Dosen Psikologi UNAIR Cegah Gizi Buruk Melalui Webinar Seribu Hari Pertama Kehidupan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Di Indonesia, prevalensi balita yang mengalami stunting berada di urutan ketiga tertitinggi untuk regional Asia Tenggara, dengan nilai rata-rata 36.4% pada kurun 2005-2017. Salah satu strategi untuk mencegahnya adalah memberikan perhatian pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK).

Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental (PKKM) Fakultas Psikologi UNAIR menjadi bagian dari Perguruan Tinggi yang memberikan perhatian dan kontribusi nyata dalam pencegahan gizi buruk dan stunting melalui perannya dalam aspek kesehatan mental. Departemen ini menyelenggarakan psikoedukasi untuk mempersiapkan seribu hari pertama kehidupan dari sisi kesehatan mental dan pengasuhan yang dilakukan secara daring. Kesehatan mental terbukti secara ilmiah memengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang bayi sejak dalam kandungan.

Departemen PKKM menyelenggarakan kegiatan yang ditujukan kepada para calon pengantin perempuan maupun laki-laki. Ketua pelaksana Endang Retno Surjaningrum, M.App.Psych., Ph.D., mengatakan bahwa tujuannya adalah agar calon pengantin dapat mempersiapkan kehidupan perkawinan, kehamilan setelah perkawinan, dan pengasuhan setelah kelahiran terutama hingga bayi berusia dua tahun. Masa ini memerlukan perhatian pada aspek kesehatan mental yang juga akan mempengaruhi sikap ibu dalam pengasuhan dan pengelolaan asupan gizi. Agar efektif, pengetahuan seputar kesehatan mental ibu dan kehidupan awal ini perlu dimiliki sebelum calon pasangan memasuki kehidupan perkawinan.

Pelatihan diselenggarakan pada Sabtu (24/10/2020) dalam bentuk webinar diikuti oleh sekitar 80 orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Peserta mengikuti webinar dengan antusias yang dapat dilihat dari macam-macam pertanyaan yang diajukan oleh beberapa peserta mengenai pengasuhan anak, pernikahan dini, kesiapan menikah dan lain-lain.

“Target jangka panjang dari program ini adalah masyarakat dapat semakin memahami peran kesehatan jiwa dan gizi ibu hamil dan sebelum kehamilan serta setelah melahirkan. Pengetahuan ini diharapkan dapat ditularkan kepada lingkungan sekitar sehingga ke depannya bayi dapat bertumbuh kembang dengan optimal dan stunting dapat dicegah,” ujar Endang.

Maka dari itu program dilaksanakan secara daring sehingga dapat diikuti oleh banyak peserta, dengan harapan penyebaran informasi yang lebih luas serta dapat dijangkau oleh masyarakat dari berbagai macam daerah dengan berbagai macam latar belakang.

Webinar dalam bentuk psikoedukasi tersebut terlaksana oleh Endang bersama tim dosen psikologi UNAIR lainnya. Materi pelatihan mencakup seribu hari pertama kehidupan, kesehatan mental ibu hamil/menyusui, dan peran pasangan dalam mempersiapkan seribu kehamilan pertama kehidupan melalui diskusi dan presentasi oleh pemateri. Untuk memperluas cakupan sasaran, materi psikoedukasi dibagikan kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan webinar.

 “Pemahaman sejak dini terhadap kesehatan mental ibu dan perannya terhadap keluarga, kehamilan, dan kesehatan ibu dan bayi terutama pada seribu hari pertama kehidupan manusia berperan sangat besar terhadap tumbuh kembang generasi penerus. Maka calon pengantin perlu mempersiapkan kehidupan berkeluarga.” terang Endang.

Penulis: I Dewa Ayu Maythalia Joni

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu