Pengaruh Usia, Berat Badan, dan Aktifitas Fisik pada Lansia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi aktivitas fisik pada lansia. (Sumber: http://dinkes.madiunkota.go.id)

Aktivitas fisik secara bertahap menurun seiring bertambahnya usia karena orang kehilangan massa dan kekuatan otot mereka. Selama proses penuaan, fisik aktivitas menurun 40% -80%, sehingga meningkatkan kemungkinan individu yang mengembangkan gangguan metabolisme dan kronis lainnya penyakit, seperti kanker, diabetes, penyakit serebrovaskular dan kardiovaskular. Umur dan berat badan dianggap sebagai dua faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik.

Perubahan terkait usia dikaitkan dengan aspek biologis, psikologis, dan sosial manusia kehidupan. Misalnya, orang dewasa yang lebih tua, pasti menderita penyakit kronis, gangguan kognitif, interaksi sosial yang buruk, dan obesitas karena aktivitas fisik yang buruk. Obesitas tidak hanya didefinisikan sebagai peningkatan berat badan yang berlebihan berat terhadap tinggi badan, dan itu juga terkait dengan adipositas yang berlebihan, menyebabkan konsekuensi metabolisme.

Studi menunjukkan bahwa lebih dari 60% wanita paruh baya dalam status sosial ekonomi rendah mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti status pekerjaan, tekanan darah tinggi, artritis, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan aktivitas membungkuk, bergerak teratur, duduk, dan bangun dari kursi. Oleh karena itu, kegiatan fisik dengan anggaran rendah sangat penting bagi masyarakat untuk dapat melakukan olahraga yang memadai dengan manfaat yang maksimal.

Perbedaan aktifitas fisik pada lansia obesitas dan non obesitas yang tidak signifikan memperlihatkan adanya berbagai macam faktor yang mempengaruhi aktifitas fisik. Permasalahan pada lansia tidak hanya pada penurunan aktifitas fisik namun juga pada penurunan pola makan, fungsi organ dan psikososial serta kelemahan. Tenaga kesehatan juga perlu mengetahui bahwa psikososial dan masalah gizi lainnya mempengaruhi obesitas pada lansia.

Latihan atau beraktivitas fisik merupakan intervensi nonfarmakologis yang tersedia bagi sebagian besar masyarakat umum, serta memainkan peran penting dalam mencegah berbagai macam penyakit metabolik pada dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas.  Penurunan berat badan yang signifikan secara klinis (≥ 5% dari berat badan awal) telah terbukti lebih efektif dalam mengurangi faktor risiko penyakit metabolik.

Faktor usia akan mempengaruhi aktivitas fisik pada kelompok orang dewasa dan usia lanjut, tetapi hanya orang dewasa obesitas yang menunjukkan perubahan ini. Sedangkan penambahan berat badan hanya berpengaruh terhadap aktivitas fisik pada usia dewasa.

Penulis: Bambang Wirjatmadi

Artikel lengkapnya dapat diakses melalui laman berikut ini:https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7376490/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu