Bagaimana Caranya Agar Anak Asma Bertahan Menjalani Vaksin Alergi Sampai Sembuh?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi asma pada anak. (Sumber: CNN Indonesia)

Serangan sesak pada anak asma bisa terjadi di manapun dan kapanpun. Bahkan menjadi sering sulit tidur di waktu malam karena merasa sulit bernafas. Dan dampaknya anak jadi sering membolos sekolah. Saat ini kita semakin sering mendengar seorang anak mengalami batuk pilek bahkan sesak. Apa sebabnya? Karena alergi saluran nafas di dunia maupun di Indonesia terus meningkat, terutama yang disebabkan alergen debu rumah.

Gejala alergi debu rumah yaang tersering adalah sesak, pilek, dan batuk. Selain gejala pada saluran nafas, gejala alergi pada organ lain yang tersering adalah eksim, gelegata, dan gangguan saluran cerna yang pada umumnya disebabkan oleh alergi makanan.

Imunoterapi alergen debu rumah adalah solusi yang efektif untuk pasien alergi dengan gejala di saluran nafas yang sensitif terhadap alergen debu rumah. Kemanjuran vaksinasi alergi debu rumah dan kepuasan orang tua berbeda antara pasien/orangtua yang satu dengan pasien/orangtua yang lain. Ketidakpuasan dapat berpengaruh pada angka drop-out. Angka drop-out program vaksinasi alergi debu rumah cukup tinggi, mencapai 32,4 % sampai 39,0 %. Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat menurunkan angka drop-out tersebut?

Pengelolaan penyebab drop-out

Fakta menunjukkan bahwa keberhasilan vaksinasi alergi debu rumah dan ketidakpuasan orangtua  dipengaruhi oleh gagalnya penanganan gejala alergi di luar organ saluran nafas yang memang bukan merupakan target organ vaksinasi alergi debu rumah.

Sampai saat penelitian ini dilakukan, belum diketahui sejauh mana gejala alergi di luar saluran nafas berpengaruh pada kemanjuran vaksinasi alergi debu rumah debu rumah dan kepuasan para orang tua pada program vaksinasi tersebut.

Kemampuan program vaksinasi alergi debu rumah dalam mengendalikan gejala alergi dan tingkat kepuasan masyarakat sangat penting untuk pengendalian angka drop-out. Penyebab rendahnya kemanjuran vaksinasi alergi debu rumah pada pasien tertentu dan rendahnya kepuasan orang tua pasien tertentu harus dieksplorasi sebagai bahan untuk mencari solusi.

Bila penyebab dapat diketahui maka solusi terhadap masalah tersebut lebih mudah dicapai. Apabila solusi tersebut belum ada maka angka drop-out akan tetap tinggi dengan akibat ketidakberhasilan kita menurunkan jumlah kasus alergi saluran nafas yang tingkat keparahannya sangat ditentukan oleh alergi debu rumah.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah keberadaan gejala alergi di luar saluran nafas, seperti eksim, gelegata, dan gangguan saluran cerna berpengaruh pada kemanjuran vaksinasi alergi debu rumah dan tingkat kepuasan para orang tua.

Penelitian yang mengevaluasi pengaruh keberadaan gejala alergi di luar saluran nafas pada kemampuan vaksin alergi debu rumah dalam meredakan gejala alergi dan meningkatkan kepuasan orang tua dilaksanakan mulai tahun 2008 hingga 2018 dengan disain kohort retropektif pada anak asma karena alergi debu rumah tingkat moderate dan persisten yang mendapat vaksin alergi debu.

Setelah fase rumatan vaksinasi alergi debu rumah selesai, tingkat gangguan kualitas hidup, frekuensi gejala, jumlah bebas gejala alergi, dan tingkat kepuasan orang tua dievaluasi dalam 30 hari.

Semua subjek yang mengikuti penelitian (2,171 anak) sensitif pada alergen debu rumah dengan gejala saluran nafas. Sebesar 79,7 % pasien asma sedang dan sering kambuh membaik menjadi asma ringan ringan dan yang jarang kambuh. Rerata jumlah hari bebas gejala setelah 30 hari selesai vaksinasi fase rumatan adalah 25,1 + 8,31 hari. Tingkat kepuasan yang tinggi dinyatakan oleh 72,9 % orangtua pasien. Adanya gejala eksim, gelegata, dan gejala alergi saluran cerna tidak berpengaruh terhadap skor perbaikan gejala alergi saluran nafas, namun berhubungan dengan penurunan jumlah hari bebas gejala.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya gejala eksim, gelegata, dan gejala alergi saluran cerna tidak mempengaruhi kemanjuran vaksinasi alergen debu untuk menyembuhkan dari asma alergi, tetapi mempengaruhi kesembuhan dari gejala alergi secara keseluruhan dan tingkat kepuasan orang tua yang berpengaruh pada angka drop-out.

Implikasi dari penelitian ini adalah agar pasien asma yang mengikuti vaksinasi alergi debu rumah bertahan sampai sembuh, maka para dokter dan perawat harus memperhatikan dan mengatasi gejala eksim, gelegata, dan gejala alergi saluran cerna yang sebenarnya disebabkan oleh alergi makanan.

Maka bila orangtua diedukasi untuk menjalankan pantangan makanan yang masih bersifat alergenik bagi anaknya, maka manfaat vaksinasi alergi debu rumah segera dirasakan oleh anak dan orang tua, sehingga kejadian drop-out dapat dicegah

Penulis: Anang Endaryanto

Secara detail tulisan saya dapat dibaca di jurnal di link berikut ini:

https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/12279

http://dx.doi.org/10.20473/bikk.V31.2.2019.112-122

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu