Potensi Kulit Buah Naga Merah Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Pasca Pencabutan Gigi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Malang Voice

Tindakan pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan yang sering dilakukan dalam dunia kedokteran gigi, yang menyebabkan terjadinya luka baik pada jaringan lunak maupun jaringan keras, sehingga tubuh akan merespon secara fisiologis dengan penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka dari awal trauma hingga tercapainya penyembuhan melalui beberapa tahapan yang kompleks, terdiri dari fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi.

Saat pembuluh darah pecah, platelet akan dirangsang oleh kolagen untuk memulai proses pembekuan. Platelet akan membentuk clot dengan menutup vaskuler yang terbuka dan mengeluarkan substansi yang mengakibatkan pembuluh darah kapiler vasokonstriksi, kemudian dilanjutkan dengan penempelan endotel yang akan menutup pembuluh darah. Komponen-komponen hemostasis tersebut akan melepaskan dan mengaktifkan sitokin pro-inflamasi yang meliputi Epidermal Growth Factor (EGF), Insulin-like Growth Factor (IGF), Platelet-derived Growth Factor (PDGF), dan Transforming Growth Factor beta (TGF-β) yang berperan dalam kemotaksis neutrofil, makrofag, sel mast, sel endotel, dan fibroblas.

Percepatan proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa  faktor antara lain adalah nutrisi. Nutrisi ini salah satunya dapat berasal dari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus ) yang memiliki kulit buah dengan kandungan  senyawa aktif seperti sianidin 3-ramnosil glukosida 5-glukosida, flavonoid, tiamin, niasin, piridoksin, kobalamin, fenolik, polifenol, terpenoid, karoten, fitoalbumin, betalain. tanin , saponin dan vitamin C

Seperti diketahui beberapa zat aktif yang bersifat antioksidan seperti yang terkandung dalam kulit buah naga dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Kandungan saponin dan tanin berperan dalam regenerasi jaringan dalam proses penyembuhan luka. Flavonoid mempercepat penyembuhan luka dengan menghambat peroksidasi lipid yang mampu meningkatkan serabut kolagen dan vaskularisasi, serta berperan dalam menangkap radikal bebas. Vitamin C sebagai antioksidan membantu proses penyembuhan luka dengan mempengaruhi sintesis kolagen, keutuhan dinding pembuluh darah, fibroblas, dan migrasi makrofag. Oleh  karena itu perlu dibuktikan apakah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat meningkatkan ekspresi TGF-β, jumlah sel fibroblas dan pembuluh darah baru pada proses penyembuhan luka .

Penelitian ini menggunakan hewan coba Rattus norwegicus strain Wistar  sebanyak 20 ekor ,berjenis kelamin  jantan ,usia 2-3 bulan dengan berat 200-300 gram. Semua hewan coba diberi perlakuan yang sama yaitu di ekstraksi gigi insisiv bawah menggunakan tang khusus yang sebelumnya dianestesi dengan Ketamin, yang kemudian dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol diberi gel CMC dan kelompok perlakuan diberi gel ekstrak kulit buah naga dengan konsentrasi 15%, 30% dan 60%. Pada hari ke empat hewan coba dikorbankan dan diambil jaringan bekas luka pencabutan untuk diamati ekspresi TGFβ , jumlah fibroblast dan pembuluh darah baru .

Penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan  yang diberi gel ekstrak kulit buah naga merah 15,30 dan 60%  dapat meningkatkan jumlah ekspresi TGFβ, fibroblas dan pembuluh darah baru pada bekas luka pencabutan secara bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan ekspresi TGFβ, jumlah fibroblas dan pembuluh darah baru paling besar terjadi pada kelompok yang diberi gel ekstrak buah naga dengan konsentrasi 30%, pada konsentrasi 60% terjadi penurunan efek yang setara dengan konsentrasi 15%. Sehingga dapat dikatakan gel ekstrak buah naga 30% merupakan konsentrasi yang optimal untuk meningkatkan ekspresi TGFβ, jumlah fibroblas dan pembuluh darah baru.

Penelitian ini menunjukkan bahwa zat aktif yang terkandung dalam kulit buah naga yaitu flavonoid dapat menghambat kerja asam arachnidolat melalui jalur lipooksigenase yang diikuti dengan terhambatnya produksi prostaglandin, tromboksan, dan leukotrien sebagai mediator inflamasi sehingga migrasi leukosit ke area inflamasi akan menurun. Hal ini akan mempercepat proses inflamasi menuju fase proliferasi, sehingga penyembuhan luka lebih cepat terjadi. Flavonoid ini juga mampu merangsang produksi TGFβ sehingga pada pengamatan tampak peningkatan ekspresi TGFβ .Meningkatnya ekspresi TGFβ akan menyebabkan peningkatan jumlah fibroblas ,karena TGFβmerupakan faktor utama yang merangsang pembentukan fibroblas,20 selain itu TGFβ juga merangsang VEGF untuk pembentukan pembuluh darah baru ( angiogenesis )20 yang pada penelitian ini juga tampak peningkatan jumlah pembuluh darah baru seiring dengan peningkatan TGFβ.

Penulis : Wisnu Setyari J,drg.,MKes

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di : Hendrik Setia Budi, Wisnu Setyari Juliastuti, Rini Deviyanti, Yuliati Yuliati, Rofillah Putri Andhini (2020).The Potential of Red Dragon Fruit ( Hylocereuspolyrhizus ) Rind Extract Accelerates Wound Healing Process Post Tooth Extraction. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences 16 (Supp 4) 37 -41, July 2020_ https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/20200706130107Content_OBSM.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu