Pengaruh Ekstrak Promegranasi Terhadap Rasio Mmp-1, Timp-1, Mmp-1 / Timp-1, dan Kolagen Tipe I Terhadap Serat Ventrikuler Kanan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tempo.co

Hipertensi arteri pulmonalis (PAH) didefinisikan sebagai tekanan arteri pulmonalis rata-rata (pPA) saat istirahat melebihi 25 mmHg. PAH dapat menyebabkan fibrosis miokard karena ketidakseimbangan penghambat jaringan metaloproteinase dari metaloproteinase yang mengakibatkan akumulasi matriks ekstraseluler. HAP dapat menyebabkan fibrosis miokard. Prosesnya melibatkan kolagenase, matriks metaloproteinase (MMPs) dan penghambat jaringan metaloproteinase (TIMPs). Akumulasi kolagen tipe I di otot jantung ventrikel kanan dapat menyebabkan fibrosis ventrikel kanan. Ekstrak buah delima mengandung bahan aktif asam ellagic yang memiliki efek antiinflamasi, anti proliferatif, antioksidan, dan penghambatan ACE pada fibrosis jaringan tanpa efek samping.

Metode dan Hasil

Pengobatan untuk mencegah berkembangnya HAP sambil menunggu terapi definitif diperlukan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas. Dibandingkan dengan calcium channel blocker, prostanoids, endothelin antagonist dan phosphodiesterase inhibitor (PDE) yang masing-masing memiliki titik terapi yang berbeda, ekstrak buah delima memiliki beberapa keunggulan. Ekstrak buah delima mengandung bahan aktif asam ellagic yang kaya akan antiinflamasi, anti proliferatif, antioksidan, dan ACE inhibitor yang bermanfaat pada penyakit kardiovaskular dan liver sebagai anti fibrotik pada model mencit. Selain penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, buah delima dikatakan tidak memiliki efek samping sehingga aman digunakan sebagai terapi alternatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tekanan sistolik dan diastolik arteri pulmonalis pada kelompok mencit perlakuan ekstrak buah delima lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol pada pengamatan setelah 2 minggu atau 4 minggu (p = 0,002). Rerata tekanan arteri pulmonal pada tikus yang diberi ekstrak buah delima lebih rendah dibandingkan tikus model kontrol, berbeda nyata (p = 0,001) pada pengamatan setelah 2 minggu atau 4 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah delima dapat mencegah peningkatan tekanan arteri pulmonalis dan progresivitas PAH dapat dihambat

Tekanan arteri pulmonalis rata-rata yang lebih rendah pada kelompok ekstrak buah delima membuktikan bahwa ekstrak buah delima dapat menurunkan tekanan arteri pulmonalis pada tikus model PAH yang diinduksi monokrin. Tekanan arteri pulmonal mencit model PAH monokrin yang diberi ekstrak buah delima mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan kontrol.

Jumlah sel yang mengekspresikan MMP-1 otot jantung ventrikel kanan tikus model kelompok kontrol lebih sedikit daripada kelompok yang diberi ekstrak buah delima setelah 2 minggu atau 4 minggu (p <0,001 dan p <0,001, masing-masing). Rata-rata jumlah sel tikus model MMP-1 PAH yang menerima ekstrak buah delima meningkat dibandingkan dengan tikus model PAH yang tidak diberi ekstrak buah delima pada pengamatan 2 minggu dan 4 minggu. Pemberian ekstrak buah delima pada mencit model fibrosis hati menyebabkan peningkatan ekspresi MMP-1. Ekspresi transgenik MMP-1 manusia menurunkan proliferasi sel otot polos dan menghambat akumulasi kolagen yang berlebihan di arteri pulmonalis.

Jumlah sel yang mengekspresikan TIMP-1 lebih terlihat pada tikus kelompok kontrol dibandingkan pada kelompok perlakuan yang diberi ekstrak buah delima selama 2 minggu dan 4 minggu pengamatan (p <0,001). Rasio jumlah sel yang mengekspresikan MMP-1 / TIMP-1 lebih tinggi pada kelompok tikus yang diberi ekstrak buah delima dibandingkan tikus kelompok kontrol dan berbeda nyata pada pengamatan setelah 2 minggu atau 4 minggu (p <0,001). Tingkat ekspresi TIMP-1 tikus kelompok perlakuan menurun dan berbeda secara signifikan dari kelompok kontrol. Ekspresi TIMP-1 meningkat lagi pada tikus kelompok kontrol serta tikus kelompok perlakuan pada pengamatan 4 minggu tetapi tidak berbeda nyata antara 2 minggu dan 4 minggu. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hambatan aktivitas MMP-1 yang dapat mengakibatkan penumpukan protein MES dan fibrosis otot jantung ventrikel kanan. Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang menganggap penggunaan ekstrak buah delima sebagai terapi tambahan, untuk menyertai standar yang ada.

Efektivitas ekstrak buah delima dalam meningkatkan kadar MMP-1, menurunkan kadar TIMP-1, meningkatkan rasio MMP-1 / TIMP-1, dan menurunkan kolagen tipe I dalam pengamatan 2 minggu dan 4 minggu menunjukkan bahwa ekstrak buah delima dapat menghambat proses awal fibrogenesis. sekaligus meningkatkan resolusi fibrosis. Ekstrak buah delima diharapkan dapat mencegah fibrosis dan menurunkan derajat fibrosis yang sudah terjadi.

Penutupan dan Kesimpulan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penggunaan ekstrak buah delima sebagai terapi tambahan, menyertai terapi standar yang ada dalam rangka menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait PAH.

Penulis: Dr. Mahrus A Rahman, dr.,SpA(K)

Link jurnal: http://chimie-biologie.ubm.ro/carpathian_journal/Vol_11(5)_2019.pdf

Judul Jurnal: Effects of Promegranate Extracts to Mmp-1, Timp-1, Mmp-1/Timp-1 Ratio, and Type I Collagen to Inhibite Right Ventricular Fibrosis in Animal Models

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu