Sitokin dan Kemokin di Dalam Cairan Sulkus Gingiva Selama Pergerakan Gigi Ortodontik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh KlikDOkter

Orthodontic Tooth Movement (OTM) dapat dilakukan melalui penerapan gaya ortodontik melalui alat ortodontik. Penerapan gaya ortodontik dapat merangsang respon inflamasi pada jaringan periodontal. Sel-sel di sekitar gigi akan tertekan dan menginduksi pensinyalan kaskade seluler dan molekuler dari respon inflamasi. Respon inflamasi yang steril akan terjadi akibat gaya ortodontik. Kemokin dan sitokin yang dikenali dalam cairan sulkus gingiva (GCF) selama pergerakan gigi ortodontik (OTM) sangat penting untuk mengantisipasi atau membedakan inflamasi pada remodeling tulang. Kemokin dan sitokin selama OTM yang terjadi di awal prosedur ini sebagai respons terhadap gaya mekanis. Kemokin dan sitokin dapat dikenali dalam GCF yang disekresikan secara berurutan dalam fase OTM yang berbeda.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bahwa terdapat sitokin dan kemokin yang merangsang aktivitas osteoklas atau osteoblas selama OTM, misalnya, Interleukin (IL) -1, IL- 6 dan Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α).  Metode studi dengan audit yang tepat ini menggunakan satu database, PubMed sebagai database dan seperti yang ditunjukkan oleh pengejaran tersebut menggunakan istilah konten bebas, khususnya sitokin dan kemokin selama OTM. 

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa sitokin dan kemokin yang berperan penting selama OTM. Ekspresi Osteoprotegerin (OPG) ditemukan dalam 24 jam dan ekspansi pada penggerak reseptor faktor nuklir κ B (RANK) dan ekspresi Transforming Growth Factor-Beta (TGF-β) setelah 7 hari terdeteksi. Mediator inflamasi lainnya misalnya, IL-1b, yang meningkat paling cepat 1 menit atau setelah 4 jam, Aktivator reseptor faktor nuklir κ B Ligan (RANKL) setelah 42 hari atau setelah 24 jam dan 24 jam, IL-8 setelah 4 jam atau 10 hari terdeteksi.

Penulis: Dwi Rahmawati, drg., M.Kes.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://www.connectjournals.com/toc2.php?abstract=3182100H_2903A.pdf&&bookmark=CJ-033216&&issue_id=Supp-01%20&&yaer=2020

Dwi Rahmawati and Rini Devijanti Ridwan. 2020. Cytokines And Chemokines In The Gingival Crevicular Fluid During Orthodontic Tooth Movement : A Review. Biochem. Cell. Arch. Vol. 20, Supplement 1, Pp. 2903-2906.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu