Camilan Solusi Diet Ala Alumni FPK UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TIM Start up Marine Bar Company dengan produknya. Dari kiri : Ghurill, Shindy, Alvida, Salma dan Fadhil. (Foto: Marine Bar)
TIM Start up Marine Bar Company dengan produknya. Dari kiri : Ghurill, Shindy, Alvida, Salma dan Fadhil. (Foto: Marine Bar)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR semasa perkuliahan diajarkan berwirausaha. Sesuai dengan profil lulusan FPK UNAIR salah satunya adalah Entrepreneur. Lima mahasiswa lulusan THP FPK UNAIR membangun sebuah start-up bernama Marine Bar Company yang bergerak bidang makanan hasil olahan ikan.

CEO dari Marine Bar adalah Shindy Novia A’yun menerangkan visi dari Marine Bar, yakni mengatasi kesenjangan gizi yang ada di Indonesia, terutama fokus dalam pengentasan permasalahan Stunting Ibu dan Anak kekurangan gizi. Hal tersebut disebabkan kekurangan protein, yang mana bisa diatasi dengan mengonsumsi ikan.

“Banyak orang yang tidak suka makan ikan karena teksturnya sehingga kami ingin mendiversikasi hasil olahan perikanan dalam bentuk lain, yakni dalam bentuk snack dan bar,” kata Shindy.

Produk unggulan Marine Bar, lanjut Shindy, adalah fitbar snack yang dinamakan Mabar (Marine Bar), lalu Marine Cookies (MarCo). Dua camilan tersebut terbuat dari ikan Lele yang ukurannya melebih batas konsumsi (Oversized), biasanya di kalangan Pembudidaya tidak laku.

“Ikan yang kami peroleh berasal dari petani lokal Desa Kras Kediri,” ujarnya.

Lulusan berprestasi tersebut menjelaskan kandungan dari kedua camilan tersebut adalah protein, omega 3, dan fosfor yang tinggi menjadikan camilan yang dihasilkan memiliki gizi yang tinggi dan dapat diaplikasikan sebagai makanan diet. “MaBar terbuat dari oats yang kaya akan serat, lalu mengandung sereal, rumput laut dan bahan utamanya terbuat dari ikan lele yang kaya akan protein. Di dalamnya ditambahkan madu dan gula aren, yang memiliki rasa khas Indonesia,” papar Shindy.

Selain ikan lele, kandungan MarCo terbuat dari bahan bebas gluten. Gluten merupakan kandungan yang sulit dicerna oleh tubuh, Shindy mengatakan makanan yang mengandung gluten sangat sulit dikonsumsi oleh anak pengidap Autisme.

”Kami tidak menggunakan bahan tepung terigu di mana penghasil gluten, kami menggunakan tepung bebas gluten dan tinggi protein,” paparnya.

Kedua produk unggulan dalam perlombaan Jejaring Pasca Panen Indonesia program JP2GI (Jejaring Pasca-Panen untuk Gizi Indonesia). Tak cukup dari itu, Shindy menjelaskan produk Marine Bar masuk dalam Ikon Kampung Surabaya Smart City.

“Banyak respons positif dan arahan oleh Dinas Kota Surabaya,” jawab Shindy dengan semangat.

Marine Bar Company berangggota lima mahasisw. Selain Shindy, ada Alvida Salsabila Asti, Salma Nada Fauziah, Ahmad Ghurill Muhajjalin, dan Muhammad Fadhil Ilham Almadani. “Rencananya ke depannya ada produk produk development berikutnya,” tutupnya. (*)

Penulis: R. Dimar Herfano Akbar

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu