Hubungan Penyakit Tuberkulosis dan Oral Candidiasis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI rongga mulut. (Foto: istimewa)
ILUSTRASI rongga mulut. (Foto: istimewa)

Tuberkulosis adalah salah satu penyakit menular yang paling luas dan mengalami peningkatan kasus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sepertiga dari populasi dunia diperkirakan terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis penyebab dari tuberkulosis. Berdasar data Dinas Kesehatan Kota Surabaya 2015, jumlah penderita tuberkulosis di Surabaya mencapai 4.739 orang. Dalam kondisi imunitas yang lemah yang disebabkan oleh tuberkulosis, jamur Candida albicans sebagai flora normal dalam rongga mulut dapat berubah menjadi patogen yang menyebabkan infeksi jamur, yang disebut sebagai oral candidiasis.

Penelitian yang dilakukan di Poliklinik Tuberkulosis RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada periode Juli 2017 hingga awal Oktober 2017 oleh Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, bertujuan mengetahui prevalensi timbulnya oral candidiasis pada pasien dengan tuberkulosis. Pasien yang diperiksa terdiri atas 15 pasien (9 pasien perempuan dan 6 pasien laki-laki). Dari 15 pasien tersebut terbagi atas 3 kelompok berdasarkan pengobatan tuberkulosis. Pasien yang menjalani perawatan dengan obat anti-tuberkulosis kategori 1 sebanyak 9 pasien, obat anti-tuberkulosis kategori 2 sebanyak 5 pasien dan belum menjalani pengobatan dengan obat anti-tuberkulosis sebanyak 1 pasien.

Pemeriksaan pada rongga mulut pada pasien tuberculosis tersebut tidak ditemukan adanya tanda klinis yang sesuai dengan tanda klinis oral candidiasis, mayoritas hanya memiliki kelainan pada rongga mulut seperti coated tongue, glossitis dan fissured tongue. Pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan jamur atau mikrobiologi ditemukan 3 pasien dengan oral candidiasis yang menjalani pengobatan anti-tuberkulosis kategori 1 dan 2 pasien dengan oral candidiasis yang menjalani pengobatan anti-tuberkulosis kategori 2, sedangkan 10 pasien yang lain tanpa oral candidiasis.

Hasil pemeriksaan jamur atau mikrobiologi, ditemukan bahwa jamur penyebab oral candidiasis adalah Candida albicans pada 3 pasien, Candida tropicalis ditemukan pada 1 pasien sedangkan Candida albicans, Candida tropicalis dan Candida glabrata ditemukan pada 1 pasien.

Semua pasien tuberkulosis dengan oral candidiasis mayoritas tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik. Beberapa pasien yang tidak ditemukan adanya oral candidiasis dan kelainan pada rongga mulut memiliki kebersihan rongga mulut yang baik. Ada satu pasien yang belum menjalani pengobatan anti-tuberkulosis. Namun, karena perbandingan jumlah pasien tuberculosis dengan pengobatan anti-tuberkulosis dan pasien yang belum menjalani pengobatan anti-tuberkulosis hanya sedikit, maka tidak dapat disimpulkan bahwa penyebab utama oral candidiasis pada penderita tuberkulosis adalah karena pengobatan anti-tuberkulosis. (*)

Penulis: Dr. Desiana Radithia, drg., SpPM(K)

Informasi detail dapat dilihat pada tulisan kami di:

D.Radithia, P.Hadi, A.E.Parmadiati, I.Hermawan, N.F.Ayuningtyas, L.A.Lazuardi dan H. HusaiN. Prevalence Of Oral Candidiasis On Pulmonary Tuberculosis Patients At Tb Polyclinic Rsud Dr. Soetomo In 2017. Biochem. Cell. Arch. 2020; 20(Supp 1): 3051-3054.

http://www.connectjournals.com/toc2.php?abstract=3184500H_3051A.pdf&&bookmark=CJ-033216&&issue_id=Supp-01%20&&yaer=2020

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu