ujar Wasiaturrahma. (*)

Penulis: Tita Novita Sari

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu