PPMK UNAIR Jawab Tantangan Perkembangan Industri Media

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dari kiri: Naufal dan Ganesh memandu opentalk dengan topik “Perkembangan Media Digital di Masa Depan” pada Rabu (11/11/2020) di Halaman Kantor Manajemen Kampus C UNAIR. (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Menjawab tantangan perkembangan industri dunia, Universitas Airlangga melalui Pusat Pengembangan Media & Kehumasan menggelar talkshow pada Rabu (11/11/2020). Talkshow dengan topik “Perkembangan Media Digital di Masa Depan” tersebut disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube Universitas Airlangga.

Talkshow tersebut mengundang dua narasumber kunci, yaitu Dr. Miftahussurur, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi (IDI) UNAIR dan Dwi Eko Lokononto selaku Pimpinan Umum media online Berita Jatim.

Dalam talkshow itu, Dwi Eko Lokononto menjelaskan bagaimana produk news mengalami perubahan teknologi penyiaran digital. Perubahan itu selain disebabkan oleh perkembangan teknologi, juga adanya pola konsumsi dari masyarakat terhadap jenis-jenis media yang dilihat.

“Perguruan tinggi harus berani masuk kedalam kolaborasi, jurnalisme data, dan memahami bagaimana perkembangan sosial konten sehingga mengetahui apa yang sedang dibutuhkan atau yang dicari oleh masyarakat,” ucap Dwi.

Di lain sisi, Miftahussurur selaku Wakil Rektor Bidang IDI mengatakan bahwa dalam lima tahun ke depan UNAIR akan fokus pada internasionalisasi, digitalisasi, dan informasi. PPMK diharapakkan dapat menjadi media yang akan mengangkat nama UNAIR, bukan hanya di level nasional tapi juga internasional.

“Saat ini UNAIR telah bekerja sama dengan mitra dari 62 negara. Kerja sama itu tidak hanya bidang riset, tapi juga pendidikan dan pengmas. PPMK dapat melakukan branding terhadap kerja sama itu,” ucap dokter Miftah, sapaan karibnya.

Sementara itu, Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si selaku Ketua PPMK mengatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci kerja media saat ini. Untuk itu, pihaknya mengajak para sivitas, baik dosen, mahasiswa, maupun alumni UNAIR untuk berkolaborasi menjadi bagian dalam proses produksi yang dilakukan oleh PPMK.

“Para dosen, profesor, sivitas, bisa menjadi bagian dari proses produksi. Karena konsep modern revolusi industri 4.0 adalah kolaborasi,” ucap Suko.

Tak hanya itu, Suko mengatakan bahwa talkshow tersebut menjadi satu step baru bagi PPMK untuk menyiapkan satu platform media massa baru. Suko melanjutkan, media masa baru tersebut akan berbentuk visual, poscast, maupun news online. (*) Penulis: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu