Menilik Text Mining dalam Pelaporan Keberlanjutan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Javatpoin.com

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan telah menjadi perhatian perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Menurut Gray et al. (1987), tumbuhnya kesadaran masyarakat akan peran perusahaan dalam masyarakat dapat menimbulkan masalah sosial yang berkaitan dengan pencemaran, sumber daya, limbah, kualitas produk, keamanan produk, hak, dan status tenaga kerja. Kontrol sosial dan tindakan kritis dari masyarakat ini mendorong perusahaan untuk mengkomunikasikan perencanaan lingkungan mereka kepada semua pemangku kepentingan, melalui laporan keberlanjutan (Modapothala dan Issac, 2009; Nadhir, Wardhani, 2019).

Setiawan (2012) menjelaskan bahwa laporan keberlanjutan dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada pemangku kepentingan, walaupun motivasi penyampaian laporan ini bisa bermacam-macam, baik karena kesadaran diri maupun sebagai respons terhadap tuntutan lingkungan. Pengungkapan laporan keberlanjutan dapat memberikan manfaat bagi bisnis baik di tingkat nasional maupun global (Lawrence et al., 2013), karena keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari keberhasilan ekonominya (Shahin dan Zairi, 2007), tetapi perusahaan harus terampil dalam menyeimbangkan kepentingan berbagai pemangku kepentingan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan memiliki reputasi yang kredibel di mata publik (Jamali et al., 2008).

Text Mining pada Laporan Keberlanjutan

Text mining memiliki pengertian data mining berupa teks dimana sumber data biasanya diperoleh dari dokumen, dan tujuannya adalah untuk mencari kata-kata yang dapat merepresentasikan isi dokumen tersebut sehingga dapat dianalisa hubungan antar dokumen. dokumen dapat dilakukan (Kumar dan Bhatia, 2013). Proses penambangan teks mencakup pengumpulan informasi, pengambilan informasi, termasuk asosiasi dan analisis tautan, serta visualisasi prediktif, dan analisis. Karakteristik tersebut sama dengan karakteristik laporan keberlanjutan, dimana gaya dan format pelaporannya berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Modapothala dkk. (2010) menunjukkan bahwa berdasarkan hasil text mining ditemukan bahwa variabel lingkungan merupakan faktor yang berkontribusi lebih signifikan terhadap penjelasan laporan keberlanjutan. Goloshchapova dkk. (2019) menemukan bahwa hasil penambangan teks menunjukkan bahwa “keselamatan karyawan”, “dukungan pelatihan karyawan”, “emisi karbon”, “hak asasi manusia”, “tenaga yang efisien”, dan “obat-obatan kesehatan” adalah topik umum yang dilaporkan oleh perusahaan publik di Eropa dan Inggris. Freundlieb dan Teuteberg (2013) juga menemukan bahwa perusahaan telah memperluas pemahamannya tentang CSR dengan lebih sering mengacu pada istilah “keberlanjutan” daripada “lingkungan”.

Metode dan Hasil

Penelitian yang dilakukan oleh Iman Harymawan, Ardianto, Raden Roro Widya Ningtyas Soeprajitno, Melinda Cahyaning Ratri, dan Yuanita Intan Paramitasari (2020) membahas tentang Text Mining on Sustainability Reporting. Sampel penelitian ini adalah 152 laporan keberlanjutan perusahaan sektor konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2010 hingga 2018. Laporan tersebut diunduh dari database GRI (Global Reporting Initiative). Penelitian ini menggunakan teknik analisis text mining menggunakan software Python. Studi ini menemukan adanya kepedulian terhadap isu-isu keberlanjutan yang ditunjukkan dengan kecenderungan mengungkapkan masalah melalui kata-kata negatif, sedangkan perhatian dan upaya perusahaan direpresentasikan dengan kata-kata positif.

Hasil penambangan teks menunjukkan bahwa “keberlanjutan”, “dukungan”, “komitmen”, “peningkatan”, “penghargaan”, “terintegrasi”, “adil”, “kontribusi”, “pemberdayaan”, dan “perlindungan” adalah kata-kata populer terkait kepedulian perusahaan dan upaya penanggulangan masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dilaporkan dalam laporan keberlanjutan. Padahal, “pemborosan”, “keluhan”, “bencana”, “korupsi”, “berbahaya”, “cedera”, “konflik”, “pelanggaran,” kebisingan “, dan” penipuan “adalah kata-kata populer yang terkait dengan masalah utama yang diungkapkan dalam laporan keberlanjutan.Peningkatan kesadaran publik tentang peran perusahaan di masyarakat menyebabkan peningkatan kontrol sosial dan tindakan kritis di masyarakat.Oleh karena itu, perusahaan harus dapat memberikan tanggung jawab atas dampak kegiatan usahanya terhadap masyarakat melalui pelaporan keberlanjutan.

Penulis: Iman Harymawan, Ph.D.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://jssidoi.org/jssi/papers/papers/view/496

Harymawan, I.; Ardianto, A.; Soeprajitno, R.; Ratri, M.; Paramitasari, Y. 2020. Text mining on sustainability reporting: a case study, Journal of Security and Sustainability Issues 9(M): 48-55. https://doi.org/10.9770/jssi.2020.9.M(4)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu