Dosen Psikologi Adakan Kelas Literasi Kesehatan Mental untuk Kader Kesehatan Puskesmas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Peningkatan kasus gangguan mental di Surabaya ditunjukkan dengan peningkatan jumlah rujukan yang diberikan oleh puskesmas kepada pasien untuk berobat ke rumah sakit jiwa, baik berupa rawat jalan maupun rawat inap. Kasus yang mendapatkan rujukan rata-rata sudah menunjukkan simptom gangguan pada level sedang sampai dengan berat, sehingga biasanya pasien telah menimbulkan gangguan di lingkungan sosial.

Hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat, khususnya keluarga, belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan mental terkait gangguan mental dan simptom yang menyertai gangguan tersebut. Jika masyarakat memiliki pengetahaun yang memadai, maka mereka akan lebih peka akan simptom awal gangguan mental dan memiliki pengetahuan mengenai bantuan yang dapat mereka berikan, maka gejala gangguan mental dini dapat terdeteksi dan orang dengan simptom gangguan mental dapat memperoleh bantuan lebih dini.

Terkait persoalan tersebut, maka masyarakat memerlukan peningkatan pengetahuan atau literasi terkait kesehatan mental sebagai upaya preventif peningkatasn kasus gangguan mental. Pemberian psikoedukasi akan meningkatkan literasi masyarakat akan kesehatan mental, khususnya terkait gangguan mental dan pencegahannya.

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Peningkatan Literasi Kesehatan Mental” pada kader kesehatan Puskesmas Gunung Anyar sebagai upaya preventif kasus gangguan mental. Pengmas tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan akan gangguan mental yang mungkin terjadi di lingkungan mereka.

Dasar pelaksanaan kegiatan tersebut adalah mendorong penanganan lebih dini pada gejala gangguan mental sehingga dapat mencegah berkembangnya gejala tersebut menjadi gangguan yang lebih parah.

Menurut ketua pelaksana kegiatan pengmas Tri Kurniati Ambarini, kader kesehatan sebagai agen perubahan masyakat harus lebih peka akan gejala yang muncul dan mampu memberikan sikap yang lebih positif pada orang yang menujukkan gejala gangguan mental.

“Kepekaan dan sikap yang positif dapat terjadi ketika mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai gangguan mental,” tutur Tri.

Melalui program ini, kader kesehatan akan mendapatkan pengetahuan seputar macam gangguan mental, serta alur bantuan yang dapat diberikan ketika menemukan atau mendapati warganya menunjukkan gejala berhubungan gangguan mental.

“Beberapa topik yang dibahas adalah sehat mental; macam gangguan mental dan gejala gangguan mental; peran keluarga dan masyarakat dalam mengatasi gangguan mental; self help, bagaimana menolong diri sendir; dan alur bantuan bagi penderita gangguan mental akan mengoptimalkan kemampuan kader menyebarkan wawasan tentang kesehatan mental kepada masyarakat,” ujarnya. (*)

Penulis : Prily Carla Marita

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).