Akademisi UNAIR: Industri Pariwisata Tidak Pernah Mati

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SUASANA webinar materi dalam acara webinar bertajuk Creation and Future of Airlangga Tourism (Crefutaris) yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (7/11/2020) lalu. (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Menjawab kekhawatiran pelaku bisnis pariwisata, Mahasiswa D3 Kepariwisataan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga menggelar webinar bertajuk Creation and Future of Airlangga Tourism (Crefutaris). Acara itu diselenggarakan secara daring pada Sabtu (7/11/2020) lalu.

Dalam acara webinar itu, Wakil Dekan III Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Novianto Edi Suharno, SST.Par., M.Si hadir untuk memberikan sambutan. Hadir pula Dosen Fakultas Vokasi Dr. Sri Endah Nurhidayati S.Sos., M.Si. Serta Alumnus D3 Kepariwisataan sekaligus Marketing Response Centre for Indonesia Market at Amazon Web Services (AWS) Fajarsyah Agus Guritno.

Membuka acara, Sri Endah Nurhidayati atau yang kerap disapa Endah mengungkapkan, menurutnya, meski terdampak Covid-19, industri pariwisata tidak akan pernah mati. Sebab, sambungnya, karir sektor pariwisata secara dimanis mengikuti perkembangan industri itu sendiri.

“Selama manusia memiliki keinginan untuk berpergian dan masih memiliki rasa ingin tahu, industri ini tidak pernah mati,” ungkapnya optimistis ketika menyampaikan materi.

Sejak awal kehadiran Covid-19, lanjut Endah, muncul berbagai jenis pekerjaan baru dalam industri pariwisata. Terutama pekerjaan era milenial yang belum pernah ada sebelumnya di sektor pariwisata. Seperti blogger atau vlogger, food fotografer, travel journalism, event organizer, fotografer traveler, barista, hingga travel review.

Meskipun demikian, Endah menandaskan, setidaknya milenial harus membekali diri dengan skill yang mumpun sebelum terjun dalam pekerjaan tersebut. Misalnya kemampuan memecahkan masalah yang kompleks, komunikasi yang baik, kritis, kreatif, kepemimpinan yang baik, teamwork, hingga kemampuan mengelola kecerdasan emosional.

Di sisi lain, saat ini terdapat berbagai inovasi dalam industri pariwisata. Misalnya, virtual tourism yang sebelumnya juga belum pernah ada.

Endah menuturkan, adventure tourism and recreation adalah salah satu jenis pariwisata yang ke depan akan berkembang pesat dibandingkan massif tourism. Salah satu contohnya adalah outdoor adventure, baik di darat, laut, maupun udara. “Misalnya kita memiliki hobi paralayang, kita bisa terus mengasah kemampuan kita untuk kemudian menjadi guide,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sesi sharing dengan alumnus, Fajarsyah Agus Guritno menyampaikan beberapa pesan kepada peserta. Di antaranya menyarankan agar tetap ramah kepada siapa pun. Sebab, mengaca dari keberhasilan Fajar, semua keberhasilan tetap dimulai dari bawah.

“Jika teman-teman di sini memiliki rencana berkarir di luar negeri hendaknya dipersiapkan mulai dari sekarang. Siapkan kemampuan bahasa inggris, mental, dan goal yang ingin dicapai,” pungkasnya menutup sesi sharing. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu